
Hasil pemeriksaan Stella keluar, bibi selalu menemani Stella di rumah sakit sedangkan Susan tetap bekerja seperti biasa juga menengok ke rumah sakit setiap hari. Di hari Sabtu ini Susan baru saja bangun setelah mendengar suara Hp nya berdering.
"ya pagi dok,,!"
"apa Bu Susan bisa ke rumah sakit, hasil pemeriksaan Bu Stella sudah keluar.!"
"baik saya akan segera kesana.!"
Susan mematikan telepon dan bergegas mandi lalu pergi ke rumah sakit. Setengah jam kemudian dia tiba di rumah sakit segera menuju ruang dokter.
"permisi dok,,!" Susan membuka pintu
"silahkan masuk Bu Susan, silahkan duduk.!"
"bagaimana hasil Stella dok,,?!"
"dari hasil pemeriksaan kemarin, Bu Stella mengalami post partum depression itu hanya menyerang ibu baru setelah melahirkan.!" jawab dokter
"jadi apa bisa dikatakan Stella menderita gangguan jiwa dok,,?"
"apakah ada sebelumnya peristiwa dalam kehidupan Bu Stella yang meninggalkan dampak yang besar,,,?" tanya dokter
"iya dok, ada dan itu sangat mengguncang emosinya. masalah keluarga dok.!"
"oke kalau begitu benar, Bu Stella mengalami awal emosi yang tidak terkontrol ditambah dengan masalah yang dia rasakan belum lagi dengan kelahiran nya, bisa dibilang Bu Stella sedang dalam kondisi gangguan jiwa..!" jelas dokter
"apa yang harus kita lakukan dok,,?"
"perlu perhatian khusus dari keluarga terdekat, sebisa mungkin selalu dipantau. jangan biarkan dia kembali mengingat masalah nya hingga berubah jadi emosi lagi. emosi nya harus stabil.!"
"waduh saya gak tau dimana keluarga nya dok, saya juga tidak bisa menemaninya 24 jam dok, kalau dirawat di rumah sakit ini sampai sembuh bagaimana dok,,?"
"kalau memang mau dirawat di rumah sakit, bisa tapi tetap harus ada yang menjaga nya selalu. dan saya sarankan Bu Susan pilihlah kamar yang biasa saja, karena untuk pemulihan membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, belum lagi biaya bayi nya.!"
Susan diam menghela nafas, bingung.
"iya dok saya akan mengganti kamar pasien, terimakasih dok,!"
Susan keluar dengan pikiran yang campur aduk. Dia pergi keruang inkubator bayi melihat dari kaca luar seorang bayi mungil bergerak pelan. Tak lama dia mengunjungi kamar Stella melihat bibi duduk disamping ranjang dan Stella duduk diam tanpa ekspresi menikmati jeruk.
"Bu Susan, baru datang ya?"
"sudah dari tadi tapi saya langsung ke ruangan dokter, bagaimana Stella apa dia sudah sarapan,,?"
__ADS_1
"sudah Bu, tapi gak banyak. Bu Stella liat siapa yang datang,!" bibi mencolek bahu Stella
Stella menoleh melihat Susan "hei kamu tau gak dimana Handoko..?"
"pasti kamu kan yang sembunyikan Handoko,!" teriak Stella
Susan mengelus pundak Stella "sabar Stella sabar kamu harus tenang, Handoko pasti kembali. kamu tunggu aja berita di tv ya.!"
"bi kamu jaga terus ya, kalau ada apa-apa kabari saya,,!"
Susan pergi
*****
Dirumah Adrian yang sedang bermain dengan si cantik Lanie harus terganggu dengan bunyi dering telepon..
"iya pagi pak,,?"
"oh ya, bagus lah akhirnya. oke oke saya langsung ke kantor pak. terimakasih!"
Telepon terputus
"sayang, aku mau ke kantor polisi dulu ya.. Handoko udah ketangkep!" ucap Adrian sambil menyerahkan Lanie
Adrian keluar menaiki mobil dan segera ke kantor polisi.
Sampai di kantor polisi, Adrian melihat seorang pria duduk dengan kaki tertembak dibagian betis yang masih mengeluarkan darah.
"selamat siang pak,,!" sapa Adrian
"pak Adrian silahkan duduk, maafkan kami pak jika penangkapan ini terlalu lama.!"
Handoko menatap Adrian diam.
"Handoko,,, aku tidak menyangka jadi ini keinginan terbesar mu mengajak ku kerjasama,,?!"
"maaf pak Adrian, semua ini karena terhasut oleh Stella,,,!"
"sudahlah Handoko kenapa harus menyalakan orang lain, kalau kamu sendiri juga mengiyakan.!"
Handoko menunduk kan kepala.
"ya sudah pak, tolong di proses segera ya.!"
__ADS_1
"siap pak,,!"
Adrian berbalik badan tapi menoleh ke Handoko lagi.
"oiya Handoko aku punya kabar gembira anak mu telah lahir dan itu bayi perempuan, jadi selamat ya.!" ucap Adrian dan pergi
Apa Stella sudah lahiran bayinya perempuan,, jadi bukan laki-laki.. ooohhh anak ku.
"silahkan bawa pak Handoko ke sel.!"
Handoko di papah menuju sel, dengan kaki terpincang-pincang.
*****
Proses penangkapan nya
Handoko akhirnya berakhir di penjara setelah dua bulan lebih menghilang tanpa jejak, sampai saat dia mulai kehabisan uang yang dia bawa, dengan rambut gondrong serta bau membuat Handoko terlihat orang gila, lalu dia berkeliaran di jalan dengan harapan dengan penampilan nya tak ada yang mengenal nya, berhari-hari dia keluar mencari makan seperti itu.
Tapi malang memang tak dapat ditolak oleh nya saat dia selesai makan siang di bedeng buatan nya bekas hecker itu tiba-tiba.
"Handoko tempat ini sudah dikepung cepat keluar dan serahkan diri anda,,!!" teriak suara diluar
Handoko yang didalam kaget "hah dikepung, waduh..gue harus kabur,!"
Handoko membuka lantai dan masuk kedalam. Tak lama pintu di dobrak.
Brakkkkk,,!!!!!!
Kosong...
"pak kosong,, buronan kabur melalui lantai ubin bawah yang terbuka.!" seorang polisi keluar melapor atasannya.
"cepat cari dan ikuti jalur bawah tanah itu.!"
Perwira polisi diam berfikir dan berlari "kalau bedeng seperti ini membuat jalan bawah tanah kemungkinan jaraknya tidak lebih dari 10 meter. harusnya akan muncul diatas tanah 10 meter dari bedeng ini. pikir polisi
Tiba-tiba 10 meter dari bedeng Handoko sudah bisa loncat meraih pinggiran tanah dan naik keatas. tapi sayang nya baru berlari setengah meter suara tembakan terdengar.
DORRRR !!!!!!
Perwira polisi tadi sudah menunggu tak jauh dari lubang tempat Handoko keluar dan benar dugaan nya, Handoko loncat keatas dan keluar dan langsung ditembak kakinya saat berlari setengah meter. Semua polisi mulai datang dan membekuk Handoko.
*****
__ADS_1