Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.45 Panik


__ADS_3

Kantor Adrian kebetulan sedang kedatangan tamu dari jauh,,, yaitu mama, papa dan juga Oma, opa nya datang semua.


"permisi Bella, apa Adrian ada diruangan nya,,?" tanya Oma


"selamat siang Oma, Opa, Tuan, Nyonya,,pak Adrian ada diruangan nya, silahkan mau saya antarkan,,,?" tanya Bella


"akh,, tidak perlu Bella kami saja yang langsung kesana,,," jawab Oma lagi


Berjalan lah mereka berempat menuju ruangan Adrian.


"ada apa yah,,?" gumam Bella


Oma mengetuk pintu dan langsung membuka nya.


"Oma,, loh ada Opa, mama, papa,,?! ada apa ini tumben kalian datang kesini??" tanya Adrian


"memang nya tidak boleh kami kesini?" tanya mama


"ada apa Oma,,?" tanya Adrian


"begini Adrian,, Oma ingin minta tolong kamu untuk pergi ke London, karena Oma akan membuka kantor cabang disana,,dan Oma ingin kamu dan Bella yang mengurus nya selama seminggu disana,,?!" ucap Oma


"Hah,, London,,,!!! kenapa bukan mama dan papa aja sih,," tanya Adrian


"mama dan papa mu harus terbang ke Jerman,,, untuk bisnis nya juga,,!" ucap Oma


"kapan aku harus berangkat,,,?" tanya Adrian


"lusa,,,bisa kan, untuk pekerjaan disini bisa kamu serahkan kepada Alex dulu,," ucap Oma


"ya sudah,," jawab Adrian pelan


"ya sudah kami permisi ya,, lanjutkan pekerjaan mu, sayang,," ucap mama


Mereka berempat pun meninggalkan kantor Adrian. Sepeninggalan mareka, Adrian segera menelepon Bella.


"Bella bisa keruangan saya,,!" perintah Adrian


menutup telepon nya.


Bella segera berjalan keruangan Adrian, mengetuk pintu, dan masuk.


"ada yang bapak perlukan,,?" tanya Bella


"lusa kita harus terbang ke London,, selama seminggu disana untuk opening kantor Oma yang baru,, kamu bisa kan,, segala akomodasi akan ditanggung oleh kantor..!" ucap Adrian


Bella diam mendengarkan,, "apa aku tak salah dengar London itu kan tempat Ariel dan orang tua nya.." pikir Bella


"bisa pak,, kebetulan dirumah sudah ada Cindy, jadi bisa pak jika harus pergi untuk urusan pekerjaan..!" jawab Bella


"baguslah,, nanti tiket, paspor besok akan siap,,, tapi aku pasti akan kangen dengan Cindy,, Baim pasti seneng bisa dekat-dekat dengan Cindy,,,!" ucap Adrian


"he-he-he,, saya permisi dulu pak,," ucap Bella sambil tertawa pelan

__ADS_1


****


Dikantor Cindy, sudah masuk makan siang,,


"kak mari kita cari makan siang bersama yang lain juga,," ajak Cindy


Tepat saat mereka keluar dari pantry kecil, mereka bertemu dengan Bu Imelda yang juga baru keluar dari toilet.


"selamat siang Bu,, " ucap Cindy dan Yuda sambil menunduk kan kepala


"eh,, kamu Cindy kan.. bisa keruangan saya sebentar,, tadi pagi saya belum bertemu kamu,," ajak Bu Imelda


"Cindy aku duluan ya,, nanti kamu tanya satp saja kami makan siang dimana,,?!" ucap Yuda


"iya kak,,, " jawab Cindy


Berjalan Cindy keruangan Bu Imelda yang sudah lebih dahulu sampai di ruangan nya. Mengetuk pintu, dibuka oleh Bu Imelda.


"silahkan duduk Cindy,," Bu Imelda duduk di sofa


"terimakasih Bu,," jawab Cindy


"selamat bergabung di kantor kami Cindy, semoga kamu betah, dikantor ini peluang jenjang karir terbuka untuk siapa saja, jadi jika nanti ada lowongan baru kamu bisa mencoba melamar di divisi lain juga, jadi tidak selamanya di cleaning servis,,!" ucap Bu Imelda


"apalagi saya lihat nilai akademik kamu bagus sekali,,tapi saya juga salut dengan kamu tetap mau memilih pekerjaan dari bawah,,!" kata Bu Imelda lagi


"iya Bu,, terimakasih akan saya ingat untuk jenjang karir nya, dan terimakasih juga untuk pujian ibu,," jawab Cindy


"oiya nanti jika suami saya sudah kembali dari luar negeri, dia yang menggantikan disini, dan saya akan di kantor cabang.,, ya sudah kamu istirahat lah sekarang,," ucap Bu Imelda


Imelda pun segera ingin mengambil bekal makan siang nya, karena saat ini dia sedang mencoba untuk pola hidup sehat. Baru akan berdiri tiba-tiba kepala nya sakit lagi, dia kembali duduk, sakit kali ini lumayan agak lama dan membuat Imelda agak kesakitan tapi dai masih bisa tahan untuk tidak menjerit.


"ya Tuhan,, aku kenapa,,? kepala ku sakit sekali,,!" ucap Imelda lirih


Tak lama kemudian sakit berkurang dan berhenti, segera dia ambil makan siang dan memakannya lalu minum obat sakit kepala.


****


Ariel yang saat itu juga sedang menemui klien sekaligus makan siang,, membicarakan kerjasama mereka, dan semua berjalan lancar dan berhasil.


Tiba-tiba dia teringat Bella,, ditelepon nya, telepon tersambung...


"halooo,, Bella apa kamu sudah makan siang,,?" tanya Ariel


"ya halooo,, iya aku sudah, selesai makan siang baru saja,,ada apa?" tanya Bella diujung sana


"nanti sore aku akan kembali ke London,, tiba-tiba aku ingat dirimu, apa itu tidak boleh,,?" tanya Ariel


"ha-ha-ha,, boleh saja,," ucap Bella lagi


"ya sudah Bella,, aku tutup ya,, aku mencintaimu Bella,,?" ucap Ariel tanpa menunggu jawaban Bella,


karena dia tak ingin mendengar Bella, berucap ceritakan dulu dengan orang tua mu,dan turutilah perkataan nya pikir Ariel

__ADS_1


****


Dikantor Adrian, Bella yang baru saja mendapatkan telepon dari Ariel, masih bingung dengan hati nya, ingin dia membalas cinta Ariel, tapi dia terlalu takut jika hatinya harus sakit karena orang tua Ariel tidak menyetujui hubungan nya dengan Ariel, makanya Bella masih menahan cinta nya.


"apa aku harus menceritakan jika dia akan ke London,,!" gumam Bella


"akh, seperti nya tak usah, toh aku juga tidak akan punya waktu selain membantu Adrian mengurus perusahaan nya,," jawab Bella sendiri


Galau ni yee😁 maaf ya Bella author ngeledek


****


Tak terasa jam kerja di semua kantor pun selesai, semua para pekerja pun bersiap untuk pulang,,, Cindy pun sudajmh berganti seragam dan mengambil tas nya bersiap untuk pulang, tiba-tiba dia ingat bahwa telepon genggam nya dia cas di pantry kecil dilantai atas,,segera Cindy naik keatas,,


"pak Yoyo, saya lupa, saya ngecas hp saya di pantry atas, saya ambil dulu ya pak,," ucap Cindy


"iya Cindy, tak perlu lari nanti jatuh,," teriak pak Yoyo


Ruangan di lantai 4 sudah sepi,, mba Tuti pun akan segera pulang, setelah mematikan komputer nya.


"loh Cindy kenapa kamu tidak pulang,,,?" tanya mba Tuti


"ini mba Hp saya tertinggal di pantry, sedang di cash pula,,saya mau ambil" jawab Cindy


"ya sudah,, mba duluan ya,," kata mba Tuti lagi


Segera Cindy menuju pantry, dan mengambil Hp nya, lalu memasukkan kedalam tas nya dan keluar, saat melintas samar-samar Cindy mendengar suara seperti orang merintih kesakitan.


"suara siapa apa itu,,, ko kaya orang merintih kesakitan gitu,,?" ucap Cindy sambil celingukan mencari sumber suara


Sampai di ruangan Bu Imelda, Cindy mengintip dari kaca yang ada dipintu,,


"Astaga,,, Bu Imelda,,!!" Cindy segera masuk ke dalam ruangan, membantu Bu Imelda untuk duduk di sofa, karena dilihat nya Bu Imelda sedang selonjoran dilantai.


"Bu,,ibu kenapa,,?" ucap Cindy panik melihat Bu Imelda memegang kepala belakang nya


"ayoo kita ke dokter Bu,, gimana ya,, telepon satpam aja kali ya,," ucap Cindy


Saat hendak menuju meja telepon, tangan Cindy dipegang..


"jangan Cindy tak usah, tolong kamu ambilkan saya air dan obat sakit kepala saja dilaci meja saya,," ucap Bu Imelda


Segera Cindy melakukan apa yang diperintahkan,,membawa air dan obat kembali ke Bu Imelda dan beliau langsung meminum nya. Tak lama mata nya terpejam, rintihan nya sudah tidak ada lagi.


Cindy menunggu sampai Bu Imelda sadar,,, tak lama mata Bu Imelda terbuka, dan masih melihat Cindy ada disampingnya.


"Cindy kamu tidak meninggalkan saya,, kamu pulang saja..!" ucap Bu Imelda


"mana bisa saya pulang dan meninggalkan ibu sendiri disini,, tadi saya betul-betul panik dan khawatir sekali Bu,,, bagaimana kalau saya antar ibu ke dokter saja,,," jawab Cindy


"tak perlu Cindy,, saya bisa ke dokter sendiri nanti,, saya sudah tidak apa-apa, kamu pulang lah, saya pun akan segera pulang." ucap Bu Imelda


"baiklah Bu,, bagaimana jika saya berjalan dibelakang ibu,, untuk memastikan ibu betul-betul tidak sakit kepala lagi,," jawab Cindy

__ADS_1


Akhirnya dengan kekeh nya Cindy,, Bu Imelda turun bersama Cindy yang mengikuti nya dari belakang.


"betul-betul anak yang baik,, pasti orang tua mu bangga sekali memiliki anak seperti mu Cindy,," pikir Imelda


__ADS_2