Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.84 Baim Galau


__ADS_3

Bibi pulang kerumah dengan membawa baju kotor Imelda, untuk dicuci besok bibi akan datang lagi membawa pakaian bersih Imelda yang lain. Cindy sedang menyuapi Imelda makan malam, sedangkan mama dan papa nya pergi ke kantin rumah sakit yang juga mencari makan malam.


" eh, nanti biar aku malam ini menjaga Imelda, besok baru berganti jaga dengan Cindy,," ucap Windy disela makan nya


" oke kalau itu memang mau mu,, Windy aku senang sekali akhir nya aku bisa bertemu dengan mu lagi setelah sekian lama, semoga aku bisa memberikan kasih sayang yang selama ini tidak dapatkan dari sosok papa..!" balas Leon


" apakah kamu yakin ingin menikahi aku,,?" tanya Windy


" iya lah,, harus nya dulu dirimu yang aku nikahi jika kamu tidak keras kepala dan memilih menanggung beban mu sendiri," jawab Leon


" maafkan aku, untuk itu, aku hanya tidak mau di cap wanita penggoda yang haus harta.!" balas Windy


" sudahlah,, jangan rusak kebahagiaan ku yang telah menemukan mu dan anak kita," jawab Leon


Mereka melanjutkan makan malam mereka. Selesai segeralah mereka kembali ke kamar Imelda melihat Imelda sedang tidur, karena setelah makan malam lalu minum obat dan efek obat nya sudah membuat nya tertidur.


" pah, aduh ini gimana ya,, kalau Cindy kerumah mba Bella pasti telat deh, tapi Cindy gak bawa baju ganti lagi, kemarin Cindy cuma bawa baju ganti 1 setel aja, ini udah bau keringat lagi." ucap Cindy


" ya udah gini aja, papa sama Mama keluar sebentar beli baju untuk kamu dan mama kamu sekalian, kamu mandi di sini aja, jadi pas papa datang bisa langsung pergi kuliah,,!" jawab papa


" oke deh,, beliin Cindy handbody m deodorant ya mah,," pinta Cindy


Sekembalinya mama dan papa nya membelikan pakaian Cindy dan keperluan lainnya, segera berganti jaga.


" mah Cindy berangkat kuliah dulu ya,,!" ucap Cindy


" hati-hati sayang,," jawab mama


Cindy dan Leon pun bersegera menuju kampus, karena memang sudah mepet jam. Sampai dikampus Cindy turun setelah mencium tangan Leon.


" pulang jam berapa Cindy, nanti papa jemput lagi ya,,?" tanya Leon


" jemput jam 10 pah,, oke dah,!" jawab Cindy berlari masuk gerbang kampus.


" Cindy, tunggu,,!!" panggil Baim


Baim berhasil mensejajari langkah nya dengan Cindy,

__ADS_1


" dianter siapa,,?" tanya Baim


" dianter papa,, cepet yuk udah telat nih kita,,!" jawab Cindy cepat


Kuliah berjalan dengan lancar sampai selesai, dan mahasiswa lain nya keluar untuk pulang, termasuk Cindy dan Baim yang juga sudah berjalan keluar kelas.


" oiya Baim, nanti tanggal 6 Juli bisa datang kan ke pernikahan mba Bella,, undangan nya nanti menyusul ya, mungkin besok mba Bella bakal bagiin undangan nya..?" tanya Cindy


" bisa tenang aja,," jawab Baim


" Baim kamu kenapa,, ko lesu gitu sih, jawab nya juga singkat banget gak bawel kaya biasanya,,!" ucap Cindy


" iya nih, aku bingung, orang tua ku menyuruh ku pulang, aku diminta untuk membantu kakak ku mengelola perusahaan papa, tapi masalah nya aku juga kan disini punya cafe dan karyawan,," curhat Baim


"oohh,, apa kamu gak ada orang yang bisa kamu percaya untuk mengelola usaha mu disini, jadi kamu tetap misa menjalankan kedua nya sekaligus.?" tanya Cindy


" justru itu aku gak ada teman yang aku rasa yakin menerima tugas ini, salah-salah malah nanti mereka mengkhianati aku." jawab Baim


" iya juga ya,, agak riskan memang. bagaimana kalau kamu jual aja cafe kamu, tapi dari kamu nya sendiri sudah yakin apa belum untuk menerima permintaan orang tua mu,,?" tanya Cindy


" karena kalau kamu gak melakukan nya pakai hati, percuma kasian orang tua mu nanti merugi karena dirimu tidak fokus menjalankan nya,,!" kata Cindy lagi


" aku ada disini tu aku kabur, karena gak mau dipaksa menjalankan bisnis papa, tapi berjalan nya waktu dan melihat kemarin mereka sampai datang aku kasian juga, apalagi kakak ku seorang diri mengelola perusahaan papa." jawab Baim


" ya sudah, kenapa gak kamu coba aja dulu, biar kamu tau rasanya bagaimana, itu kan tantangan baru untuk kamu, kamu harus buktikan kalau gak hanya kakak kamu yang bisa diandalkan, tapi skill kamu pun bisa diperhitungkan,,!" jawab Cindy


" kalau aku pergi aku bakal lama sekali gak Ketemu kamu dong,,!" ucap Baim


" ya ampun, kan masih bisa video call dengan ku kan, gitu aja ko pusing,!" jawab Cindy


" apa kamu mau janji satu hal sama aku Cindy,, jangan pernah menerima cowok mana pun sampai aku kembali, biarkan aku ikut berjuang dan bersaing sehat dengan cowok galak mu itu,, bagaimana,?" ucap Baim


" iya kamu tenang aja,, aku masih 21 tahun Baim, kuliah belum selesai, masih banyak hal yang mau aku raih, aku belum memikirkan tentang cinta,," jawab Cindy


" Cindy, bagaimana kalau usaha ku disini kamu yang kelola,,?" tanya Baim


" Hah,, apa aku,,!! gak ah, eh bukan gitu maksudnya, aku mau kelola asalkan tidak cuma-cuma jika kamu berminat menjualnya mungkin bisa aku pikir-pikir lagi,," jawab Cindy

__ADS_1


Tak lama Leon pun datang, melihat Cindy yang sedang ngobrol asik dengan seorang pria. Leon menepikan mobil berjalan menuju Cindy.


" Cindy,,! maaf papa lama" sapa Leon


" eh, gak pa pa ko pah, oiya pah ini kenalin temen sekelas Cindy,,!" ucap Cindy


" saya Baim om,, selamat malam,,!" kata Baim


" oh iya,, selamat malam, saya papa nya Bella,!" jawab Leon


" sudah yuk Cindy sudah malam, nanti mama mu khawatir,,!" ajak Leon


" Baim, aku duluan ya,, dah,,!" jawab Cindy melambaikan tangan


Baim pun membalas lambaian tangannya.


****


Diperjalanan menuju rumah sakit.


" tadi papa liat kamu seru banget ngobrol nya,, ngebahas apa sih papa jadi kepo,,!" tanya Leon


" ha-ha-ha papa segala kepo,, itu pah Baim lagi galau dia disini karena kabur dari orang tua nya sebab dia gak mau disuruh kerja kantoran. disini Baim punya cafe dan juga beberapa usaha lainnya, tapi beberapa Minggu lalu orang tua nya datang dan meminta dia pulang membantu kakak perempuan nya meneruskan bisnis papa nya, Baim itu tipe yang pengen mandiri dengan jerih payahnya sendiri pah, dan dia berhasil hidup dan menghidupi karyawan dengan usahanya.!" jawab Cindy


" tadi dia, meminta Cindy mengelola usahanya,,,!" ucap Cindy


" terus kamu jawab apa,,?" tanya Leon


" ya Cindy, bilang kalau suruh ngelola gitu aja Cindy gak mau, tapi kalau cafe nya dijual Cindy mau beli tapi itu juga kalau murah ha-ha-ha,, soalny dari yang Cindy lihat cafe Baim itu ramai terus, dessert nya enak dan murah. tapi kalau mahal ya gak jadi. secukupnya tabungan Cindy aja lah..!" jawab Cindy


" emang tabungan kamu ada berapa,,?" tanya Leon


" tabungan Cindy itu gaji Cindy kerja sama Bu Imelda pah,, ha-ha-ha pasti belum cukup sih,, Cindy pinjam uang sama papa deh ha-ha-ha,,!" jawab Cindy sambil tertawa


" ya udah gak usah dipikirin belum tau juga kan Baim bakal jual atau gimana, liat perkembangan nya aja nanti.." jawab papa


Mobil sampai diparkiran rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2