
Cindy kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan, kamar VIP menjadi pilihan Adrian untuk istri nya. Menjalani masa pemulihan setelah 3hari yang lalu berjuang mempertaruhkan nyawa melahirkan seorang bayi perempuan cantik yang saat ini sedang menyusu kepada ibu nya.
"sayang filling kamu benar,,!" ucap Cindy
"he-he-he,,!! ya kan. cantik saat lahir merah eh sekarang mulai agak putih ya, mirip siapa ya,,?" jawab Adrian
Adrian sampai hari ini belum ke kantor, dia bahagia setiap hari melihat bayi mungil itu menggeliat di dalam box kaca diruang bayi, terlebih lagi saat bayi itu dibawa ke Cindy, Adrian puas menatap, memeluk, bahkan menggendong anaknya.
"sayang kamu udah siapin nama untuk anak kita,,?" tanya Cindy di sela dia menyusui
"kamu ada ide gak,?"
"gimana kalau namanya Melanie Agatha Wiratama ?!"
"unik juga namanya, boleh deh.! Haloo Lani sayang, ini papa,,!" jawab Adrian
"oiya sayang, kamu gak kerja udah berapa hari,, kasian Alex tau. handle perusahaan sendirian.!"
"gak pa pa, dia hebat ko dia sudah paham apa yang harus dia kerjakan.!"
Dreettt Dreettt Dreettt
"ya kenapa Lex,,?!!"
"oh gitu oke, bagus biarin aja dia nikmatin dulu hasil yang dia mau.!"
"sampai Cindy pulang, baru kita buat perhitungan dengan dia.!"
Telepon terputus.
Tak lama keluarga besar dari Adrian dan juga dari Cindy, ditambah Bella juga. Semua heboh bicara suasanan bahagia terasa dikamar itu.
"Cindy sayang selamat akhirnya mama punya cucu,, aduh cantik nya.!"
"iya Alhamdulillah Oma masih bisa melihat cicit Oma.!"
"kapan kamu pulang,,?" tanya Oma
"nanti Oma, biarkan Cindy pulih dulu, paling seminggu lah disini.!"
Perawat datang "permisi maaf ya Dede bayi nya mau di kembalikan ke kamar nya.!"
Perawat lainnya "jangan lupa dimakan ya Bu, permisi,,!"
Riuh mereka bercerita, Cindy menikmati sarapan nya, mereka pun ikut menikmati makanan yang mereka bawa, karena dipaksa Cindy.
*****
Sementara dikediaman Handoko
"sayang Stella kemari,,!!" teriak memanggil
Stella mendekat, Susan tak nampak karena dia sudah sibuk bekerja, akhir-akhir ini Susan tak ada waktu menemani Stella dirumah kecuali weekend, setia harinya Susan mengurus Sus Enterprise.
__ADS_1
"kenapa mas,,!" Stella mendekat
"kamu lihat,, berapa banyak yang aku dapatkan dari perusahaan Adrian.! apa kamu senang,,?!"
"wah,, itu jumlah nya besar mas, apa Adrian gak curiga..?"
"entahlah, buktinya dia biasa aja, hanya waktu itu Alex bilang dia sedang mengurus anak perusahaan nya, dan aku rasa anak perusahaan itu akan segera bangkrut jika aku terus mengeruk keuntungan disana.!"
"lalu apa hadiah untuk ku,?"
"apa pun yang kamu mau,.katakan!"
"heh,,,!! bagus aku akan minta apapun sampai kamu juga bangkrut. batin Stella
"aku mau ganti mobil, terus tabungan ku seperti nya juga sudah habis.!"
"gampang, kamu pilih mobilnya dan aku akan transfer rekening kamu untuk tabungan mu.!"
"lalu apa kamu gak ngasih ke Susan,?" tanya Stella
"gak perlu, dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari usahanya, tak perlu uang ku lagi.!"
"tapi kasian deh, kamu kasih lah dia. biar gimana pun dia tetap istri mu.!" Stella bicara begitu karena dia merasa Susan belakangan ini sudah cukup baik kepadanya.
"oke lah, nanti aku bilang ke Susan..! oiya usia kandungan mu sekarang berapa bulan,,?"
"itu ehm,, aku tidak sempat periksa, mungkin sekitar 6 bulan. kenapa,,?"
"he-he-he gak bisa buru-buru seperti itu. baru bisa dilihat nanti setelah lahir.!"
"ya sudahlah.!"
Mereka tertawa bersama, dengan wajah Stella yang ketar ketir.
*****
Sorenya Alex datang ke kantor Caca, menunggu di parkiran.
"Alex ngapain kamu disini.?!"
"mau ngajak kamu ngemil,, yuk!"
Mereka masuk kemobil dan mencari Cafe terdekat, parkir ditempat kosong dan turun. Alex berjalan disamping Caca lalu masuk kedalam Cafe disana ada seorang yang mereka kenal bersama dengan wanita.
"Lex, itu bukan nya Hendra ya sama siapa?"
"gak tau,, mau kesitu,?"
"ih, jangan lah. itu namanya ganggu tau. kita duduk di sana aja,!" Caca menunjuk meja kosong yang jauh dari Hendra.
Caca berjalan diikuti Alex dan juga pelayan, begitu duduk pelayan mencatat pesanan mereka.
"Ca, kamu gak salah banyak amat pesenan kamu. laper ya?"
__ADS_1
"he-he-he iya Lex, beberapa hari ini kamu kan tau kita harus ektra ngawasin Handoko itu. belum handle kantor, belum tugas dadakan dari Adrian, jadi aku suka gak sempet makan siang. makanya setiap pulang kerja aku selalu cari makanan.!"
"iya kamu bener Ca, semenjak Adrian kerjasama dengan si brengsek Handoko itu, dibuat repot kita sama dia. tapi tenang aja Ca, aku udah tanya Adrian. tunggu sampai Cindy pulang kerumah. baru kita beraksi.!"
"itu udah sebulan lebih lho kita biarkan Handoko bermain, apa nanti Adrian gak rugi atau bangkrut he-he-he..!"
"wah ngeledek,, masa harus aku jelasin lagi sih..!"
"ha-ha-ha,, iya tau gak perlu.!
Pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Caca betul-betul lapar dia memesan Indomie rebus dengan telur, roti bakar keju, pisang bakar keju, juga lemon tea. Sementara Alex hanya memesan roti bakar keju dan capuccino.
Sambil menikmati camilan mereka juga memperhatikan Hendra yang sedang memberikan sebuah kotak merah pada wanita itu. Hendra melamar wanita itu dan wanita itu menyambut nya.
Alex yang melihat memberikan tepuk tangan meriah "gila keren Hen,,!!" teriak Alex
Hendra menoleh melihat Alex dan Caca. "kita kesana yuk mereka teman ku.!" ajak Hendra
"haloo apa kabar,,?" sapa Hendra
"baik, silahkan..!" jawab Alex
"oiya kenalkan ini Amelia baru saja seperti yang kalian liat aku melamar nya. dia ini pacar ku dulu, tapi karena dia mengejar cita-cita nya kami break, dan sekarang dia kembali yah walaupun awalnya aku mulai goyah tapi hati kecilku bilang kalau Amelia yang tau bagaimana aku sesungguhnya.!"
"selamat untuk kalian,, jangan lupa aku tunggu undangan nya. kalau bisa jangan bersamaan dengan pernikahan Yon dan Rere ya..!" ucap Caca
"terimakasih,, aku pasti akan mengundang kalian. kalau begitu kami permisi dulu.!"
"loh ko malah pergi,?"
"masih ada urusan.!"
Sepeninggalan Hendra,,,
"kamu gak cemburu,,?!" goda Alex
"aku kenapa harus cemburu,,?"
"bukannya dulu kamu merasa Hendra perhatian sama kamu.?"
"dia emang laki-laki yang perhatian ko, dan emang awalnya aku menaruh harapan padanya karena aku mulai putus asa ditarik ulur oleh seseorang..!" Caca berdiri dan meninggalkan Alex
Alex sadar "astaga gue dong,,!!" buru-buru dia berlari ke kasir dan membayar lalu mengejar Caca.
Tapi diluar Caca sudah tak terlihat. "cepet amat perginya, ngilang kemana si Caca.?!"
Alex berjalan mencari, putus asa dia berjalan ke mobil nya dengan wajah lesu tapi
"Baaaaaaaa,,,!!!!!!" Caca melompat keluar dari persembunyiannya dibelakang mobil.
Alex refleks mundur, dan hanya bisa geleng-geleng lalu tanpa diperintah Alex memeluk Caca.
****
__ADS_1