
Kini hubungan Alex dengan Caca sudah lebih baik setelah mereka bertemu Hendra dan Amelia di sebuah Cafe pada waktu itu, Alex tanpa ragu memeluk Caca. Dan hubungan mereka mulai ada bumbu romantis dan rasa sedikit cemburu. Tapi sayang nya Alex belum juga menyatakan perasaannya, hanya sikap dan tindakan Alex yang memberikan kesan kalau dia peduli dan cinta pada Caca.
Sudah lama mereka menjalani hubungan yang bisa dibilang tanpa status, karena Alex bukan tipe laki-laki yang romantis dia lebih cenderung bertindak kalau dia mencintai seseorang. Tak jarang Caca ikut merasa hubungan ini seperti apa sih, tapi dia tak berani menanyakan langsung ke Alex.
Pernah suatu hari Caca ditodong oleh preman saat dia lembur, Caca dipaksa keluar dari mobilnya. Alex yang selalu mengikuti Caca setiap hari untuk memastikan Caca pulang dengan selamat ke apartemen nya, tanpa sepengetahuan Caca tentunya.
Sama seperti hari ini Alex melihat mobil Caca dihadang sekelompok preman.
"semoga dia gak turun deh,,?!" ucap Alex
Tapi sayang nya Caca turun dan kini diluar dengan para preman itu, " ada apa ko kalian menghentikan mobil saya,?"
"serahkan dompet hp jam tangan semua yang berharga,,!" teriak preman
Alex spontan keluar dan berlari "stop kalau kalian gak pergi saya panggil polisi ya,,!" teriak Alex
Semua mata menatap kearah Alex, bukannya takut preman-preman itu malah mulai berani mendekat ke Caca. Alex berlari dan berdiri dihadapan Caca menghadang preman itu.
"wah punya nyali juga Lo ya,,sini maju udah lama gue gak ketemu laki-laki yang sok jagoan kaya gini,,!" ledek preman
"waduh-waduh gimana nih, bisa gak ya gue berantem sama preman banyak gini,,?" batin Alex
Alex mulai berlari menjauhi Caca diikuti preman yang mulai menyerang Alex. Caca yang sendiri melihat Alex melawan lima preman yang sudah mulai babak belur.
"STOP,,!!!!!" teriak Caca
Seketika preman itu berhenti dan menoleh kearah Caca, "kalian mau ini kan,,?" Caca menggoyang kan tas nya.
Preman yang sedang mencengkeram jas Alex melepaskan dan Alex terkulai di aspal. Para preman berlarian menghampiri Caca, "iya kalau dari tadi mba nya ngasih kita itu, tu cowok gak akan kita bikin babak belur.!!" jawab preman
"ya udah nih ambil,,!" tantang Caca
Begitu preman menghampiri Caca untuk merebut tas nya, Caca sudah lebih dulu mengikat tangan preman dengan tali tas nya dan membanting nya ke aspal, melihat bos preman jatuh preman lain berlari menerjang Caca, Caca dengan sigap menendang dan memukul sampai semua preman terkapar di aspal.
Alex yang sadar dengan luka di wajah nya masih dapat melihat bagaimana Caca melawan semua preman itu sendiri, dengan tangan kosong, padahal tadi salah seorang preman mengeluarkan pisau nya.
"hah itu beneran Caca kan, ko dia jago berantem..!" batin Alex
Akhirnya Caca membawa Alex ke apartemen nya, mengobati muka nya yang memar. Nah mulai dari situ mereka semakin dekat saling menceritakan isi hati mereka.
*****
__ADS_1
Hari ini weekend Alex sudah ada disebuah toko perhiasan Adrian. "jadi apa yang bisa kami bantu untuk pak Alex,,?" tanya manager toko
"eehmmm saya sedang mencari sebuah cincin untuk wanita, bisa saya lihat beberapa modelnya..?"
"mari pak sebelah sini,,!" ajak manager itu
"Eli coba keluarkan beberapa model cincin untuk wanita yang terbaru.!"
Pegawai yang bernama Eli itu menatap Alex "maaf pak Alex, boleh saya tau bagaimana karakter khas wanita itu,?"
"dia satu-satunya wanita yang bisa membuat jantung saya berdegup saat memandang nya. wanita ini sangat mandiri, tidak menyukai hal ribet, dia wanita yang cerdas dan berwawasan luas, meski penampilan luarnya terlihat tomboi tapi yang pasti dia cantik dan kalau sudah tersenyum muncul lesung di pipi nya.!" jawab Alex membayangkan Caca.
"maaf pak Alex saya jadi ikut membayangkan wanita cantik itu he-he-he,,!!" jawab Eli pegawai toko
"bagaimana dengan yang ini,,?" Eli mengeluarkan cincin dengan berlian mungil diatas nya, sekilas cincin itu nampak biasa aja tapi begitu disematkan di jari nampak indah cantik dan juga anggun.
Alex menatap cincin yang disodorkan Eli, menilik dengan teliti tak ada cacat sedikitpun yang ada hanya bayangan Caca memakai dengan cantik di jari nya.
"oke aku ambil yang ini,!" ucap Alex
"baik pak,, kami akan siapkan kotak nya.!"
Sementara disebuah apartemen Caca duduk menatap tv yang sama sekali tidak dia lihat.
"tumben biasanya weekend Alex selalu datang, kenapa hari ini gak ya,? kemana dia,,?" gumam Caca
Tak lama masih dengan melamun.
Tok Tok Tok
"nah kan panjang umur amat si Alex baru aja dirasain eh udah datang aja,,!" gumam Caca
"iya bentar,,!" Caca berjalan ke pintu dan membuka nya
"permisi apa benar ini kamar nya Bu Murni,?" tanya kurir
"oh bukan Bu Murni disebelah sana kamar nya,!" jawab Caca
"oke baik permisi,!" balas kuris dan pergi
__ADS_1
Caca kembali menutup pintu, "pas liat kurir tadi jadi inget paket deh, ko belum nyampe ya,,?" gumam Caca
Setengah jam kemudian pintu kembali diketuk, "nah siapa lagi nih kurir apa Alex,,?" Caca bangun kearah pintu dan membuka.
"maaf betul ini kediaman Bu Caca ?" tanya kurir
yah kurir kirain si Alex,,, batin Caca lesu
"iya betul, paket ya.mana?" jawab Caca
Kurir menyerahkan kotak paket kepada Caca dan Caca membubuhkan tanda tangan disana.
"terimakasih Bu pernisi,,!"
"akhirnya datang juga nih pesenan tapi si Alex beneran gak datang ya ini.!" Caca masih mengharapkan Alex
"ah biarin aja lah, bodo amat. emang si Alex borokokok dia mah, ngasih kabar kek kalau gak datang, biar gak nungguin.!" Caca ngedumel
Caca mulai sibuk membuka paket nya di sofa, tak lama pintu kembali di ketuk untuk yang ketiga kali nya. "astaga,,siapa lagi ya itu. kalau yang datang kurir lagi biarin aku kasih piring cantik dia nanti.!" Caca kembali membuka pintu.
Dan jeng jeng laki-laki yang diharapkan nya berdiri didepan pintu dengan senyum lima jari, "tutup mulut nya mangap gitu nanti kemasukan lalat..!" ucap Caca
Alex langsung menutup mulut nya dan cemberut diledek Caca.
"kenapa sih ko ketus gitu, bukan nya dapat sambutan dipeluk kek dicium kek..!" jawab Alex
Caca sudah ngeloyor masuk kedalam kembali duduk di sofa diikuti Alex.
"sayang kamu kenapa ko manyun gitu,,?" tanya Alex
"udah lama banget nih aku gak nonjok orang,,!" jawab Caca asal
Alex melotot "yah jangan dong sayang aku kan cuma mau ngasih kamu ini,,!" Alex mengeluarkan kotak merah dari dalam saku jaket nya.
Caca melihat kotak merah ditangan Alex "kamu mau nyogok aku ya, biar aku gak marah-marah gitu..?"
"bukan sayang, aku suka ko dimarahin sama kamu, dan karena itu aku ingin melamar kamu,!" Alex dengan bibir bergetar membuka kotak dan menyatakan niat nya.
Caca menutup mulutnya kaget Alex laki-laki cuek bisa berfikir ingin melamar nya. "terus kalau aku udah terima ini, mau ngapain lagi!" Caca menyodorkan jari nya.
Alex tersenyum dan menyematkan cincin di jari Caca, benar sangat cantik. "aku ingin kita menikah, apa kamu bersedia menjadi istri ku yang selalu menjaga ku, karena aku gak bisa berantem he-he-he,,?"
__ADS_1
"aku bersedia mengajari mu bela diri saat nanti kita telah menikah, agar kamu juga bisa menjaga ku dan anak kita nanti..!" jawab Caca lembut.
Alex tersenyum lebar bahagia mendengar jawaban Caca yang terdengar konyol tapi menyentuh hati Alex. Alex meraih bahu Caca dan memeluknya.