
Tak terasa waktu sudah hampir habis jam makan siang, sedangkan Adrian, Bella, dan Alex, sama sekali belum makan siang.
" waduh,, jadi bingung nih manggilnya apa ya didepan camer he-he-he,,!" ucap Adrian terkekeh
" camer apa maksud mu,,?!" tanya Leon
" ya kan saya sudah memanggil Bu Windy dengan panggilan Tante, apakah saya harus memanggil pak Leon dengan sebutan om,, ha-ha-ha,,!!" jawab Adrian ketawa sendiri
" memang Cindy sudah menerima cinta mu, sampai kamu berfikir jika aku akan menjadi camer mu, Hah,,!" tanya Leon
" waduh, pak Adrian seperti nya bapak gak cuma berhadapan dengan Cindy yang susah ditaklukkan tapi juga harus berhadapan dengan papa nya juga he-he-he,,!" ucap Bella
" iya betul juga kamu Bella, tapi tenang aja gak ada kata menyerah untuk seorang Adrian,,! aku pasti akan berjuang mendapatkan Cindy,,!" jawab Adrian dengan percaya diri
" sudah yuk pak, bentar lagi waktu makan siang hampir habis, dan kita belum makan siang nih, aku sudah lapar,,!" ucap Bella
" baiklah,, kami mohon pamit dulu Bu Imelda, Tante Windi, dan Om Leon he-he-he,, dah Cindy sayang,," ucap Adrian
" saya permisi pak Leon, Bu Imelda, Tante Windi, Cindy mba pamit ya,,!" ucap Bella menunduk kan kepala
" saya juga permisi pak, Bu,,!" jawab Alex
" oiya Bella, jangan lupa undangan pernikahan kamu, kirim ke saya, saya pasti akan datang. semoga Imelda juga sudah sembuh, nanti kita bisa datang bersama.!" ucap Leon
" iya pak, memang belum rencananya awal Juli pak baru saya sebar undangan nya, pasti pak akan ada undangan untuk bapak dan ibu Imelda, dan semoga ibu Imelda segera sembuh..!" jawab Bella
Mereka bertiga segera meninggalkan kamar VIP, berjalan kearah kantin rumah sakit, untuk mengisi perut karena sudah sangat lapar.
Dikamar VIP Imelda, mereka berkumpul membahas kelanjutan masa depan semuanya.
" oiya apa sekarang Cindy boleh panggil Bu Imelda dengan sebutan mama Imelda,,?!" tanya Cindy
" Hah,, Cindy kamu serius mau memanggilku mama,,Ya Allah senang sekali,!" jawab Imelda
" ya udah, sekarang mama Imelda minum obat dulu ya, kan tadi makan siang nya sudah,!" ucap cindy
__ADS_1
" iya sayang,,!" jawab Imelda
Cindy memberikan obat dan juga menyuapi minum ke mulut Imelda.
" sayang, apakah kamu keberatan jika aku menikahi Windy,,?" tanya Leon
" tidak sayang, sama sekali tidak, justru aku senang jika kamu bisa kembali dengan Windy, karena dengan keterbatasan ku saat ini, aku bersyukur kamu bisa menemukan Windy, jadi ada yang mengurus mu,.aku bisa tenang.!" jawab Imelda
Imelda hati mu begitu baik,, tak ada kesedihan ataupun kekecewaan, semoga kamu segera sembuh.
" Windy, apakah kamu bersedia menikah dengan ku, menjadi istri kedua ku, membantu ku menjaga dan merawat Imelda..?!" tanya Leon
" Cindy, saja yang anakku bisa mencintai Imelda dan merawat Imelda dengan baik, aku pun pasti bisa melakukan hal yang sama tentunya..!" jawab Windy
" jadi kamu mau menerima aku menjadi suamimu, kita mulai lagi semuanya dari awal, aku akan menjaga kalian bertiga para bidadari ku,,!" ucap Leon
" iya aku mau, jika Cindy mengizinkan,,?" jawab Windy sambil menatap kearah Cindy
" loh, kenapa jadi pada ngeliatin Cindy sih, Cindy pasti dukung semua yang terbaik untuk mama, apa lagi selama ini mama tidak pernah mau jika Cindy menyuruh mama mencari pendamping hidup, ternyata mama berharap bertemu dengan papa ya,,?" tanya Cindy
" ternyata selama 21 tahun ini, belum ada laki-laki lain yang berhasil mendapatkan dirimu, aakkhhh bersyukur nya aku..!" jawab Leon
" ya sudah, berati setelah pernikahan Bella kalian bisa mengatur rencana pernikahan kalian, oiya sayang sebaiknya kalian bertiga bertemu dengan mama dan papa secepatnya,!" ucap Imelda
" maaf sepertinya efek obat ini, sudah mulai bekerja aku mulai mengantuk aku tidur dulu ya,!" ucap Imelda
Tak lama Imelda pun sudah terlelap. Leon segera menelepon kerumah.
" bi, bisa kerumah sakit sekarang, naik taksi aja yah,,!" tanya Leon di sambungan Hp nya
Tak lama telepon pun dimatikan.
" aduh, kenapa ini perut Cindy kerucuk-kerucuk ya,, kayanya cacing diperut Cindy mulai lapar deh,, makan yuk mah,,?!" ajak Cindy
" jadi cuma mama aja nih, yang diajak papa gak, papa juga lapar tau, wah curang nih..!" ucap papa
__ADS_1
" iya deh iya,, mama sama papa,!" jawab Cindy senang
Tak lama kemudian pintu diketuk dan bibi pun masuk kedalam. Bibi melihat tuan nya bisa santai bercanda dengan Cindy dan wanita disebelah nya.
" eh, bibi sudah datang,,! bi kenalkan ini Windy mama nya Cindy, bi inget gak, Windy ini wanita yang dulu pernah saya cari sebelum saya menikah dengan Imelda 21 tahun yang lalu, dan Windy ini pergi meninggalkan saya dengan membawa Cindy dirahim nya, yang juga anak saya.." cerita Leon
Bibi terkejut sesaat, hanya tidak menyangka ternyata dunia itu memang sempit.
" jadi ini Nyonya Windy, yang dulu tuan ceritakan pada saya, cantiknya meski sudah memiliki anak gadis seusia neng Cindy,!" ucap bibi
" selamat datang kembali Nyonya, pantas saja waktu saya pertama kali liat neng Cindy, ko wajah nya mirip Tuan, ternyata ini jawaban nya. neng Cindy akhirnya bisa bertemu dengan papa neng Cindy ya,,!" ucap bibi
" iya bi,, Cindy masih gak percaya Lo bi kalau bapak-bapak ini yang tadinya bos Cindy, ternyata papa Cindy,, ya ampun,, tapi Cindy bahagia bi, melihat mama bisa bertemu dengan papa,,!" jawab Cindy bijak
" ya sudah, bi tolong jaga Imelda sebentar, saya mau memperkenalkan Windy dan Cindy ke mama dan papa,,!" jawab Leon
" iya Tuan siap,, semoga Nyonya dan Tuan besar bisa menerima neng Cindy dan Nyonya Windy,,!" jawab bibi tulus
" aamiin,,!!" jawab bersamaan
Mereka berty keluar dari kamar, berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju lobby depan rumah sakit dan berlanjut kearah parkiran mobil. Mereka pun segera memasuki mobil dengan Cindy dibelakang dan mama didepan. Mobil bergerak menuju rumah orang tua Leon.
" Cindy, maaf kan papa tidak bermaksud meninggalkan mama dan kamu,,!" ucap Leon
" udah lah pah, mama gak pernah mengajarkan Cindy jadi anak yang pendendam, karena Cindy tau mama sendiri yang memilih jalan hidup nya sendiri.. yang penting sekarang kan papa udah bisa bertemu dengan mama dan juga Cindy, semoga kita bisa berkumpul bersama dengan Bu Imelda juga tentunya.!" jawab Cindy
" anak papa ternyata bisa bicara dewasa juga ya,, pantas aja Adrian suka sama kamu,,!" balas papa
" iiihh, pah Cindy kalau sama Adrian itu lebih sering berantem nya daripada akur nya,," jawab mama
" iya mama betul itu,,!" balas Cindy
" walaupun kadang Cindy, juga suka nanyain Adrian sih pah, tapi gengsi dia mau bilang kangen,," kata mama lagi
" iya mama betul itu,,, eh apaan tadi mah,,!! gak-gak bukan gitu,,!" jawab Cindy gagap karena main Hp jadi tidak fokus mendengar omongan mama.
__ADS_1
" ha-ha-ha,,,!!! Cindy Cindy,,!!" ucap papa tertawa