Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Masuk Perangkap


__ADS_3

Rabu pagi nya, Cindy sudah teriak-teriak membangunkan Adrian. "sayang bangun kerja,!"


"libur lagi deh sayang,,!" bujuk Adrian


"enak aja gak bisa, kemaren udah libur, bukannya kamu hari ini mau ketemu dengan Handoko,?"


"oiya,, tapi kamu sendirian dirumah gak pa pa sayang,,?"


"gak pa pa, doakan aku baik-baik aja ya,,!"


"pasti sayang, ya udah aku mandi bentar." Adrian bangun sementara Cindy menyiapkan pakaian kerja suaminya lalu keluar.


Selesai sarapan "sayang kalau ada apa-apa kamu segera hubungi aku ya.!"


"oke bos,!"


Adrian merasa berat sekali harus meninggalkan istrinya sendirian dirumah, Cindy mengantarkan Adrian sampai di mobil dan masuk kedalam mengunci pintu setelah suaminya pergi.


*****


Alex sesuai janjinya datang menjemput Caca, tak lama setelah ia mengetuk pintu Caca keluar "udah siap,?"


"udah yuk, takut nya macet di jalan.!"


Diperjalanan saat mobil mereka terhalang lampu merah persis disebelah mobil mereka Caca yang kebetulan sedang menatap keluar jendela melihat mobil yang dia kenal dengan seorang wanita didalam nya bergelayut manja itu kan si Hendra, sama siapa lagi ko kaya nya cewek nya beda sama yang kemarin sih,?!" batin Caca


Sampai di kantor Caca pun turun "makasih ya Lex, udah jemput dan nganter sampai kantor.!"


"nanti pulangnya aku jemput lagi ya,,?"


"gak usah Lex, mobil ku hari ini diantar ke sini ko sama bengkelnya.!"


"oh gitu ya udah, jangan lupa sarapan dan makan siang ya. kamu kan harus gantiin Cindy sampai hari Jumat, jangan sampai sakit.!"


"ih, tumben amat manis gini kamu, tadi sarapan apa emang nya.?"


"sarapan gula pasir,, udah ya bye!" Alex melambaikan tangan dan pergi


*****

__ADS_1


Sementara itu dirumah Cindy sudah mandi berganti daster rumahan lainnya duduk menikmati sarapan nya sambil menonton tv.


"kalau dipikir-pikir diam dirumah itu enak juga y, santai gak ada yang ngeburu-buru kaya nya setelah lahiran aku akan fokus dirumah aja lah. masalah perusahaan nanti aku bicarakan dengan papa,!" gumam Cindy


Diluar pagar rumah Cindy ternyata kedatangan sebuah mobil dan seorang wanita hamil turun saat ingin masuk di sudah lebih dulu dicekal tangannya.


"maaf Bu, ibu tidak boleh masuk kedalam,?" ucap bodyguard


"heh,, jangan pegang-pegang ya. kamu gak tau siapa saya, saya ini teman nya yang punya rumah ini.!" jawab Stella


Cindy yang mendengar ribut-ribut diluar mengintip dari jendela terlihat diluar pagar Stella sedang beradu mulut dengan beberapa laki-laki.


"Stella ngapain disini,,? pasti mau bikin masalah lagi deh!"


"itu juga laki-laki siapa ya, ko kaya nya menghalangi Stella untuk masuk.!"


Cindy penasaran dan keluar.


"ada apa ini ribut-ribut,,?" tanya Cindy


"maaf Bu, saya ditugaskan pak Adrian untuk menjaga sekitar rumah ibu dari wanita ini Bu,!"


"kenapa dengan saya, saya kesini hanya mau bertamu baik-baik,!" balas Stella


Cindy masuk diikuti Stella dan tiga bodyguard ke ruang tamu.


"oke Stella ada perlu apa kamu datang lagi kesini,?!"


"aku hanya ingin main,?"


"maaf aku tidak ada waktu untuk bermain-main dengan kamu, jika tidak ada hal yang penting lebih baik kamu pulang aja,!"


"sombong sekali kamu sekarang, mentang-mentang sudah jadi istri Adrian. kamu tau gak kamu itu sudah merebut Adrian dari ku, harus nya aku yang menjadi Nyonya Wiratama bukan kamu.!"


"Stella, aku harap kamu bisa sadar diri sekarang liat kamu sedang hamil anak Handoko, kamu harus syukuri itu, kamu sudah punya kehidupan yang baik.!"


"gak usah sok tau, kamu ingat y aku gak bisa bahagia dengan Adrian maka kamu pun gak boleh bahagia dengan Adrian. kamu tunggu aja kehancuran yang akan terjadi dengan Adrian pelan-pelan. kalian akan jadi gembel dijalanan.!" jawab Stella dan pergi


Cindy hanya geleng-geleng kepala "kalian boleh berjaga lagi diluar ya.terimakasih!"

__ADS_1


Bodyguard pergi.


"Stella jangan bilang kalau kamu sudah gila ya.!"


*****


Di kantor Adrian


"bro Lo belum telepon Handoko ya,?"


"oiya lupa gue, untung Lo ingetin, gue kepikiran Cindy gak tenang gue.!"


"udah fokus sama Handoko dulu, dirumah kan udah ada bodyguard yang berjaga dirumah Lo, aman lah,!"


Adrian mengangguk dan mengambil Hp nya


"selamat pagi pak Handoko,! saya Adrian mengenai proposal kerjasama yang pernah anda tawarkan perusahaan saya menyetujui nya.! Besok anda bisa datang ke kantor saya untuk tanda tangan kontrak nya.!" ucap Adrian


Tak lama telepon terputus.


"oke Lex, besok dia datang begitu dia sudah tanda tanganin kontrak, Lo lanjutkan penyelidikan lebih dalam ya. cari bukti kejahatan yang bisa memberatkan dia dipengadilan nanti, karena gue yakin tujuan dia kerjasama dengan kita dia pengen liat kita hancur.!" ucap Adrian


"oke sipa Lo tenang aja, masalah kecil itu!"


"besok kita buat Handoko masuk dalam perangkap kita, dan biarkan dia berfikir kita yang sudah masuk dalam jebakan dia. begitu dia terbuai oleh kecurangan nya mengambil uang perusahaan selama sebulan baru kita dobrak balik dia, jangan berhenti sebelum masuk penjara.!"


*****


Dalam perjalanan pulang Stella dimobil tak henti-hentinya marah-marah rencana demi rencana yang pasti nya jahat dia susun buyar sudah karena tak menyangka adanya penjagaan dirumah Adrian.


"dari mana kamu,,?" tanya Susan


"bukan urusan Lo,!"


"kamu gak pernah ke dokter kandungan ya,?" tanya Susan


"gak perlu, gue gak pernah mengharapkan anak ini, anak ini ada itu kemauan Handoko dan juga biar gue bisa mendapatkan kekayaan dan sayang Handoko, jadi Lo gak akan pernah punya kesempatan untuk mengambil bagian anak gue.!" jawab Stella


"kalau kamu mau aku bisa anter kamu ke dokter kandungan, paling gak sekali aja untuk tau perkembangan nya.!" Susan masih bersabar tak mau terpancing

__ADS_1


"gue bisa sendiri,!" Stella masuk ke kamar


Susan menghela nafas, dia tidak kasian dengan Stella dia hanya iba dengan bayi diperut Stella, tidak pernah tau bagaimana perkembangan nya, Stella juga tidak pernah minum susu hamil.


__ADS_2