
Sudah menunggu hampir 15menit dokter pun datang, Cindy segera masuk begitu suster memanggilnya.
"maaf ya Bu sudah menunggu,, dengan Bu Cindy ya,, OOO ini suaminya,?"
"iya dok, ini suami saya!"
"mari kita cek kondisi janin nya, suster tolong bantu Bu Cindy naik keatas?"
"naik keatas mana dok,,?" tanya Adrian
"ya keatas kasur dong pak, masa keatas loteng, pak Adrian boleh melihat dari sini ke layar monitor itu ya,,!"
"ha-ha-ha,,, maaf ya dok, maklum anak pertama baru kali ini juga kesini jadi gak ngerti,!" jawab Adrian
Suster mulai mengangkat baju Cindy dan menurunkan celana nya juga, Adrian mulai lagi "sus yang bener aja dong, dokternya kan laki-laki masa bagian intim istri saya kamu pamerin gitu sih, tutup sus!" teriak Adrian
"sayang ih kamu malu-malu in aja deh, diam aja kenapa,!" jawab Cindy
"pak Adrian, saya bertugas sebagai dokter kandungan itu sudah lama sekali, dan prosedur nya memang seperti ini perut ibu Cindy harus diolesi gel agar mudah mendeteksi dimana letak janin itu berada, lagian ya pak ini mah udah makanan saya sehari-hari kali, belum lagi nanti kalau istri bapak melahirkan normal saya juga pasti melihatnya,,!" jawaban dokter terkesan meledek.
Adrian masih cemberut sambil menenteng tas tangan Cindy, tapi tetap memperhatikan perut istrinya, sesekali menatap layar monitor.
"nah ini pak calon anak bapak, normal ya posisi nya ada didalam rahim, kita cek detak jantungnya,,!"
Adrian menatap layar monitor melihat gumpalan oval,,,oooh bayi awalnya bentuknya seperti itu ya,,?" pikir Adrian
Dokter membawa alat lain mendeteksi detak jantung, menempelkan hingga terdengar suara kencang dengan spit cepat.
"itu suara jantung anak saya dok,,?" tanya Adrian
"iya betul pak, detak jantung nya bagus dengan frekuensi kencang dan cepat,, bagus sehat ini,,!" jawab dokter
"suster tolong Bu Cindy dibersihkan dan dibantu turun,,!"
Cidny dan Adrian duduk didepan dokter,
__ADS_1
"jadi apa Bu Cindy mempunyai keluhan,,?"
Cindy Belum menjawab Adrian sudah lebih dulu "ada dok, tiap malam kalau diajak wik wik suka takut, itu kenapa dan harus gimana dok,,?"
Cindy hanya nyengir sambil tepok jidat,.dan dokter pun ikut tersenyum.
"baik saya jawab ya pak,, jadi wajar jika Bu Cindy merasa takut karena memang di trimester pertama ini kondisi janin belum kuat, tapi tidak semua rahim tidak kuat ada yang kuat, melakukan hubungan suami-istri itu boleh saja ajalkan spit permainan nya agak dipelankan,, pak Adrian jangan terlalu kencang dan cepat hentakan nya, takutnya akan melukai si janin.!" jelas dokter
"oooh,, asalkan pelan tapi aman boleh ya dok,, oke!" jawab Adrian
"oke Bu Cindy ada keluhan lainnya,,?"
"sejauh ini sih belum ada dok, malah saya seperti gak hamil dok, tak merasa mual dan muntah juga,,!"
"ya bagus dong, saya justru kasian dengan ibu hamil yang tidak nafsu makan sampai harus diinfus, bagus Bu Cindy tidak mengalami gejala itu, karena memang gak semua ibu hamil mengalami mual muntah jadi makan aja selagi mau, tapi yang sehat ya, jangan junkfood tapi sesekali sih boleh lah." jawab dokter
"iya dok,,saya juga bersyukur,!"
"ini saya kasih vitamin dan tambah darah ya, pesan saya istirahat lah jika merasa lelah, banyak minum air putih, untuk bapaknya kalau bawa kendaraan jangan ngebut, dan satu lagi kalau main pelan-pelan aja oke,,!"
"oiya satu lagi pak, ada baiknya bapak mulai memahami dan membaca buku seputar kehamilan dan melahirkan, bagaimana menjadi suami siaga nanti menjelang persalinan,,?" ucap dokter
"siap dok,,!"
Cindy membayar biaya konsultasi dan pamit. Begitu diparkiran "sayang ih kamu mah, norak amat deh,malu tau oiya jangan lupa pesen dokter,, apa tadi?"
"kalau main harus pelan-pelan,,!"
"astaga sayang, itu aja yang kamu inget, beli buku atau baca di internet seputar kehamilan dan persalinan, oke,,!" jawab Cindy tegas
"iya iya,, nanti aku cari tau,,!"
"kamu mau makan siang dimana sayang,,? laper aku,,!"
"ya sama aku juga lapar,,makan apa ya, kita jalan dulu sambil nyari ide..!" jawab Cindy
__ADS_1
Mereka keluar halaman parkir rumah sakit berbelok ke kanan, "sayang aku pengen makan nasi Padang deh,pakai rendang, ayam goreng ikan kembung bakar, kasih sambal merah huuuu kaya nya mantab deh tuh,, iya sayang aku mau makan itu,, cari cari cepet,,!" Cindy mulai mengelap mulutnya dengan berdecap membayangkan nasi Padang dengan lauk banyak.
Adrian berbelok kerumah makan Padang, memarkir kan mobil dan turun, menggandeng tangan Cindy masuk kedalam. Pelayan mulai bertanya " selamat siang bapak ibu mau makan apa, disini atau dibungkus,,?"
"makan disini, saya mau nasi kasih sayur dan lainnya tapi lauknya dipisah ya, lauknya saya mau rendang, ayam goreng, dan ikan kembung bakar, minum nya air putih aja,!" ucap Cindy
Pelayan mencatat "kalau bapak nya ?"
"saya biasa nasi pakai ayam bakar dan perkedel gak usah dipisah lauknya, minum es teh manis,! cepet ya,,!" jawab Adrian
"baik, tunggu sebentar,,!" pelayan pergi sekitar 10 menit datang dengan membawa beberapa piring dipergelangan tangannya.
Cindy melihat pelayan membawa banyak piring seorang diri begitu kagum dan terpesona hingga tak berkedip.
"selamat menikmati,!" ucap pelayan dan pergi
"widih keren ya sayang pelayan tadi hebat, dia bisa bawa banyak piring sendirian,,!"
"udah makan katanya laper,,!" jawab Adrian yang sudah mulai mengaduk nasi nya.
Cindy tak mau ketinggalan mengaduk nasi dengan kuah dan sayur, mulai mengambil rendang. Mereka makan siang dengan nikmat bahkan mereka sama-sama nambah nasi.
"sayang nanti mau balik kantor apa mau ke kantor ku,,?"
"balik kantor aja lah, nanti sore jemput lagi, dikantor kamu ngapain bengong doang, mending aku ngerjain kerjaan aku,,!"
"di kantor aku, kamu juga bisa ko ngerjain kerjaan kamu,, diruang tidur ruangan aku he-he-he,,!".
"masih siang sayang jangan mesum,,!" sambil menjawab sambil memakan ikan bakar
"ha-ha-ha,,,!"
****
**oooh author jadi pengen nasi Padang juga nih kaya nya,,?
__ADS_1
jangan lupa like and vote nya 🤗**