
Setelah berjalan dan menaiki ojek online sampai juga dia dirumah,disambut oleh nenek nya yang sedang duduk diruang tamu.
"ibu, maaf ya Bu Bella baru pulang,," ucap Bella
"sudah tidak apa-apa nak, ayoo kita makan ibu sudah siapkan sarapan, perut ibu sudah lapar" jawab ibu
"iya sama perut Bella juga udah merugikan,,!" balas Bella
Mereka sarapan dengan hening.
****
Kediaman Bastian
Bastian yang sudah selesai bersih-bersih turun kebawah, langsung menanyakan kepada mama nya karena dia tidak melihat Bella.
"mah, Bella kemana,,,apa mama mengusir nya?!" tanya Bastian
"tidak sayang, mama malah tadi mencoba untuk menyuruh dia menunggu mu, tapi dia tidak mau dan malah meminta mama uang sebagai ganti rugi karena perbuatan mu nak,," ucap mama memutar balikan fakta
Papa nya yang sedari tadi hanya diam tidak bisa berkomentar apa-apa.
"yang betul mah,, Bella meminta uang ke mama,,,?" tanya Bastian sempat tidak percaya
"iya sayang, dia minta uang dan bilang juga katanya kamu jangan pernah menemui nya lagi..sombong sekali wanita itu nak, tidak cocok untuk mu,,!!" hasut mama Bastian
"sudahlah kamu tidak perlu memikirkan wanita itu,, kamu lanjutkan aktivitas kamu seperti biasa dengan tenang, dan carilah wanita yang lebih dari Bella,," hasut mama lagi
Bastian diam tak membantah atau pun mengiyakan, ucapan mama.
****
Waktu terus berlalu dua minggu sudah Bella tetap beraktivitas seperti biasa, tetap bekerja sebagai pelayan di diskotik itu tanpa bertemu dengan Bastian lagi.
Saat akan berangkat bekerja,,,
"Bella, apa tidak sebaiknya kamu berhenti dari pekerjaan mu, dan mencari pekerjaan lain,,??" tanya ibu
"kenapa Bu,,?" tanya Bella
"kamu mungkin bisa tidak peduli dan bisa tidak mendengar omongan tetangga nak, tapi ibu yang sedih nak mendengar anak ibu dihina dibelakang ibu, bahkan sampai ada yang berani menjelekkan kamu didepan ibu!" ucap ibu
"iya ibu,, sabar ya, Bella akan pikiran saran ibu,, sekarang Bella berangkat dulu ya" ucap Bella
Ibu nya tidak tahu jika malam itu Bella kerja juga untuk memberikan surat pengunduran dirinya, karena tanpa ibu nya cerita pun dia sudah tau perasaan ibu nya yang juga memikirkan anak nya diomong tetangga.
Sampai didalam diskotik Bella berganti seragam pelayan, menaruh tas nya di loker dan segera keluar. Baru saja sampai didalam diskotik, pemilik diskotik sudah menyuruh nya mengantarkan minuman ke sebuah meja yang berada dipojok sebelah kanan.
__ADS_1
Dari kejauhan Bella melihat beberapa om-om dengan para wanita mereka sedang minum dan sudah hampir mabuk, Bella berjalan mendekati meja tersebut, menunduk meletakkan minuman keatas meja.
Setelah minuman diletakkan tangan Bella ditarik oleh salah satu om-om yang ada disitu, sampai dia terduduk disamping nya, hingga om-om yang sudah mabuk itu mencoba untuk mencium Bella, tapi Bella masih bisa menahan mulut bau alkohol om-om itu, hingga om-om itu kesal dan mencoba menggerayangi leher Bella dengan nafsunya.
Tepat disebelah meja om-om itu duduklah seorang pria yang sedang minum soda, melihat dari saat Bella berjalan menunduk mengantarkan minuman, sampai Bella diperlakukan dengan kurang ajar oleh om-om hidung belang.
Karena om-om itu memaksa mencium Bella, dan sudah beralih ke leher Bella, dengan cepat Bella mendorong tubuh om-om itu lalu menampar nya, karena kesal dibalas oleh om-om itu dengan menampar Bella.
Plaakkkkk,,,!!!
Melihat om-om menampar Bella, membuat laki-laki itu bangkit dan langsung menghajar om-om hidung belang, hingga membuat laki-laki itu diusir satpam.
Kegaduhan pun terjadi, antara om-om dengan laki-laki yang dari tadi memperhatikan Bella diperlakukan tidak baik. pemilik diskotik yang mendengar pun datang menanyakan,, intinya pemilik diskotik tetap meminta maaf kepada pengunjung.
"pecat wanita sialan ini,,, atau akan saya tutup diskotik ini!" ucap om-om itu marah
"baik pak,,saya minta maaf, sudah membuat bapak tidak nyaman" ucap pemilik diskotik
"Bella ikut saya keruangan," kata pemilik diskotik
Bella mengikuti berjalan, menuju loker nya untuk mengambil surat pengunduran dirinya, lalu berjalan menuju ruangan pemilik diskotik.
"maaf Bella, biarpun kamu merasa kamu tidak salah, tapi saya harus memecat kamu,,, pria yang kamu tampar tadi, salah satu pelanggan tetap kita, dan dia termasuk royal jadi saya tidak ingin kehilangan pelanggan saya" ucap pemilik
"saya mengerti apa maksud perkataan bapak, sebelum bapak meminta saya sudah menyiapkan ini sejak dari rumah,," ucap Bella menyerahkan surat pengunduran dirinya.
Surat dibaca,,
Sambil mengambil amplop coklat, meletakkan diatas meja, lalu melihat kalender dan menghitung gaji Bella bulan ini yang belum masuk waktu gajian karena baru berjalan 20 hari, diambil uang dari dalam laci.
"ini gaji kamu sampai hari ini,, berikut bonus kamu,,semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan setelah ini!" ucap pemilik diskotik
"terimakasih pak" ucap Bella segera berdiri dan melangkah ke loker untuk berganti baju dan pergi.
Entah kenapa dihati Bella merasa tenang sudah bisa keluar dari pekerjaan nya, tidak ada rasa menyesal sudah kehilangan gaji yang tiap bulan dia dapatkan, tapi dia bertekad akan mencari pekerjaan setelah ini,
"syukur lah, walaupun dengan ditambah insiden tak mengenakan,." pikir Bella
Sampai diluar,, tiba-tiba Bella sudah ditunggu oleh laki-laki yang tadi sempat membela nya didalam.
"hai,, apa kamu baik-baik saja,,apa bibir kamu masih sakit ?" tanya laki-laki itu
"akh,, kamu bukan yang tadi didalam,, terimakasih sudah menolong ku, harusnya kamu tidak perlu melakukan itu?" ucap Bella
"bagaimana kalau kita duduk dan bersihkan luka diujung bibirmu itu, apa nanti kata orang rumah jika melihat mu memar seperti itu?" ucap laki-laki itu lagi
Bella diam,, benar juga bagaimana jika ibu tau dan menanyakan nya,, pikir Bella
__ADS_1
"baiklah,," ucap Bella
Mereka masuk kedalam mobil, kemudian bergerak menuju sebuah Cafe yang tak jauh dari sana. Turun dan masuk kedalam Cafe,,
Laki-laki itu memanggil pelayan, menanyakan apa mereka punya betadin, dan plester,,
Serta memesan dua gelas orange jus dan es batu untuk mengompres Bella.
Pelayan pun pergi menyiapkan apa yang diminta pelanggan mereka.
"maaf nama mu Bella ya,,, tadi aku mendengar bos mu memanggil mu untuk keruangan nya,, nama ku Ariel,," ucap Ariel
"iya Ariel, betul namaku Bella, sekali lagi terimakasih sudah membantu ku" ucap Bella lagi
Pelayan datang membawa semua pesanan tadi,, meletakkan dimeja lalu pergi meninggalkan mereka.
"kamu tahan ya,, biar aku obati luka mu,," ucap Ariel
"akh,, sudah biar aku saja sendiri,," balas Bella sungkan
"sudah jangan bawel, kamu diam lah sebentar,, gak lama ko,, tahan ya agak sakit sedikit,," jawab Ariel
Akhirnya Bella diam membiarkan Ariel mengobati luka memar nya,l hingga selesai.
"nah selesai" ucap Ariel
"sekali lagi terimakasih" jawab Bella
"dari tadi terimakasih terus, stok terimakasih kamu banyak ya?" becanda Ariel
"Hah,,stok?" jawab Bella bingung
Hingga mereka tertawa,,mereka asik bercerita walau masih ada rasa canggung, tapi Bella merasa Ariel pria yang baik dan menyenangkan, tak ada salah nya berteman dengan nya.. tak terasa waktu sudah agak malam, Bella pamit ingin pulang.
"Sudah malam saya pamit pulang ya,," ucap Bella
"baiklah mari saya antar,," jawab Ariel
Ariel memanggil pelayan dan membayar,, lalu mereka berjalan keluar Cafe menuju mobil, masih diiringi dengan tanya jawab dan sedikit tertawa, Hingga sampai didepan rumah Bella.
"sudah sampai,, terimakasih banyak untuk bantuan kamu malam ini,maaf saya tidak mempersilahkan kamu mampir karena sudah malam,," ucap Bella
"apakah kita boleh berteman,, bolehkah aku meminta nomor telepon mu?" tanya Ariel
seraya menyerahkan telepon genggam miliknya.
"ya boleh, kenapa tidak hanya berteman,," ucap Bella sambil mengetikkan nomor telepon nya ke telepon genggam Ariel.
__ADS_1
Bella turun, dan masuk kedalam, lalu Ariel pun pulang.
Ternyata pertemuan Bella dengan Ariel malam itu, adalah pertemuan yang terakhir karena Ariel ditugaskan oleh ayah nya ke London untuk menjalankan bisnis ayah nya.