
Selesai sarapan Adrian berpesan kepada Cindy agar memanggil Meli keruang kerja nya. Adrian lebih dulu berjalan keruang kerja dan Cindy pergi ke halaman belakang mencari Meli.
"Mel, kamu dipanggil bapak ke ruang kerja nya, yuk!" ajak Cindy
Mereka masuk Cindy duduk di sofa sedangkan Meli menghampiri Adrian "bapak manggil saya,,?"
"iya Mel, ini saya mau kasih gaji kamu," jawab Adrian menyerahkan amplop coklat
"oh iya makasih pak,!" Meli menjawab sembari menerima amplop itu
"oke kamu bisa keluar, dan panggilkan ayang Agus ya,,!" ledek Adrian
"eleh eleh si bapak, mau saingan sama saya ya,! oke Meli panggilin pak,,!" jawab Meli lalu keluar Cindy yang duduk di sofa ketawa aja.
Tak lama pak Agus masuk " pak Agus ini gaji bapak,!" Adrian menyerahkan amplop coklat juga
"terimakasih pak, saya permisi!" pak Agus keluar
"sayang kamu mau istirahat diatas dulu atau disini menemani ku,,?"
"aku mau disini aja saya, kamu gak lama kan?!"
"gak lah, cuma baca email dari Alex bentar, lalu kita naik.!"
30 menit kemudian,," yuk sayang aku sudah selesai, kita tiduran manja di kamar aja, kamu juga harus istirahat. aku mau baca internet dikasur sambi selonjoran,,!" ajak Adrian
Cindy mengikuti berjalan keluar, "Meli tolong bawakan aku buah potong ya kekamar,,!" teriak Cindy
"oke Bu siap,,!" jawab Meli dari arah dapur.
Dikamar Cindy tiduran malas disebelah suaminya, sementara Adrian mulai membaca Mbah Google seputar kehamilan dan persalinan.
Tok Tok Tok
"Bu ini buah nya,,?!" teriak Meli
Adrian bangun membuka pintu "makasih Mel,,!" Meli mengangguk lalu turun.
"ini sayang buah kamu,,!" menyerahkan piring isi potongan buah dingin yang segar berwarna-warni mangga, apel, semangka, melon, anggur, dan jeruk juga dimasukan kedalam piring oleh Meli.
"si Meli, semua buah dia masukan kenapa gak sekalian mayonaise dan keju kalau gini jadi serasa makan salad buah nya komplit.!"
__ADS_1
Adrian ikut membuka mulutnya ketika Cindy menyodorkan garpu kearahnya, sambil matanya tetap fokus membaca.
*****
Sementara di dalam mobil seseorang yang sudah dari tadi berada dijalan tol bersiap keluar pintu tol, berbelok menuju kontrakan ibu Ani "duh semoga masih ingat deh,jalan nya, kenapa pagi dan malam itu beda ya pemandangan, bener gak ya belok sini,,?" gumam nya agak bingung
Dan benar dia telah sampai di depan gang bertuliskan kontrakan ibu Ani,turun dari mobil berjalan masuk kedalam "yang mana ya tempat ya,, sama semua lagi bentuk nya,,?!" mulai makin bingung
Akhirnya niat ingin buat kejutan tapi karena bingung, terpaksa dia mengambil Hp menelepon seseorang yang dimaksud.
"halo Rere, aku ada di depan gang kontrakan kamu, aku lupa yang mana rumah nya, kamu bisa jemput aku di depan gang,,?"
"hah kak Yon didepan gang kontrakan,, aduh aku sekarang dirumah sakit kak, nengok ibu.?"
"oh gitu ya udah kirim alamat rumah sakit nya ya, aku kesana?"
"baiklah,!" Rere menutup telepon nya mulai mengirim lokasi rumah sakit
Laki-laki yang ternyata itu Yon mulai menyesuaikan dengan GPS dan menjalankan mobilnya keluar gang menuju rumah sakit, dia mampir sebentar ke mini market membeli beberapa buah tangan, "harus nya tadi gue bawa cake dari toko aja, gak kepikiran,,!" sesal Yon, setelah memilih dan membayar dia kembali melanjutkan perjalanan kerumah sakit dan ternyata letak nya tak terlalu jauh dari mini market tadi.
Memasuki halaman mencari parkiran Yon kembali menghubungi Rere "Re, aku udah diparkiran rumah sakit, kamu bisa kesini kan?"
"Bu sebentar ya Rere jemput temen Rere dulu diparkiran dia datang menjenguk ibu,,!" ucap Rere lalu berjalan keluar.
"iya nak,!" jawab ibunya
Sampai diparkiran Rere melihat Yon berdiri bersandar disamping mobilnya, berjalan menghampiri "kak Yon gak bilang mau kesini, maaf aku nengok ibu, ayo kak kita kenalan sama ibu ku,!" ajak Rere
"hai Bu, ini teman ku kenalkan namanya kak Yon,!" ucap Rere
Yon berdiri disamping ranjang ibunya Rere memegang tangan nya "maaf mengganggu waktunya saya teman Rere nama saya Yon, ibu cepat sembuh ya!"
"terimakasih ya nak Yon, repot-repot menengok ibu, Alhamdulillah setelah operasi ibu mulai agak enakkan dan ini dalam tahap penyembuhan,!"
"sama sekali gak repot ko Bu, ibu cepet sembuh nanti bisa kumpul dengan Rere lagi di rumah ya,,!" balas Yon
Yon memang pria yang lebih mengasihi wanita bernama ibu, karena setelah mama nya meninggal dunia, papa Yon menikah lagi dan Yon memilih tidak tinggal bersama mereka, karena wanita itu seumuran dengan nya.
Tak terasa hari mulai siang Rere pamit untuk pulang ke kontrakan, Yon pun ikut berpamitan.
"kak aku pulang dulu ya, sampai jumpa lagi,!" ucap Rere
__ADS_1
"oke, hati-hati ya Re,,!" jawab Yon sambil melambaikan tangannya
Yon pun membelokkan mobilnya pulang ke Bandung, hingga Yon mampir sebentar di coffe shop duduk dengan pandangan menatap jalanan. Dari kejauhan seorang wanita berjalan masuk kearah coffe shop memesan dan mencari tempat duduk sampai
"loh itu bukan nya Caca ya,, Ca Caca,sini,!!" teriak Yon
Caca menoleh kearah suara berjalan mendekat "Yon ya,, hai sedang apa disini,,?"
Caca duduk dibangku depan Yon,
"aku baru saja menengok ibunya Rere, dirumah sakit lalu mampir ngopi sebentar disini, kamu ko tumben sendirian,,?"
"aku memang selalu sendirian, tapi sekarang gak sendiri lagi kan udah ada temennya ngopi he-he-he,,!" jawab Caca
Pelayan datang mengantarkan kopi dan camilan pesanan Caca.
"kamu biasa datang ke cafe ini,,?" Yon agak bingung harus bertanya apa karena sepertinya Caca agak sedikit kaku.
"yah kalau lagi pengen aja, atau kalau pas kopi dirumah habis ya kesini, cari tempat yang dekat dari apartemen aja lah,,!"
Yon menatap apartemen yang berdiri menjulang didepan cafe ini, "pantas aja tadi dia jalan kaki,,!" batin Yon
Caca meminum kopi nya menikmati camilan nya dalam diam, Yon pun ikutan bingung dengan suasana yang ada.
"eh ngomong-ngomong kamu tinggal di Bandung kan, ko datang kesini gak bawa oleh-oleh sih,?" tanya Caca asal
"ha-ha-ha,,, aku gak sempat tadi dan lupa juga, kamu main lah ke Bandung mampir ke toko kue ku, nanti aku belikan oleh-oleh,,!"
"benar apa gombal nih,,?"
"ya benar lah,,!"
"oke, nanti kalau aku main ke Bandung, aku cari toko mu,!"
"oiya Ca apa aku boleh minta nomor Hp mu,,?"
"boleh, tapi jangan di teror malam malam ya,,!"
"ha-ha-ha bisa aja kamu ya gak lah,,!"
Mereka bertukar nomor telepon, tak lama Yon pamit kembali ke Bandung. Caca mengantarkan Yon dengan tatapan hingga pria itu menghilang dari pandangan. "ternyata dia pria yang lumayan seru juga kalau sudah ngobrol, gak seperti yang ono noh,, iisss datar banget,!" gumam Caca
__ADS_1