Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.37 Cerita Bella part.3


__ADS_3

Dengan berat hati Ariel menghubungi Bella, memberi tahu bahwa sekarang juga dia akan pergi ke London,untuk melanjutkan bisnis ayah nya. Bella pun yang tidak mengerti karena baru saja bertemu, hanya sedikit merasa aneh kenapa Ariel bisa memberi tahu dirinya, padahal Ariel bisa langsung saja pergi.


"Halooo Bella, ini aku Ariel,, maaf kan aku Bella baru saja berjumpa dengan mu sudah harus pergi meninggalkan mu,, sekarang juga aku harus pergi ke London, melanjutkan bisnis ayah ku disana dan entah sampai kapan,," ucap Ariel diujung telepon


"ya sudah pergilah,, tidak usah memperdulikan aku, kau lanjutkan hidupmu, aku pun akan melanjutkan hidupku, terimakasih sudah pernah menolong ku,," jawab Bella


Hingga akhir pembicaraan mereka harus selesai karena Ariel harus segera naik pesawat.


Seminggu kemudian Bella merasa kepala nya agak pusing dan sedikit mual,saat bangun dipagi itu, tidak biasa nya dia seperti itu, sampai ibu pun kaget mendengar anaknya muntah-muntah.


"Bella kamu kenapa nak,, apa kamu sakit?" tanya ibu


"gak pa pa Bu,, mungkin masuk angin" ucap Bella


"mukamu juga pucat, ayoo kita kerumah sakit,,?" paksa ibu


"rumah sakit kan jauh Bu,, gimana kalau kita ke klinik yang dekat saja,," pinta Bella


Berangkat lah mereka menuju klinik 24 Jam dekat rumah mereka, sampai di klinik Bella mendaftar, menunggu untuk dipanggil, tak lama mereka masuk kedalam ruang pasien,, Bella berbaring dan diperiksa,, diberi obat dan diharuskan jangan telat makan, agar asam lambung Bella tidak kambuh.


Sesampainya dirumah Bella agak sedikit tenang, karena hanya asam lambung nya kambuh.


"ya sudah kamu istirahat lah,, ibu mau ke warung dulu,,jangan lupa obat nya diminum,," ucap ibu


Masuklah Bella kekamar, duduk ditepi ranjang pas didepan ranjang adalah kalender gantung miliknya, dia menatap kalender itu merasa ada yang aneh, ko kalender nya bersih ya,, pikir Bella. Maju menghampiri kalender membalikkan ke bulan sebelum nya, juga bersih, balik ke bulan sebelum nya lagi, ada beberapa coretan tanda silang tanda saat dia datang bulan.


Sudah hampir dua bulan Bella tidak bekerja semenjak resaign,, sejenak Bella mencurigai dirinya sendiri, setelah melihat kalender yang bersih tadi, buru-buru dia pergi ke apotik terdekat. Dibelinya 2 tespeck sekaligus untuk meyakinkan hati nya. Sampai dirumah ibu pun belum kembali, segera dia kekamar mandi mencelupkan tespeck menunggu beberapa saat dan ternyata dua garis biru.


Tak percaya diambil nya tespeck kedua, dicoba lagi hasilnya sama dengan dua garis biru. Seketika dia lemas dipinggir pintu kamar mandi, besok aku harus kebidan,, siapa tau tespeck nya ngaco,,pikir Bella yang tak ingin menerima kenyataan.


Ibu pun pulang dari warung, langsung menuju dapur untuk memasak makan siang,,,saat ibu menumis bawang, lagi-lagi Bella berasa mual dan muntah.. Ibu menyusul Bella ke kamar, dilihat anak itu dikamar mandi, berjalan ke arah kalender dinding, ibu nya kaget melihat kalender bulan ini dan bulan lalu bersih. ibu menunggu Bella ditepi kasur.


"Bella apa kamu baik-baik saja nak,," tanya ibu


Saat Bella sudah keluar dari kamar mandi.


"kenapa kalender mu bersih, apa kamu lupa mencoretnya,,?" tanya ibu lagi


"coba ceritakan dengan ibu,, apa pun itu jangan kamu simpan sendiri, ibu hanya punya kamu, kamu anak ibu satu-satunya, berbagilah derita mu dengan ibu nak,,?" ucap ibu lagi


Bella tak kuasa menahan tangis, saat dia datang ke ibu dan menyerahkan alat tes kehamilan itu kepada ibu. Ibu pun kaget, tapi dia tak ingin menyalahkan anak nya, sebelum anak nya menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"cerita lah nak,, ibu dengarkan!" ucap ibu

__ADS_1


Mulai lah Bella bercerita dari awal dihari ulang tahun nya, hingga dia diberikan sejumlah uang oleh orang tua dari laki-laki yang sudah meniduri nya, dan juga sudah mengambil kesucian nya.


Tak kuasa ibunya menangis, menatap wajah anaknya yang nantinya harus memikul beban sendiri, tidak bisa aku akan melindungi anakku dan juga calon cucu ku. batin ibu


Hari berganti hari, Minggu pun berganti Minggu,, tak sedikit mereka menerima cemoohan dan hujatan dari tetangga sekitar, tapi tak sedikit pula yang simpatik dengan keadaan Bella, setelah mendengar cerita ibu.


Hingga pada suatu hari, tepatnya dihati Minggu ketika Bella ingin membeli susu di minimarket, tak sengaja dia bertemu dengan pria yang menjadi bos nya saat ini.


"Waduh kenapa pakai acara offline sih,, saya blum ambil uang cash mba,,, mana ini udah saya minum lagi,, ?!" tanya Adrian


Bella yang sedang antri dibelakang Adrian mendengar ucapan Adrian. Berjalan kedepan.


"maaf mas emang harga minuman nya berapa?" tanya Bella


"harganya 7500 rupiah mba,,saya mau bayar dengan Flash tapi offline, saya kebetulan belum sempat ke Atm, mana udah saya minum lagi,,!" ucap Adrian


"opo, ya sudah biar saya yang bayar aja mba, sekalian dengan susu ini,," ucap Bella sambil menyodorkan susu ke kasir


Laki-laki itu sudah tak ada didalam.


Selesai transaksi Bella keluar, ternyata laki-laki itu menunggu nya di luar.


"wah, terimakasih ya mba, sudah menolong saya tadi, apa yang bisa saya bantu untuk mba nya sebagai balas budi,,,?" tanya Adrian


"gak bisa mba,, gimana kalau saya antar mba pulang, kasian mba lagi hamil kalau jalan kaki,," ucap Adrian lagi


"baiklah,, mas nya maksa sih,, saya jadi gak bisa nolak,," ucap Bella


Masuk kedalam mobil, bergerak pulang kerumah Bella, Adrian ingin langsung pulang tapi sudah keburu dipanggil oleh ibunya Bella.


"mari nak mampir dulu,," teriak ibu Bella


Mereka pun turun, dan masuk kedalam rumah. Ibu mempersilahkan Adrian duduk diruang tamu, ditemani ibu. Bella berjalan ke dapur membuat minuman. Adrian menatap foto yang ada di dinding, tapi tak ada foto pernikahan Bella.


'gak ada foto pernikahan, tapi ko lagi hamil ya?' pikir Adrian


Ibu Bella menyadari Adrian yang sejak menatap foto tampak berkerut heran.


"yang tadi itu namany Bella,dia anak saya satu-satunya sedang hamil sekitar 3 bulan, memang bukan kehamilan yang membanggakan yang adanya setelah pernikahan, tapi kehamilan karena kecelakaan,," cerita ibu


"maaf bu, bukan maksud saya menyinggung hati ibu dan anak ibu."jawab Adrian


"sejak kejadian naas itu, hinggal dia diberikan uang oleh ibu dari laki-laki yang sudah mengambil kesucian nya, lantas Bella pun dipecat dari kerjaannya, hingga saat ini dia belum mendapatkan pekerjaan lagi, Bella yang menanggung semuanya, dia yang mencari nafkah, dia yang hamil, dia yang melahirkan, dia juga yang dicemooh dia juga yang nantinya membesar kan anaknya sendiri,," ucap ibu tanpa sadar sudah menangis. Bella yang mendengar ibu bercerita pun ikut menangis meratapi nasibnya.

__ADS_1


Sampai akhirnya Adrian menawarkan pekerjaan untuknya sebagai staf di kantor nya, Bella pun menyetujui nya, hingga akhirnya dia bekerja disana selama hamil dia masih bekerja sampai terakhir sebelum melahirkan pun dia masih bekerja, hingga bayi mungil tak berdosa itu lahir diberi nama Ayu.


Entah sudah rezeki Ayu atau karena loyalitas Bella, dia diangkat mengganti kan sekretaris lama yang resaign, Bella pun menerima nya dan akan berjanji akan mengabdi untuk Adrian, perusahaan nya, dan juga keluarga Adrian kelak.


Bella menarik nafas menghentikan ceritanya, lalu menatap Bella yang sudah dari tadi menangis mendengar kisah Bella.


Dimata Cindy, Bella itu mirip seperti mama nya, walau mungkin usia mereka berbeda jauh, tapi kebaikan dan ketegaran nya mirip mama nya, membuat Cindy kagum.


"kamu nangis ?" tanya Bella


"semua orang pasti nangis mba kalau denger kisah mba,," ucap Cindy


"Cindy salut mba, mba bisa tegar dan kuat, dengan beban mba, gk keliatan loh kalau mba sudah memiliki anak, apalagi muka mba yang masih terlihat muda dan cantik,,' kata Cindy lagi



"maksud kamu apa, mau bilang mba udah tua,, enak aja, mba emang masih muda tau, usia mba juga baru 33 tahun,,, kamu nih minta dijitak ya,," ucap Bella


"gak mba ampun,,, terus kenapa tadi mba nangis?!" tanya Cindy


"sudah bertahun-tahun mba gak nangis, tadi mba nangis karena mba senang bisa mendengar suara Ariel lagi,, dan yang bikin mba sedih dia ingin melamar mba,,!" ucap Bella sedih


Ya, sejak kepergian Ariel ke London,tak lama telepon genggam Bella sempat rusak dan harus diservis karena saat itu Bella sudah tidak bekerja jadi keinginan untuk membeli yang baru ditahan. Hampir dua bulan Bella tidak memegang telepon genggam. Padahal nun jauh disana ada seorang pria yang mencoba menghubungi nya tidak pernah bisa, sampai pria itu berfikir Bella telah melupakan nya dan mengganti nomor telepon nya.


Sampai tadi ada telepon dari nomor tak dikenal, yang terus berdering, membuat Bella terbangun,pengen gak diangkat tapi berdering terus, karena penelepon diujung sana tak ingin mengakhiri panggilan nya sampai diangkat, setelah lama dia pikir Bella ganti nomor, iseng dia coba telepon lagi dan berhasil,, padahal waktu London dan Indonesia itu kan gak sama.


Sampai akhirnya diangkat dan mereka berbicara, Bella hanya diam, karena dia bingung belum sempat menceritakan tentang Ayu, Cindy sudah keburu datang, jadi langsung dimatikan.


"mba bingung Cindy, mba harus gimana,,?" tanya Bella


"masalah sepele ini mba,, kenapa bingung, dulu mba bertahun-tahun membesar kan Ayu dengan cemoohan orang mba gak bingung,,"ucap Cindy


"intinya mba, jangan bohong, cerita kan semuanya, setelah itu biarkan dia memilih untuk lanjut atau tidak!" ucap Cindy lagi


"oiya mba ngomong-ngomong ayah nya Ayu gak ada kabarnya,,?" tanya Cindy


"sekali mba pernah bertemu dengan mama nya, Bastian , dan juga seorang wanita cantik, waktu mba lagi ajak Ayu jalan-jalan di Mall, kami berpapasan,, Bastian sih kaget liat aku bawa anak kecil, kalau mama nya masih sombong muka nya, aku juga gak peduli dan langsung pergi,," ucap Bella


"mba satu pertanyaan lagi,,, sekarang jam berapa sih,,Cindy udah ngantuk,,?!" ucap Cindy sambil menguap.


"wah gak terasa ya, udah jam 3 pagi, ya udah yuk kita tidur,, untung besok libur,, bisa bangun siang deh,," jawab Bella.


Cindy dan Bella berjalan menuju kamar masing-masing untuk melanjutkan tidur mereka yang tertunda...

__ADS_1


zzzzzz,,,,


__ADS_2