
Keesokan paginya, meskipun hari ini tanggal merah Cindy tetap terbiasa bangun pagi. Semalam Oma dan Opa nya menginap, saat Cindy turun dari kamarnya seluruh keluarga nya sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan.
" semalam kamu pulang jam berapa sayang,,?" tanya Windy
" sampai rumah setengah sebelas deh kayanya, udah sepi soalnya, gimana kemarin mah seleksi nya,,?" ucap Cindy
" yang banyak bertanya itu papa mu dan juga Oma Opa mu, kalau mama lebih jadi pendengar aja,,!" jawab Windy
" kalau papa sih, tetap ke Adrian, karena selain papa sudah mengenal dia dalam bisnis, juga mama mu dulu punya hubungan baik dengan Oma nya Adrian, sedangkan Baim papa hanya tau sekilas saja, untuk keluarga nya di Jerman sana papa belum terlalu mengenal nya, hanya dari yang papa dapat info keluarga Baim memang konglomerat di Jerman sana" ucap Leon
" Cindy sayang, semua keputusan dan pilihan ada di tangan mu, kamu yang menjalankan jadi harus kamu pilih betul-betul. kami hanya mendukung setiap pilihan mu,!" ucap Oma
" betul Cindy, kamu coba bicara dan nilai, serta tentukan pilihan mu." ucap Opa
" iya Cindy ngerti ko. ini juga Cindy mau pamit mau ketemu Baim, dari dia kembali ke Indonesia Cindy belum bertemu dengan nya, dan Baim meminta Cindy ketemu di cafe." ucap Cindy
" ya,,semoga kamu bisa menentukan pilihan yang tepat." jawab Leon
Selesai sarapan Cindy menuju kamar untuk mengambil tas dan kunci mobilnya. Sementara keluarga nya berkumpul diruang keluarga bermain dengan jagoan kecil dirumah itu.
" Cindy pergi dulu ya,,dah..! ganteng kaka Cindy pergi dulu ya,," sambil mencium pipi Vicky
****
Tak lama Cindy sampai di cafe yang dulu milik Baim, tapi karena Baim memutuskan untuk ke Jerman semua usahanya dijual. Baim yang melihat kedatangan Cindy, melambaikan tangan.
" hai,, apa kabar..Baim,,!" ucap Cindy
" hai,, ayo duduk..kabar ku baik, oiya aku turut berdukacita untuk Tante Imelda ya,,!" jawab Baim
" iya, terimakasih.gimana betah tinggal di rumah sendiri,, enak kan kumpul bareng keluarga,,?" tanya Cindy
" iya, ternyata bisnis dan dunia kantor itu tidak seburuk yang aku kira, malah aku semakin menikmati. kamu sendiri juga sekarang sudah berubah ya, semakin dewasa dan tetap cantik,,!" jawab Baim
" aku dewasa karena memang rekan bisnis dan klien ku kebanyakan sudah dewasa jadi aku menyesuaikan, kenapa aneh ya,,?" tanya Cindy
" gak ko,, malah bagus, karena kamu kan memang sudah mandiri dari awalnya jadi tidaklah sulit untuk mu menyesuaikan,,!" ucap Baim
" oiya ngomong-ngomong gimana udah nyantol apa belum perempuan Jerman,, he-he-he,,!" ledek Cindy
" justru itu aku mengajak ku kesini, karena aku ingin memberikan ini padamu,,!" Baim memberikan undangan pernikahan nya.
" waduh, mantab gerak cepat nih kayanya, katanya waktu itu aku disuruh nunggu kamu, he-he-he" ucap Cindy
" iya, maafkan aku Cin, kalau bukan karena mamaku yang saat ini sakit keras dan memberikan amanat agar aku menikahi anak temannya, aku juga akan datang mencari mu.!" jawab Baim
__ADS_1
" ya sudah gak pa pa, mungkin kita memang gak jodoh, lagipula kita kan masih bisa berteman, tapi aku tidak janji ya untuk bisa datang di pernikahan mu, yang pasti aku ucapkan selamat untuk mu, sayangi istrimu.!" ucap Cindy
" maafkan aku Cindy, sudah memaksa mu menunggu ku, tapi ternyata aku malah akan menikah dengan wanita lain." kata Baim
" sudahlah tak usah diambil pusing, jangan merasa bersalah seperti itu, namanya juga hidup kita manusia hanya bisa membuat rencana tapi pada akhirnya yang menentukan jalan kita tetap Tuhan yang maha esa,,!" jawab Cindy
" Cindy aku juga tidak bisa berlama-lama, hari ini juga aku akan kembali ke Jerman, Terimakasih sudah mau berteman dengan ku, semoga kita akan tetap berteman.!" ucap Baim
" iya dong pastinya,, oke kamu hati-hati ya, semoga pernikahan mu nanti lancar, dan semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali.!" balas Cindy
Mereka berpelukan hangat layaknya teman lama yang tak bertemu. Mereka berjalan keluar cafe menuju parkiran mobil dan berpisah disana. Cindy memandang mobil Baim, entah kenapa ada sedikit perasaan sedih sampai hampir meneteskan air mata.
" ko aku mendadak sedih ya, waktu tau Baim mau menikah, masa iya aku mulai ada rasa sama Baim,,? kayanya gak deh, Entahlah,,,!" gumam Cindy masuk kemobil nya.
" duh, aku malas banget nih pulang, enak nya kemana ya,,? aku coba telepon Adrian deh, lagi apa sih tumben hari ini gak mengabari ku, biasa nya setiap hari Hp ku rame dengan suara Ting Ting chat dari nya.!" ucap Cindy
Telepon tersambung, lama sekali tidak diangkat, sampai telepon mati.hingga Cindy mengulang sampai 3x, sampai dia merasa khawatir.
" aduh, kenapa gak diangkat sih,, tumben.!" gumam Cindy lagi
Cindy mencoba menelepon kembali. Telepon tersambung masih belum diangkat, diulangi lagi panggilan,, dan berhasil.
" Adrian,, kamu kenapa lama sekali gak angkat telepon ku sih,, kamu dimana,,?" tanya Cindy
Adrian yang sedang demam, semakin pusing mendengar suara keras Cindy,
" kamu sakit, masa sih, bisa sakit juga ya,, ha-ha-ha,,! cepat kirim alamat rumah mu,,!" balas Cindy
" kamu pikir aku robot yang gak bisa sakit ya, aku juga manusia (sakit masih sempet nyanyi) alamat ku buat apa?" tanya Adrian
" ha-ha-ha,,!! katanya sakit tapi masih bisa nyanyi, aku mau kesana, mau ditengokin gak,,? ya udah kalau gak mau,,byee,,!" jawab Cindy
" eh,,tunggu tunggu,, kenapa jadi kamu yang sensi sih, kan aku yang lagi sakit. nanti aku kirim alamat nya, kalau kesini bawa makanan ya, aku lapar,,!" balas Adrian cepat
" nah, kan butuh juga akhirnya, gak usah gengsi, ya udah share rumah kamu aku kesana sekarang.!" jawab Cindy
Tak lama setelah telepon dimatikan, muncul pesan masuk memberi tahu kan alamat nya. Cindy segera meninggalkan parkiran dan mengikuti GPS kerumah Adrian, tak lupa dia mampir ke minimarket yang lumayan lengkap membeli beberapa makanan cepat saji, dan beberapa bahan mentah yang akan dia masak nanti.
Tak lama kemudian sampailah didepan gerbang rumah Adrian, setelah pintu gerbang dibuka oleh satpam Cindy pun masuk.
" pak, si bibi kemana,, Adrian beneran sakit ya pak,,?" tanya Cindy
" iya mba, bibi sudah 3 hari ijin pulang kampung dan belum kembali karena si bibi di kampung juga sakit. iya tuan Adrian sedang sakit.!" jawab satpam
" baiklah saya masuk dulu pak,,!" pamit Cindy
__ADS_1
Membuka pintu dan masuk, rumah sepi Cindy baru pertama kali kerumah Adrian, jadi dia tidak tahu dimana Adrian tidur.
" bagaimana caranya aku tau yang mana kamar nya ya,, gede banget rumahnya,,aduh PR ini mah,,?" gumam Cindy
" ya udah deh aku cari dapur aja dulu, aku masak kalau dia mencium bau aroma masakan juga nanti dia akan datang dengan sendirinya..!" ucap Cindy
Berjalan kearah belakang mencari dapur, lalu meletakkan belanja an nya di meja, dibuka magiccom ternyata kosong, Cindy memasak nasi.
" untung aja tadi aku beli beras juga,,!" gumam Cindy
Memasak nasi, memotong sayuran dan bahan lainnya, dia akan membuat capcay dan ayam goreng. Ayam yang sudah dipotong diungkap dengan bumbu instan, di kompor satu nya dia memasak sayur, beberapa menit kemudian aroma sudah memenuhi ruangan dapur.
Saking serius nya Cindy memasak sampai tak mendengar langkah Adrian yang turun, Adrian menghampiri Cindy dan berdiri dibelakang nya.
" eheemmm,,!" Adrian sengaja mengagetkan membuat Cindy berbalik badan dan berhadapan dengan Adrian.
" astaga sejak kapan pembantu rumah ku berubah jadi cantik gini sih,,!" ucap Adrian lagi
" katanya sakit, tapi masih aja ngegombal,, udah sana tunggu bentar lagi matang,!" jawab Cindy
" emang, kalau orang sakit gak boleh ngegombal ya,,?" ucap Adrian sambil berlalu dari dapur
Adrian memperhatikan Cindy yang sedang memasak, ini pertama kalinya Cindy datang dan memasak dirumah nya.
Tak lama kemudian makanan pun siap, Cindy membawa nya ke meja makan. Cindy mengambil kan makanan Adrian ke piring, dan memberikan pada Adrian
" ayo makan,, biar kamu cepet sembuh, jadi aku gak perlu kesini lagi.!" jawab Cindy
" yah, ko gitu sih, kalau gini aku jadi pengen sakit terus biar kamu datang kesini terus,,!" balas Adrian
" Yee, sakit itu gak enak tau, udah cepet dimakan terus minum obat nya tadi aku juga udah beli beberapa obat turun panas, semoga bisa bikin kamu enakan setelah nya. pokoknya kamu jangan sakit lagi, dari pagi aku buka Hp ko gak ada yang ngegombal in aku, ternyata sakit..!" ucap Cindy
" kenapa,, kamu kangen ya,?" tanya Adrian
" udah dimakan, minum obat lalu istirahat, aku temani kamu nanti sore aku pulang ya.!" jawab Cindy
" aku udah sehat ko, obat nya itu ya kamu..!" jawab Adrian
" nah kan gombal lagi,,!" balas Cindy
" tapi suka kan,,, he-he-he,," jawab Adrian
Mereka makan siang, selesai Adrian minum obat dan istirahat di ruang tamu dengan kursi yang disulap jadi bed. sementara Cindy merapikan meja makan, mencuci piring, mengambil sepiring makanan untuk satpam.
" pak,, ini dimakan dulu,,!" panggil Cindy
__ADS_1
" wah, terimakasih mba,,!" jawab pak satpam
Cindy kembali kedalam duduk disamping Adrian, yang sudah tertidur karena efek obat sudah bekerja. Cindy menonton tv, sambil sesekali memperhatikan wajah Adrian.