Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Cemburu


__ADS_3

Sore harinya Adrian menjemput Cindy di kantornya, "pak istri ku masih ada didalam kan,?" tanya Adrian


"siap pak, masih ada bersama Caca, silahkan pak!" jawab satpam


Adrian berjalan masuk kedalam menuju ruangan Cindy, membuka pintu disana ternyata masih ada Caca.


"kamu belum pulang Ca,?"


"saya nunggu pak Adrian dulu baru saya pulang, ya udah Caca pulang ya Bu,!" pamit Caca


"hati-hati ya Ca,!" Caca sudah keluar ruangan.


"ayo sayang kita juga pulang.!" ajak Adrian


"yuk,!" Cindy mengambil tas nya dan menggandeng lengan suaminya


****


Caca yang sudah menjalankan mobilnya tidak menyadari jika dia diikuti mobil lain dibelakang. Caca berbelok di Cafe depan apartemen nya "kayanya minum Moccha latte enak deh,,!" gumam Caca


Duduk sendiri memesan kopi sambil bermain dengan Hp nya, hingga tak sadar seorang laki-laki sudah berdiri didepan nya. "haloo Caca ya, kamu sendiri? boleh saya bergabung,?!" tanya Hendra


Caca melihat sambil mengerutkan keningnya "pak Hendra ngapain kesini, nguntit saya ya,?"


"idih, nguntit kamu males amat, kebetulan aja saya lewat sini iseng aja mampir eh ternyata ada cewek sendirian,,!" jawab Hendra


Caca diam tak menyahut, lama kelamaan mereka akhirnya terlibat pembicaraan serius, hingga seseorang diluar menatap dari dalam mobil "siapa tuh cowok ko kayanya akrab gitu sama Caca,,?"


"ah udah lah bukan urusan gue, paling juga teman biasa, dari pada gue cemburu mending gue cabut aja lah,,!" kata laki-laki didalam mobil lalu pergi


"oooh ya itu salah pak Hendra lah, kenapa juga gak ngasih kabar pergi janji eh gak ditepatin?" sela Caca


"iya kamu benar, salah ku disitu padahal aku tau alamatnya tapi selalu berfikir nanti dan nanti karena aku berusaha keras kembali ke Bandung menemui Cindy, tak berfikir bahwa Cindy malah sudah menikah. yah mungkin ini nasib ku,,!"


"yang sabar ya pak, mencintai kan gak harus memiliki pak,,!"


"eh emang tampang ku kaya bapak-bapak ya,,?"

__ADS_1


"ehmm gak juga, tapi udah pantes lah jadi bapak-bapak,,!" jawab Caca


"saya ini seumuran dengan Cindy tau, mungkin lebih tua saya berapa bulan, kamu jangan panggil saya bapak dong,!"


"saya biasa panggil Cindy dengan Bu Cindy, jadi saya juga harus manggil anda dengan sebutan pak Hendra, biar lebih sopan,!"


"jangan dong, panggil Hendra aja ya, nanti aku bayarin deh kopi kamu,,?!" bujuk Hendra


"ha-ha-ha,,, emang dikira saya gak bisa bayar sendiri apa,?"


"ya udah deh terserah, kalau dalam kerja kamu boleh manggil saya pak Hendra, tapi saat diluar panggil saya Hendra aja oke,,?!"


"ya gak buruk buruk amat sih,, oke lah,,!"


"berteman,,!" ucap Hendra


"baiklah berteman,,!" jawab Caca


"berati kita sudah bisa dong tukerna nomor Hp ya,,!"


"wah minta lebih dia,, mana Hp nya,?!" jawab Caca


"oke deh Ca, kalau begitu saya pamit dulu ya, sampai jumpa lagi, kopi kamu udah saya bayar ya,,!" ucap Hendra dan pergi.


Caca memperhatikan Hendra ke kasir dan keluar menaiki motor ninja nya "hah CEO naik motor, gila juga tuh orang ha-ha-ha,,!" ucap Caca tak bisa nahan ketawa.


Caca pun berdiri dan menaiki mobil masuk ke apartemen nya diseberang cafe itu.


*****


Sementara di rumah Adrian


Cindy yang sudah bersih-bersih duduk di ranjang dengan Adrian disebelah nya.


"sayang tadi aku udah ketemu dengan CEO grup Hen itu, ternyata dia teman lama ku dulu saat aku SD dan Lesti itu adiknya, mereka berubah sekali penampilan nya, sampai aku gak mengenali.!" cerita Cindy


"teman lama kamu saat SD itu berati saat aku pindah ke Jakarta, dan kamu pindah kerumah nenek dan kakek mu ya,,?" tanya Adrian

__ADS_1


"yupp betul,, tapi pertemanan kami juga gak lama, karena keluarga mereka pindah entah ke kota mana gitu dan sampai kemarin tak ada kabar berita nya, makanya aku kaget sekali melihat nya datang.!"


"kaget apa seneng,,?"


"ya dua duanya sih, kaget gak nyangka bisa ketemu lagi dan siapa sih yang gak seneng ketemu temen lama,!"


"hayoo jujur dulu kamu pernah punya hubungan apa sama dia,,?"


"hubungan teman, dia itu anaknya penakut banget masa kalau dijahili anak lain sembunyi dibelakang aku,,!"


"kamu suka,,?"


"dulu sih iya ha-ha-ha,,,!!! tapi masa lalu sayang, sekarang mah gak lah.!"


"Cindy,,,!!!!" teriak Adrian


"apaan sih teriak-teriak berisik tau, mau bikin kuping ku tuli ya,,kenapa,,?"


"aku cemburuuuuu,,,,!!!!" rengek Adrian


"ha-ha-ha,,,!! kirain kenapa,gak ada yang perlu dicemburui, masa depan ku hanya bersama mu dan anak kita, gak ada yang bisa ganggu ataupun misahin kita.!" jelas Cindy


"iya kamu benar, tapi kalau laki-laki itu coba-coba ganggu atau godain kamu, liat aja dia akan berhadapan dengan ku,!"


"udah ah,, gak usah bahas Hendra lagi, kita main aja yuk,,!"


"main yuk,, semenjak kamu hamil aku jarang minta main deh, abis aku takut kalau liat kamu meringis-meringis gitu,!"


"he-he-he,,!" Cindy mulai mencium bibir suaminya dengan bernafsu


Adrian pun tak kalah sama bernafsu nya dengan istrinya, mereka berciuman lama lidah mereka saling bertaut tangan Adrian sibuk membuka kaitan bra Cindy sementara Cindy memegang leher suaminya.


Hinggal baju tidur mereka terlepas mereka mulai berpacu dengan pelan dan lembut tak ingin melukai ataupun membangunkan bobonya dede bayi. Olahraga malah hingga keringat bercucuran memanggil nama pasangan masing-masing dengan cinta. Sampai mereka terkulai lemas bersama.


Saling menggenggam tangan "tak ada yang bisa memisahkan kamu dari ku, aku akan menjaga kamu dan anak kita sampai kapan pun bahkan dengan nyawa ku sekalipun!" ucap Adrian


"terimakasih sayang, kamu memang laki-laki yang bertanggung jawab. kita akan menua bersama, tetap saling mencintai bersama menemani anak-anak kita tumbuh besar dan memiliki cucu dari mereka..!" jawab Cindy

__ADS_1


****


uuuu so sweet 😘😘😘🤗🤗🤗


__ADS_2