Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Mulai Kacau


__ADS_3

Ditempat lain Disebuah perusahaan Hendra kembali duduk melamun, setelah dia menurunkan wanita disebuah hotel dan tanpa banya basa basi dirinya langsung tancap gas menuju kantornya.


"kak, kenapa ko melamun?" Lesti masuk setelah dia mengetuk pintu tak ada jawaban


"Lesti, kalau masuk itu ketuk pintu dulu.!"


"udah kali kak, kakak nya aja yang gak denger, kenapa sih ?"


"kakak galau nih,,?"


"kenapa soal Caca deh pasti, kata nya udah gak mau terlalu dekat,!"


"justru itu semakin kakak mencoba menjauh bahkan kakak udah coba berhubungan dengan wanita lain tapi tetep aja dia selalu datang mengganggu pikiran kakak. oohh shirt!!"


"kakak yakin gak suka sama Caca,,?!"


"gak tau juga deh. semakin kakak berusaha menjauh dia juga gak berusaha untuk meraih kakak. jadi gimana tuh!"


"haloooo,, mana ada cowok berharap cewek yang ngejar-ngejar kakak, kecuali cewek bar ya, masih mungkin mereka ngejar kakak. tapi please deh kak ini Caca, tanpa kakak pun dia masih ada Alex jadi ngapin juga dia repot-repot ngejar kakak, justru kakak lah yang deketin dia kalau kakak suka.!"


"kalau kakak over ngejar Caca, berati kakak harus bersaing dengan Alex dong.!"


"kenapa gak,, bersaing sehat boleh ko.! jangan bilang kalau kakak masih terpaku dengan Amelia.!"


"gak usah bahas Amel, kamu sendiri emang gak ada perasaan sama Alex, bukannya kamu juga suka y sama Alex.!"


"gak kak, Lesti suka Alex itu karena dia dewasa tapi lucu. orang nya asik untuk diajak sharing.bukan berati Lesti suka dan pengen pacaran sma Alex juga."


"terus menurut kamu kakak harus gimana,?"


"ya perjuangin lah kalau emang suka, jangan nyerah.!"


Lesti berbalik hendak meninggalkan ruangan kakak nya tapi berhenti "oiya kak lupa, seperti nya lusa kak Amel datang ke Jakarta.!"


Setelah Lesti keluar, Hendra semakin melamun jauh. "Amelia lusa datang kesini, harusnya aku senang, tapi kenapa perasaanku datar ya.!"


*****


Di kantor Adrian sampai seminggu kedepan dihandle oleh Alex, dan di kantor Cindy dihandle oleh Caca. Caca yang sudah tiba di kantor setelah diantar Alex, terlihat ceria, setiap bertemu dengan siapapun dia sapa.

__ADS_1


"mba Caca tumben seneng banget habis dapat lotre ya,?"


"he-he-he iya lagi seneng aja dikit.!"


Caca mulai dengan pekerjaan diselingi dengan tugas dadakan dari Adrian menyusup ke perusahaan Handoko.


Sementara Adrian yang sudah berada di anak perusahaan di kota lain, mulai melihat kekacauan yang dibuat oleh Handoko dan hecker nya. Mereka meraup sedikit demi sedikit keuntungan perusahaan tapi sayangnya tindakan mereka sudah lebih dulu dapat dideteksi.


"Halo Lex, gimana disana?"


"baik, gue lagi nunggu Handoko nih, dia mau datang.!"


"oke kalau dia datang, Lo mainin dia bentar ya, Lo liat reaksi nya.!"


"oke bos!"


Adrian mematikan telepon nya dan mulai menghubungi seseorang.


"haloo sayang,,!"


"sayang kangen,,!"


"iya sama aku juga kangen gimana keadaan kamu, padahal baru sehari ya aku pergi tapi rindu nya udah seperti ini,!"


"kamu jangan capek-capek ya, istirahat yang cukup, aku cinta kamu sayang"


"aku juga cinta kamu sayang,!"


Adrian menutup telepon nya.


aku harus segera membereskan kekacauan yang sudah mulai dibuat Handoko, aku tutup akses nya di perusahaan ini. pasti dia akan mencari celah untuk perusahaan ku yang lain, semakin banyak dia berbuat curang akan semakin bagus. pikir Adrian


*****


Dikantor Cindy


Caca sudah mendapatkan IP address serta email penyusup suruhan Handoko.


"haloo pak Adrian saya sudah tau dimana penyusup suruhan Handoko itu tinggal, selanjutnya bagaimana pak?"

__ADS_1


"oke baik pak, siap.!" jawab Caca lagi


*****


Adrian mulai memikirkan strategi setelah mendapatkan telepon dari Caca. "Baru sehari tapi Caca sudah bisa tau dimana alamat penyusup itu, oke kita biarkan aja sampai aku membereskan masalah disini, itu cukup untuk membuatnya mencari celah lain yang bisa dia masuki. begitu terkumpul bukti kejahatan nya, polisi akan menjemput mu Handoko!" gumam Adrian


Adrian sudah mengecek data perusahaan tak ada yang bocor, dia ngecek data keuangan perusahaan dan benar disana sudah ada grafik penurunan jumlah saldo perusahaan.


"jadi benar, yang dicuri itu uang. bukan data, oke nikmati lah sepuas mu.!" ucap Adrian


*****


Tak lama menunggu Handoko telah tiba di perusahaan Adrian disambut Alex.


"selamat siang pak Alex,!"


"oh siang pak Handoko, silahkan duduk!"


"mana Adrian,,?"


"Adrian sedang kunjungan keluar kota, ada sedikit masalah dengan anak perusahaan disana!"


Handoko tersenyum mendengar Alex bicara, dan Alex melihat senyuman licik itu.


"apakah Adrian memerlukan bantuan ku, aku siap membantu.!"


"saya rasa itu tidak perlu, Adrian pasti lebih tau apa yang harus dilakukan.!"


"oiya pak Alex, mengenai kerjasama kita, ada beberapa poin yang ingin saya jelaskan dengan pak Adrian, tapi berhubung pak Adrian tidak ada jadi nanti saja.!"


"pak Handoko bisa bilang ke saya, saya akan langsung menyampaikan nya.!"


"oke baiklah, hanya ada dua poin dilembar terakhir itu dalam periode kerjasama yaitu 2 bulan kedepan soal pembagian keuntungan, poin pertama dibulan pertama perusahaan saya bersedia membagi keuntungan 80% untuk perusahaan Adrian dan saya menerima 20%. lalu poin kedua dibulan kedua sebaliknya perusahaan Adrian berkewajiban memberikan kami keuntungan 80% dan kalian menerima 20%.!"


"oh itu, pak Handoko tenang saja. kami tidak pernah melupakan kalau urusan kerjasama.!"


"baiklah kalau begitu saya permisi,!" Handoko pamit


"Heh,,!!! dasar licik kamu mengambil lebih dulu keuntungan dari anak perusahaan Adrian pelan-pelan dalam sebulan lalu mengembalikannya pada Adrian dan kamu ambil sisa nya, dibulan kedua kamu tanpa perlu bekerja sudah otomatis mendapatkan keuntungan dari Adrian. ya kita liat aja siapa yang akan menang,,!!" ucap Alex

__ADS_1


Memang begitulah cara Handoko berbisnis, selalu memberikan keuntungan diawal kepada rekan nya, karena diawal juga dia sudah mulai beraksi mengambil hasil dari perusahaan rekanan nya, sampai perusahaan itu bangkrut dibulan berikut nya dia Kana mendapatkan keuntungan lagi jika tidak bisa otomatis perusahaan rekanan akan dia ambil alih dengan membeli saham diharga terendah.


Dia selalu berhasil menipu perusahaan kecil, baru kali ini dia berani mencoba bermain dengan perusahaan Adrian tapi dia juga mencoba dari anak perusahaan Adrian dulu, karena sulit menyusup langsung ke perusahaan inti.


__ADS_2