
Cindy berjalan meraba dimana tadi Adrian membawa pembantu itu,sampai melewati dapur disampingnya ada sebuah pintu.
apa ini ya kamar nya,,?
Tok tok tok
"eh Bu Cindy, mau dibuatkan makan malam sekarang,,?"
"iya betul, kamu siapkan makan malam sekarang ya,?"
"baik Bu,,!" Meli mengangguk
"kamu masak jangan terlalu banyak ya, karena dirumah ini dengan kamu hanya ada 4 orang, masak dua menu saja cukup,,!"
"siap Bu,,!"
Cindy kembali kekamar, melihat Adrian sudah lebih segar dan tampan juga ya.
"jangan bilang kalau aku tampan kan,, he-he-he,,!'
"narsis amat sih kamu mas, aku lihat kamu tampan itu karena aku belum mandi,, coba nanti setelah aku mandi,,!"
"masih aja gak mau akuin suami sendiri,, ya udah cepat mandi, itu Meli udah kamu suruh masak kan, awas aja kalau masakan nya gak enak, aku pecat dia..!!"
Cindy tak menanggapi, memilih ngeloyor kekamar mandi, 30 meniy berlalu Cindy baru selesai dia memakai piyama tidur.
"mas boleh kan sprei kasur nya aku ganti, jangan putih mulu.!"
"terserah kamu aja,,! turun yuk aku laper banget nih,,!"
Mereka turun ke meja makan, disana sudah tertata rapi beberapa hidangan, karena hanya 4 orang dirumah ini masak tidak terlalu banyak, jadi tidak terlalu memakan waktu lama.
Cindy ingin melayani suaminya dengan baik, karena dia sering melihat mama nya melayani papa nya saat makan.
"sayang biar aku yang ambilkan,oke,,?!"
"woww,, istri ku sudah mulai memahami statusnya,, ambilkan aku jangan terlalu banyak sayang lauk nya pakai semua, jika aku rasa enak aku akan nambah,!"
Cindy mengambil kan nasi beserta lauk dan memberikan kepada Adrian, Mereka makan malam, lumayan enak juga masakan nya, tapi masih enakan Cindy lah,, batin Adrian
"sayang kamu kalau sudah ngantuk naik duluan aja, aku masih mau kerja sebentar diruang kerja ku dibawah,,?!"
"oke sayang, gampang itu mah, aku gak ngantuk ko, aku mau tempur dulu sama kamu he-he-he,,!" Cindy malu setelah nya
"oke,,!" Adrian sudah lebih dulu masuk keruang kerja nya
"Meli kami sudah selesai, kamu bisa tolong ambilkan sepiring nasi dan lauk untuk pak Agus satpam ya, dan kamu juga jangan lupa makan,,!"
__ADS_1
"iya Bu, baik terimakasih,,!"
aku nonton tv dikamar aja deh, aku gak mau ganggu saat suami ku sedang bekerja,, cieee suamiku ni yeee, Cindy tersenyum sendiri setelah ngebatin itu.
Sementara diruang kerja, Adrian mengirim email ke Alex.
"Lex, coba lu cari tahu detail wanita ini, dia sekarang jadi pembantu dirumah gue,,!"
Adrian mengirimkan pesan dan gambar Meli, yang tadi dia minta pak Agus memfotonya.
Adrian kembali serius dengan laptop nya, sampai berjam-jam, begitulah Adrian jika sudah masuk dalam dunia nya bisa lupa waktu.
"ko Adrian belum naik juga ya,, apa segitu banyaknya sampai tidak bisa seorang Alex menangani sendiri,,!" gumam Cindy membuat nya turun.
Saking seriusnya sampai tak sadar jika istrinya sudah berdiri didepan pintu.
"mas, mau sampai jam berapa kamu kerja,,ini sudah malam, bisa dilanjutkan besok lagi,,!'
"sayang kamu belum tidur, kemarilah,,!"
Cindy berjalan masuk menghampiri Adrian.
"ada apa,,?" begitu sampai disamping Adrian
"gak ada apa-apa, aku hanya ingin memelukmu,,!"
Akhirnya Adrian menyerah mereka naik keatas, sampai di kamar Cindy duduk di ranjang Adrian mengikuti duduk disebelah nya.
"sayang, apakah kamu ingin berbulan madu,,?"
"kalau waktu memungkinkan boleh juga,,!"
"kamu mau kemana,,?"
"gak perlu yang jauh, Bali juga cukup,,!"
"hanya Bali, oke lusa kita ke Bali..! tapi malam ini aku mau itu ya sayang,, tanpa kamu minum obat perangsang lagi ya,,,!"
"kalau aku tau air itu ada obat nya aku juga gak akan minum kali,,!"
"lalu sekarang,,,?!" Adrian mencoba memancing
"sekarang ya ini,,!" seketika Cindy mencium Adrian
Adrian yang mendapatkan ciuman lembut dari istri nya, dengan segera ******* bibirnya dan lidah mereka bermain bersama hingga nafas mereka semakin memburu dan bernafsu. tanpa melepaskan ciumannya Adrian membuka kancing piyama Cindy, dan terlihat jelas gundukan tanpa bra.
Adrian pun tak menyia-nyiakan itu turun ke leher membuat beberapa kiss Mark disana, lalu turun ke gundukan yang sudah menggoda, dicecap nya sampai membuat Cindy bergidik.
__ADS_1
Malam itu mereka kembali melakukan olahraga malam dengan rasa puas, mereka sampai mengulang nya beberapa kali dan sama-sama mencapai puncak bersama. Peluh bercucuran di badan mereka yang sudah bercampur, hingga mereka terkulai lemas bersama.
Adrian menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut dan mengecup kepalanya,
"aku cinta kamu Cindy,,!"
Cindy tak menjawab karena dia sudah mulai tertidur, Adrian pun mulai memejamkan matanya juga, sambil memeluk pinggang istrinya.
****
Keesokan paginya, Hp Cindy mulai berbunyi dengan rasa kantuk yang masih ada dicarinya Hp.
"iya haloo,,!" suara berat Cindy terdengar
"Cindy bangun,,,!!" mama dan Bella mau kerumah kamu, apa kamu udah lupa,,?!"suara nyaring mama jelas terdengar sampai Cindy terduduk.
"iya mah, iya Cindy tunggu dirumah ya,, nanti Cindy kirim alamat nya,!" akhirnya tenang kembali setelah Hp dimatikan
Tapi Cindy sudah tidak bisa tidur lagi, mandi dan bersih-bersih lalu turun kebawah, tak ingin membangun kan suaminya. Dibawah terlihat Meli sedang mencuci beras.
"Meli, mama, adik dan kakak ku serta keponakan ku akan datang, kamu masak nya agak banyak ya,,!"
"oh gitu,, baik Bu, saya tambah lagi beras nya,,!"
Cindy membuka kulkas sambil berfikir masak apa ya hari ini,, oke ayam goreng, sayur sop, perkedel, goreng tempe dan sambal.
"Meli hari ini aku mau masak ayam goreng, tempe goreng, perkedel, sayur sop dan nyambel,,! kamu siapin ya bahan nya..!"
"oke Bu siap,,!" Meli segera membuka kulkas setelah mencolokan tempat masak nasi.
"oiya Meli, sebelum kerja disini kamu kerja dimana,,?"
"saya baru kerja di sini aja Bu,!"
"apa kamu udah menikah,,?"
"saya pernah menikah, tapi gagal mempertahankan nya Bu, suami saya selingkuh,,!"
"ooh,, jadi sekarang kamu memilih untuk sendiri,,!"
"iya Bu, sendiri dulu lah, sampai saya dapat mangsa eh maksudnya laki-laki yang tepat, seperti pak Adrian gitu,,!"
"maksud kamu,,kamu ada hati dengan suami saya,,?!"
"bukan Bu,, maksudnya saya berharap bisa dapat suami seperti pak Adrian, tampan, kaya, baik, perhatian sama istri, gitu Bu..!"
"ya amin,,!"
__ADS_1
"tapi dimana aku bisa dapatkan laki-laki seperti pak Adrian, jika bukan pak Adrian sendiri laki-laki itu,,!" pikir Meli dalam hati