Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Bertemu grup Hen


__ADS_3

Senin pagi Cindy sudah diantar oleh suaminya ke kantor, karena kebetulan Adrian ada pertemuan.


"hati-hati ya sayang,,!" ucap Cindy mencium pipi Adrian


Adrian menjalankan mobilnya pergi meninggalkan kantor Cindy.


"pagi Bu Cindy tumben pagi-pagi sekali sudah diantar Bu,?" tanya satpam


"iya pak kebetulan pagi ini Adrian ada pertemuan jadi saya ikut dari pagi, saya naik duluan ya pak!" jawab Cindy


Didalam kantor Cindy membuka laptop nya mengecek spam ternyata ada beberapa email masuk ke spam yang tidak diketahui siapa pengirimnya. isi tulisan pun sama


"halo Cindy ku, sudah lama kita tidak bertemu, aku rindu."


Biasanya Cindy tidak pernah mengecek spam email nya, tapi hari ini rasanya dia ingin melihat spam sambil mengerutkan kening "siapa yang ngirim aku email spam kaya gini ya,,?" gumam Cindy


*****


Sementara di kantor lain Stella sedang membujuk suaminya agar bisa bekerjasama dengan perusahaan Adrian.


"sayang kenapa kamu gak mau ngajukan proposal kerjasama dengan perusahaan Adrian,?"


"aku gak minat dengan perusahaan Adrian atau pun Leon,,mereka perusahaan besar pasti punya standar tersendiri,!"


"tapi Susan pernah loh kerjasama dengan perusahaan Adrian bahkan aku pernah jadi salah satu artis dari pihak Susan.!"


"aku sudah tau, perusahaan Susan itu masih dibawah perusahaan ku, dan mereka saling kenal jadi meskipun perusahaan kecil mereka menerimanya, karena pertimbangan pertemanan.!"


"ya udah kenapa kamu gak coba,?"


"Stella aku tidak berteman dengan mereka, dan mereka sudah pasti tidak akan mau bekerjasama dengan ku.!"


"kenapa kamu takut ya sayang,,!"


"aku bukannya takut, tapi malas aja.!"


****


"Bu Cindy sudah datang,,tumben?!"


"kamu kenapa ko muka nya kaya baju belum di gosok sih,?!"


"oh itu gak pa pa Bu, agak lelah aja kemarin!"

__ADS_1


"kamu lelah, emang habis ngapain?"


"lelah berantem Bu,!" jawab Caca dan pergi keluar


"pasti Alex lagi deh, haduh kenapa sih mereka kaya kucing dan tikus gitu, jarang banget akur nya,,?"


Caca masuk kembali keruangan Cindy "Bu nanti siang jangan lupa ya ketemuan sama grup Hen?!"


"beres,, oiya Ca sini deh,,!"


Caca mendekat dan Cindy memperlihatkan spam email nya "kamu lihat deh spam email ini aneh gak menurut mu?"


Caca meneliti "aneh lah Bu, gak ada subjek, gak ada nama pengirimnya, kalau dilihat dari tanggal masuk mulai awal dikirimnya ini sama persis saat Lesti datang kesini, dan terus dia kirim sampai hari ini.!"


"Lesti siapa,,?"


"ya ampun, Lesti itu perwakilan grup Hen Bu,!"


"ooiya aku ingat,, iya yah kamu betul juga, dari mulai Lesti datang sampai hari ini spam itu ada setiap harinya dengan kata-kata yang sama juga.!"


"ibu penasaran gak,,? mau Caca jadi detektif,,!"


"he-he-he,, penasaran banget sih gak cuma kepo aja ha-ha-ha,,!"


Siangnya,,,


"Bu Cindy, yuk kita ketemuan dengan CEO grup Hen itu.!"


"iya yuk dari pada kena macet jam makan siang, mending kita yang nunggu mereka di sana aja.!"


Mereka pergi ke restoran Jepang yang sudah dipesan oleh pihak grup Hen. Setiba nya di restoran setelah 25 menit perjalanan mereka diantar pelayan ke ruangan khusus.


"silahkan Bu tunggu didalam, ruangan ini sudah dipesan oleh pak Hen dari grup Hen!"


Mereka masuk dan duduk menunggu.


"seleranya boleh juga, siapa ya,,?" gumam Cindy


Menunggu 15 menit pintu terbuka. masuklah seorang wanita dan dua orang pria, Cindy sama sekali tidak mengenali kedua pria itu hanya wanita yang datang bernama Lesti yang dia kenal.


"maaf Bu Cindy kami telat,,!" ucap Lesti


"tidak masalah kami juga belum lama,!" jawab Cindy

__ADS_1


Cindy sudah mulai memperhatikan mereka sejak mereka masuk, kedua pria itu yang satu nya nampak berbeda seperti nya itu CEO dari grup Hen. Pria berjas dengan potongan rambut belah tengah dan berkacamata seakan mulai lagi mengingatkan Cindy kepada seseorang, tapi siapa,,?


"kenalkan Bu Cindy, ini CEO kami namanya Hendra,!" ucap Lesti


Seketika jantung Cindy berdegup dan berdetak tak beraturan. CEO yang bernama Hendra itu membuka kacamata nya, dan benar meski sudah lama sekali tak bertemu tapi wajahnya tidak berubah banyak, yang paling mencolok adalah gaya rambut nya yang belah tengah.


"Hendra,,!" panggil Cindy


laki-laki yang bernama Hendra mendongak menatap Cindy dengan tatapan wajah lembut sama seperti dulu saat mereka sama-sama. Hendra berdiri berjalan menghampiri Cindy menyodorkan tangannya Cindy pun mengangkat tangannya dan tanpa disangka Hendra malah mencium punggung tangganya.


"hai Cindy ku apa kabar,,?" ucap Hendra


"ini beneran kamu,, dan itu Lesti adik kamu ya,,?" tanya Cindy masih syok


Sementara Caca melihat sedikit banyak mulai menyambungkan spam email Cindy dengan CEO Hen itu adalah orang yang sama.


"maaf pak Hendra bisa anda lepaskan tangan anda dari atasan saya,,?" ucap Caca


"oh maaf,,!" jawab Hendra


"bagaimana jika kita mulai saja pembahasan kontrak kita selanjutnya,,?!" ucap Caca mengambil alih karena Cindy hanya diam.


"Lesti tolong kamu urus ya, saya ada urusan dengan Bu Cindy,, mari Bu Cindy ada yang ingin saya sampaikan, bisa ikut saya sebentar,!" ucap Hendra


Cindy benar-benar bingung dengan kemunculan Hendra yang tiba-tiba. Cindy masih diam ditempat sampai Hendra menarik tangan nya lembut dan mengangguk. Tapi buru-buru dihadang oleh Caca,


"maaf pak Hendra tolong anda sopan sedikit, biar bagaimanapun Bu Cindy ini klien anda, dan yang lebih penting lagi Bu Cindy sudah menikah dan sedang hamil,,!" teriak Caca


Hendra tidak mempedulikan ocehan Caca dengan santai dibawanya Cindy keluar ruangan itu, Caca hendak mengikuti nya tapi dihalangi oleh Lesti dan pria satunya.


"minggir jangan halangi saya, jangan sampai saya menggunakan kekerasan,,!" teriak Caca


"Bu Caca, maaf sebelumnya saya sebagai adik pak Hendra memohon pada Bu Caca agar memberikan pak Hendra waktu untuk bicara dengan Bu Cindy,,!" ucap Lesti


"katakan pak Hendra membawa Bu Cindy kemana,,!"


"Bu Caca tenang saja, pak Hendra tidak akan menyakiti Bu Cindy saya jamin, karena saya tahu bagaimana kakak saya menyayangi Bu Cindy,,!" jelas Lesti


Caca diam berfikir mungkin ada sesuatu diantara mereka yang belum selesai dan harus diluruskan.


"baik kita tunggu disini sampai Bu Cindy kembali, kalau sampai tidak diantarkan kesini kalian semua akan tau akibatnya..!" ucap Caca geram.


Caca sebenarnya mudah melumpuhkan laki-laki yang berdiri disebelah Lesti ini, tapi dia tidak ingin membuat keributan yang ada Bu Cindy yang akan malu, lagi pula Caca melihat pak Hendra tidak akan menyakiti Bu Cindy.

__ADS_1


Caca mulai rilex dan kembali duduk.


__ADS_2