Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga
Happy ending


__ADS_3

"Lidia." Axel sengaja mendatangi kampus Lidia. Hari ini dia ingin menyatakan cinta pada Lidia. Meskipun sudah beberapa kali dia mencoba dan selalu ditolak, tapi Axel tidak pernah menyerah.


"Axel," ngapain kamu di sini.


"Aku pengen minta waktu kamu," kata Axel. Lidia mengerutkan kening. Tiba-tiba Axel berjongkok dan menyodorkan bunga.


"Lidia, aku ingin menyatakan cinta padamu sekali lagi. Aku benar-benar mencintai kamu Lidia, cinta mati, setulus hati."


Lidia menatap heran. Sesaat kemudian Fabian datang lalu merangkul Lidia. "Apa cinta mati cinta mati segala?" tantang Fabian.


Axel sontak berdiri. "Fab, ah elo ganggu momen romantis gue sama Lidia," protes Axel.


"Mending lo cari cewek lain aja," usir Fabian.


"Apaan sih elo, Fab. Ini lagi tangannya yang sopan, kenapa pakai rangkul-rangkul calon pacar aku?" protes Axel tidak terima.


"Ck, elo yang nggak sopan pakai nembak tunangan gue," cibir Fabian.


Axel terkejut dengan ucapan Fabian. "Hah? Tunangan? Kapan?" Seingatnya Fabian dan Lidia selalu berantem jika bertemu.


Lidia menunjukkan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Fabian memberikannya beberapa waktu lalu ketika mereka sedang makan bersama di sebuah restoran mewah.


Axel menepuk jidatnya. "Jahat kalian. Tunangan nggak bilang-bilang. Malu gue pakai acara jongkok segala lagi. Kalau gue viral gimana?" omel Axel. Laki-laki itu tidak ngamuk tapi dia malah ikut senang dengan pertunangan Lidia dan Fabian.


Lidia dan Fabian tertawa terbahak-bahak. "Cih, pede banget lo. Nggak ada yang rekam ini," cibir Fabian. Dia menoyor kepala Axel. Mereka memang sudah terbiasa begitu.


"Lidia, selamat ya sayang." Axel hampir saja memeluk Lidia. Tapi Fabian dengan sigap menepis tangan Axel.


"Wah cari mati nih anak," umpat Fabian yang kesal karena Axel terus menerus mencari kesempatan. Fabian mengejar Axel seperti kucing dan anjing yang sedang bertengkar.

__ADS_1


...***...


Sudah seminggu April menempuh ujian kelulusan.


"Akhirnya selesai penderitaan kita," gumam Diva yang merasa bebannya berkurang.


"Ah, bisa aja kamu, Div. Yuk kita ke kantin aku yang traktir," ajak April.


Diva dan April berjalan menuju ke kantin bareng. Sepanjang jalan menuju kantin ada yang tidak beres. "Kenapa sih? Kok pada heboh ngelihatin kita?" tanya Diva.


April menggedikkan bahu. "Nggak tahu," jawab April.


Sesampainya di kantin mereka baru tahu kalau Aksa dan yang lainnya memberikan surprise kecil-kecilan. Hari ini April berulang tahun yang ke delapan belas. Aksa, Fabian, Lidia, Axel dan juga Imam sengaja datang ke sekolahan April.


April terkejut karena mendapat kejutan dari orang-orang yang dia sayangi. "Mas Aksa, apa ini?" tanya April.


Aksa membawa sebuah kue ulang tahun dan dibantu oleh Axel menyalakan lilin. "Selamat ulang tahun, sayang," ucap Aksa pada kekasihnya.


Setelah lagi selesai dinyanyikan, satu per satu teman-temannya mengucapkan selamat. Tak terkecuali saudara seayah April, Fabian.


"Selamat ulang tahun, Dek. Semoga kamu selalu diberi kebahagiaan." Fabian memberikan sebuah kado pada April.


Lalu Lidia juga memberikan ucapan selamat pada calon adik iparnya. "Selamat ulang tahun ya, Dek. Semoga kamu selalu sehat dan lulus dengan nilai ujian yang memuaskan."


"Terima kasih, Kak Lidia," ucap April.


Yang terakhir ucapan selamat datang dari kekasihnya, Aksa. "Selamat ulang tahun, sayang."


"Cie...."

__ADS_1


"Semoga lulus dengan nilai ujian bagus dan semoga nanti bisa jadi ibu dari anak-anakku," ucap Aksa penuh percaya diri. April sampai dibuat malu karena ucapan sang pacar.


"Huu..."


Sesaat kemudian Aksa mengeluarkan sebuah kotak yang semua orang sudah bisa menduga kalau isi kotak itu adalah cincin.


"Ini hadiah untuk kamu." Aksa menyematkan cincin bermata berlian ke jari manis April. April merasa terharu mendapatkan sesuatu yang berharga dari Aksa.


"Aku bersedia menikah denganmu, Mas." Aksa dan semua orang terkejut ketika mendengar ungkapan perasaan April pada kekasihnya.


Dan berita itu menjadi trending topik di semua media sosial. Aksa dan April menjadi pasangan muda yang selalu dibicarakan. Namun, Erik menjadi geram karena nama baiknya dipertaruhkan.


"Tidak bisa. Kalau begini aku harus minta tanggung jawab pada anak itu," ujar Erik yang kesal ketika melihat berita yang membicarakan soal putrinya yang dilamar usai menyelesaikan ujian sekolah oleh anak seorang dokter.


Erik pun menelepon David. "Dave, kita perlu bicara."


"Baik, aku yang akan datang ke tempatmu," kata David melalui sambungan telepon.


Keesokan harinya, David datang beserta anggota keluarga lainnya datang dengan membawa seserahan ke rumah Erik.


"Gila kamu Dave, aku tidak ada persiapan."


David tertawa lantang. "Kamu hanya perlu menyambut kami sebagai besan."


Fabian membangunkan April. "Pril, cepat bangun!"


April bangun dengan rambut berantakan. "Ada apa, Kak? Aku udah nggak sekolah jadi aku mau bangun siang kali ini," protes April.


"Tuh di depan ada Dafi sama keluarganya mau lamar kamu," kata Fabian memberi tahu. April syok seketika dia berlari lalu menyambar handuknya.

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2