
"maksud kamu, aku pakai lingerie ini,,itu sama aja aku gak pakai baju kali,,!"
"ya udah gak usah pakai baju aja,, lebih gampang.!"
Cindy mendelik, Adrian yang gemas dengan Cindy yang lama sekali, dia pun bangun dan berjalan mendekati Cindy.
"eh, eh, iya iya aku pakai baju jangan mendekat,, stop disitu..!" Cindy mengulurkan tangannya
Adrian bukannya berhenti tapi terus berjalan begitu mendekati Cindy, "cepat pakai baju aku lelah dan ngantuk, aku tidur duluan ya,,!" Adrian mengusap kepala Cindy dan mencium puncak kepalanya.
Cindy yang sudah panik hanya bisa tersipu malu "aduh kenapa sih gue, udah lah pakai aja lah yang ada lalu tidur.!"
"Cindy, ingat tidur disebelah ku okey,, kalau sampai aku menemukan mu tidak ada disamping ku, aku akan langsung menerkam mu..!"
Cindy menengok melihat Adrian sudah tidur dengan nafas yang teratur. Cindy mulai membuka lemari pakaian yang berisi lingerie memilih satu dengan cepat, dan dengan cepat pula memakainya, begitu terpasang di badannya.
"astaga siapa sih yang membuat lingerie seperti ini, bahan kaya gini kan biasa dipakai orang melaut, ini seperti jala untuk menangkap ikan,!" gumam Cindy
Lingerie pilihan pertama Cindy berwarna cream, sunggu setelah memakai Cindy merasa malu sendiri, begitu terlihat bentuk lekukan tubuh nya depan belakang semua terlihat.
"sudahlah, mau gimana lagi, sekarang aku tidur berjam-jam sibuk dengan pakaian aneh ini, tapi sekarang aku harus tidur dengan Adrian, okey..!" Cindy berjalan kesofa membawa beberapa bantal sofa keatas kasur sebagai penghalang tidur nya.
Tak lama Cindy pun mulai merebahkan tubuhnya, karena lelah dia pun dengan cepat tertidur.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, Cindy merasa tenggorokan nya kering dan haus, membuka mata melihat sebuah tangan sudah berada di pinggang nya, Cindy menatap sekeliling dia melihat diatas meja disofa ada segelas air putih, rasa haus pun semakin menjadi.
Turun dengan perlahan Cindy mendekati meja dan mengambil air diatas meja itu dan meminumnya sampai habis kemudian kembali ke ranjangnya melanjutkan tidurnya, tapi anehnya begitu akan merebahkan tubuhnya lagi dia merasa seperti kegerahan, dan kepanasan, Cindy melihat AC masih dalam posisi menyala.
"aduh, ini badan kenapa ya, ko panas gini sih rasanya, baju ini udah tipis banget, AC juga nyala ko masih gerah ya," batin Cindy
__ADS_1
Cindy menengok kearah Adrian yang masih tertidur pulas, dan entah datang dari mana Cindy mulai berkhayal dan berimajinasi liar, bahkan sudah mulai dengan berani menyentuh pipi Adrian.
Karena tidak sanggup lagi menahan gejolak rasa ingin dalam dirinya, Cindy mulai mengelus pipi Adrian, mencium pipi dan bibir nya sambil tangannya bergerak membuka ikatan jubah Adrian.
Adrian yang merasa sesuatu yang hangat menyentuh kulitnya seketika membuka mata dan melihat Cindy sedang mencium bibir nya.
"Cindy,, kamu kenapa,,?"
"mas, aku juga gak tau, badanku panas mas, tolong bantu aku mas,, aku gak bisa sendiri,,!" Cindy memohon dengan mata manja yang membuat Adrian mulai semangat
Adrian seketika melirik kearah meja dan melihat air di gelas itu telah kosong, "astaga Cindy pasti habis minum air itu, haduh,, itu kan harus nya untuk ku, kenapa jadi kamu yang minum,,!" pikir Adrian
Sebelum Adrian keluar di atas meja itu memang sudah ada gelas dengan air yang sudah dicampur dengan obat perangsang, karena niat nya nanti akan dia minum, agar dia bisa memuaskan Cindy, tapi karena cindy menyuruhnya keluar dan juga Cindy terlalu lama memilih baju tidur, Adrian jadi lupa dengan air itu sampai dia ngantuk beneran. Adrian tak tau jika Cindy tengah malam suka terbangun karena haus.
"he-he-he,,, mantul mantab betul xi-xixi" gumam Adrian
"tolong mas, cium aku,,,!"
"oke dengan senang hati istri ku sayang,,!!"
Adrian pun mulai mencium bibi Cindy, dan Cindy pun membalas ciuman itu, sampai lidah mereka bersatu, bahkan Cindy mulai membuat kiss Mark didada Adrian sampai Adrian meringis.
Cindy yang semakin tak terkendali menarik jubah Adrian hingga terbuka.
Adrian yang sudah tak tahan, mulai melepaskan lingerie yang membatasin tubuh indah Cindy, setelah tubuh mereka itu polos, Adrian mendorong pelan dan Cindy mulai meringis, sedikit dorongan lagi hingga masuk semua dan memaju mundur kan pelan sampai Cindy tidak lagi merasakan sakit.
"sabar sayang, ini hanya sakit sebentar, setelah nya akan terbiasa,!"
Pergulatan itu berlangsung cukup lama, hingga mereka bersama mencapai puncak dengan lelah bersama. Cindy yang masih dengan terkulai lemas tanpa ampun dihajar lagi oleh Adrian yang junior bangun lagi, pergulatan mereka berlangsung lama, hingga sesaat sebelum Subuh mereka berhenti.
__ADS_1
Keesokan pagi nya, Cindy mulai terbangun merasakan sakit dan perih disekitar pangkal paha nya, serta lemas di tubuhnya. Dia menatap sekeliling melihat Adrian masih terlelap tanpa busana, begitu dia melihat dirinya..
"Aaaaaaaa,,,,,,!!!!" Cindy reflex berteriak karena mendapati dirinya sudah tanpa lingerie
"ada apa, kenapa, bikin kaget aja sih,,?!" Adrian spontan duduk
"ini kenapa bisa, apa yang terjadi,,?!"
"menurut mu,, jangan pura-pura lupa,, bukan nya semalam kamu yang begitu liar, lihat nih apa yang sudah kamu buat padaku,,!" Adrian memperlihatkan beberapa kiss Mark yang dibuat Cindy
"masa sih,, gak mungkin,, itu pasti bohong, itu bukan bikinan ku,,! aku mana bisa bikin seperti itu,,!" Cindy berusaha menjawab meski dengan wajah malu
"kalau bukan kamu siapa, hantu,,! pokonya semalam kamu betul-betul mantul,, ha-ha-ha,,!"
"jadi semalam kita udah itu,, beneran,,ko bisa,,?!" Cindy masih gak percaya
"ya bisa lah, kamu inget gak, kamu udah minum air di gelas itu,!" Adrian menunjuk kearah sofa
"jadi kamu udah sengaja ya, menaruh obat di air itu,,!"
"iya, aku sengaja menaruh obat perangsang dan obat kuat diair itu, tujuan ku biar bikin kamu puas nantinya, eh kamu nya kelamaan aku jadi lupa minum, dan malah kamu yang minum, ya udah deh aku yang bahagia ha-ha-ha,,!"
"ya sudahlah sudah terjadi, mau gimana lagi, he-he-he ternyata malam pertama itu endul ya ,,!" Cindy nyengir
"ya kan,, kamu sih lama banget,, sampai aku keburu ngantuk,, gimana kalau kita mulai lagi sekarang,, he-he-he,,!"
"Hah,, lagi,,!" belum sempat Cindy meneruskan ucapannya Adrian sudah membungkam mulut nya dengan bibirnya
Mereka pun mulai lagi dengan kegiatan panas mereka sebagai suami istri pengantin baru, tak ada lagi keraguan, tak ada lagi ketakutan, hanya ada kepercayaan.
__ADS_1