Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.80 Kejujuran


__ADS_3

Hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai dirumah Windy, Leon menepikan mobil lalu turun dan berjalan menuju pagar kayu, membuka dan masuk kearah pintu. Sekali lagi dia memastikan bahwa alamat yang dia baca di Hp dengan tulisan yang terpampang di atas pintu itu benar.


Leon yang dengan hati tegang, menguatkan diri untuk mengetuk pintu,, (bisa dibayangin gaes gimana deg deg an nya Leon 😁)


Tok,Tok,Tok,,!!!


Tak lama pintu pun dibuka oleh pembantu rumah tangga, menatap Leon dengan mata tak berkedip,,, (Leon biarpun usianya sudah masuk setengah abad doi tetep tampan loh)


Ini dia gaess, papa nya Cindy tampan dan berkharisma banget kan.



" permisi maaf, apa betul ini rumah nya ibu Windy,,?" tanya Leon canggung ditatap seperti itu


"eh,, iya pak iya,, betul ini rumah ibu Windy, itu ibu Windy ada didalam, silahkan masuk pak sebentar saya panggil kan.." ucap bibi mempersilahkan Leon masuk


Begitu Leon melangkah kan kaki kedalam rumah, dia langsung syok kaget seketika melihat gambar foto didinding ruang tamu, terpampang jelas dimana ada foto Windy dan juga Cindy sedang berpose mesra layaknya ibu dan anak. Ada juga beberapa foto Cindy saat bayi dari mulai tengkurap, duduk, hingga berjalan menghiasi dinding.


Dari sekian banyak foto, tak ada satupun foto pernikahan Windy, itu membuat Leon heran.


"apakah sekian lama dia tidak menikah,,?" gumam Leon


Sedang asik Leon memandang foto besar ditengah dinding itu sampai tak sadar kalau si pemilik rumah sudah berdiri dibelakang nya. Windy yang juga kaget dan tak menyangka akan kedatangan tamu tak diundang ini, Windy yang ingin menegur malah ikut terdiam.


Puas memandangi foto besar itu, Leon pun berbalik badan dan kaget melihat wanita 21 tahun lalu kini ada dihadapannya.


"Windy,,!!" seru Leon


" kamu,, sedang apa ada dirumah saya,,?!" tanya Windy heran sambil memicingkan mata


" apa kamu tidak ingin menyuruhku duduk,,?" tanya Leon


" oh,,iya duduk lah,,!" jawab Windy kikuk

__ADS_1


Bibi datang membawa minuman untuk tamu dan kembali kedapur lagi.


" Windy, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu, setelah 21 tahun lamanya kamu menghilang dan pergi tanpa kabar..!" ucap Leon


" Leon,,,!! untuk apa kamu datang kesini,,?" tanya Windy


" Windy, apakah gadis difoto itu adalah anakmu,,? anak kita kan,,,?" tanya Leon


Windy, sudah memprediksi bahwa Leon akan bertanya hal itu setelah melihat foto, sebenarnya kejadian masa lalu bukan kesalahan Leon, Windy paham betul karena saat terakhir mereka berpisah Leon masih bersikap baik padanya, hanya saja Windy yang tak ingin menambah masalah baru jika tetap berada didekat Leon, jadi jika disimpulkan kejadian masa lalu dan kepergian Windy bukan karena dia membenci Leon.


" jadi itu maksud kedatangan mu kesini,,?!" ucap Windy


" aku ingin penjelasan sejujurnya dari mu Windy, kenapa kau pergi dariku,,? aku sudah mengecek bidan dekat kost mu dulu, bahwa saat kau kesana kau sedang hamil, apa itu betul? aku kan penyebab dirimu sampai hamil,,?" tanya Leon


" oke dari semua pertanyaan mu, jawaban nya hanya satu IYA,,, saat aku kebidan aku tengah hamil, dan benar kamu yang membuat aku sampai hamil, karena kamu pun tau saat malam itu aku masih perawan, gadis difoto itu benar dia anakku yang juga anakmu,, aku sengaja pergi dan tidak meminta tanggung jawab dari mu, karena aku tidak ingin menambah masalah baru diantara kita yang saat itu tidak saling kenal.." jawab Windy sedih


Leon yang mendengar cerita singkat namun jelas dari mulut Windy, berlutut didepan Windy, menggenggam tangan nya sambil menangis.


" astaga Windy,, kenapa kamu sebodoh itu, aku selama 21 tahun dihantui rasa penasaran dan bersalah kepada mu. jika kamu memberi tahu ku, aku pasti akan menikahi mu Windy,,!" ucap Leon


" apakah selama ini kamu telah menikah lagi,,?" tanya Leon


" tidak, aku belum pernah menikah dengan pria manapun, karena hidupku semua untuk anakku Cindy,!" jawab Windy


" bangun lah Leon, duduklah diatas jangan seperti ini,minumlah agar kamu merasa tenang,!" ucap Windy


Leon bangun dan duduk kembali dibangku disamping Windy dan meminum teh yang disuguhkan untuknya, karena dia memang butuh minum.


" apa kau tau Windy, dimana saat ini Cindy bekerja,,?" tanya Leon


" tau, Cindy bekerja cleaning servis disebuah kantor besar,,!" jawab Windy


" oke tapi itu dulu, sudah lama Cindy pindah kerja, memang tadinya Cindy bekerja cleaning servis dikantor ku, tapi sekarang dia aku tugaskan menjaga dan merawat istriku yang sedang sakit parah..!" ucap Leon

__ADS_1


Windy terkejut jadi kantor tempat Cindy bekerja adalah perusahaan Leon, dan sekarang Leon menugaskan Cindy menjaga istrinya.


" jadi kamu sudah tau jika Cindy itu anakmu,, sejak kapan,,?" tanya Windy


" tidak, awalnya aku tidak menyadari, sampai beberapa hari terakhir ini saat aku melihat wajah Cindy aku malah melihat wajah mu, sampai aku mencari alamat mu sekarang,,!" jawab Leon


" jadi Cindy masih tidak tau kan jika kamu papa nya,,? baguslah biarkan saja,,!" ucap Windy


" kamu pikir setelah 21 tahun aku ditinggalkan, dan sekarang aku mengetahui cerita sebenarnya, apa kamu pikir aku akan kembali melepaskan dirimu dan Cindy lagi, Hah,,,!!? tidak Windy,, aku akan menjaga kalian mulai hari ini dan selamanya..!" tegas Leon


" mana bisa begitu, aku bukan pelakor ya, aku gak mau rumah tangga kamu dengan istrimu hancur, karena aku..!" jawab Windy yang entah kenapa sedih sekali mengatakan itu.


" dulu kamu boleh, bertindak seperti keinginan mu, tapi kali ini aku tidak akan membiarkan mu melakukan tindakan aneh lagi, tolonglah Windy kembalilah dengan ku, menikahlah dengan ku, aku sunggu tersiksa atas kepergian mu dulu. Berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahanku yang telah mengabaikan mu dan Cindy anakku,, Ya Allah Cindy, gadis yang selalu menemani, merawat dan menjaga istriku ternyata anakku.. Terimakasih ya Allah, aku tidak akan melepaskan mereka lagi,, aku janji akan menjaga nya,,!!" ucap Leon


Windy kembali menangis, mendengar Leon berbicara dengan penuh keyakinan seperti tadi, sungguh belum pernah ada laki-laki yang mengatakan hal indah seperti itu padanya. walaupun dulu banyak sekali laki-laki yang datang dan mengirim salam untuk nya, tapi tak pernah dia hiraukan, karena sesungguhnya cintanya memang sudah diambil oleh Leon.


"Windy, aku mencintaimu,,! tolong jangan pergi lagi dariku,, janji,,!?" tanya Leon


" aku belum bisa menjawab,, sampai aku mendapat kan dukungan dari Cindy,,!" ucap Windy


" baiklah bagaimana jika kita sekarang kerumah sakit, aku perkenalkan kamu dengan istriku,,!" kata Leon


"kerumah sakit,, kamu yakin apa kedatangan ku nanti bisa memperburuk kondisi nya,, dan apa ini tidak terlalu cepat untuk mengatakan dengan Cindy,,?" tanya Windy


" percaya lah padaku,, sekarang kamu bersiap-siap lah, aku menunggu disini..!" jawab Leon


Windy berjalan pelan masuk kekamar nya karena dia masih ragu apa ini benar. tapi dia pun rindu dengan Cindy, dan ingin bertemu dengan nya. Tak lama Windy sudah berganti pakaian, memakai celana panjang hitam dan baju atasan berbahan sifon berlengan pendek, keluar dari kamar.


Leon melihat Windy sambil tersenyum..


"Windy, kamu memang manis sama seperti Cindy, aku tidak akan melepaskan kalian lagi.!" batin Leon


" Bi, saya mau menengok Cindy di Jakarta ya Bi, jaga rumah baik-baik ya..!" ucap Windy

__ADS_1


" iya Bu,, hati-hati dijalan..!" jawab bibi


Mereka segera memasuki mobil, dan mobil pun berjalan keluar menuju jalan Tol.


__ADS_2