Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga
Mimpi buruk


__ADS_3

Hallo guys, kemaren aku tuh bukannya gak up cuma sinyal aja yang agak susah, maklum lah musim hujan, tahun batuan kalian ke mana?


Kalau nggak ada kerjaan yuk baca lagi. Jangan lupa tinggalkan vote setelah membaca ya 🙏


...♥️♥️♥️...


David menimbang berat badannya. "Dia yang hamil kenapa berat badanku yang baik, gerutunya pagi ini. David merasa kesal karena berat badannya bertambah tiga kilo dari berat badan awal.


"Sayang, lihatlah baru sebulan aku menghabiskan sisa makanan kamu berat badanku sudah bertambah tiga kilo. Kalau usia kehamilan kamu saat ini menginjak tiga bulan berati masih ada enam bulan lagi. Kalau dikalikan tiga bisa jadi delapan belas kilo naiknya."


Sofia tertawa mendengar ocehan suaminya pagi ini. "Kalau gitu imbangi dengan berolahraga, Mas," usul Sofia. Ucapan istrinya itu ada benarnya juga, pikir David.


Setelah itu setiap pagi sebelum berangkat kerja David pun selalu menyempatkan diri untuk joging di sekitar area apartemen. Jika tidak ada waktu untuk joging dia akan mendatangi tempat fitnes yang masih satu gedung dengan apartemennya.


Hari-hari David menghabiskan waktunya di tempat fitnes tersebut. Bahkan jarang sekali menemani Sofia untuk berbelanja. Petang ini, Sofia berniat membeli minyak goreng di mini market yang tak jauh dari apartemennya. Sofia hanya perlu menyeberang jalan untuk sampai di mini market tersebut.


Ketika akan menyeberang sebuah motor melaju dengan kencang. Beruntung seseorang menarik dirinya hingga nyawanya pun selamat. Tapi dia terjatuh. Untung saja hanya luka di bagian telapak tangannya saja. Perutnya tak mengalami rasa sakit meski dirinya terguncang.


"Terima kasih banyak," ucapnya pada wanita yang menolong. Sofia mengamati wajah perempuan itu. Dia seperti pernah melihatnya tapi dia sendiri tidak yakin.


"Apa saya mengenal anda? Wajah anda seolah tidak asing," ungkap Sofia pada wanita yang berdiri di depannya kini.


Wanita itu tersenyum miring. Setelah itu dia berbalik badan tanpa menjawab pertanyaan Sofia. Ada rasa sakit hati yang begitu dalam di hati Dena saat David menikahi Sofia. Padahal dia kira David akan membalas cintanya. Nyatanya laki-laki itu mengajaknya di malam tahun baru tahun lalu untuk menjadi pasangan pura-pura.


Kecewa, sedih dan sakit hati bercampur jadi satu di hati Dena waktu itu. Tapi dia tidak ingin David mencintainya dengan cara terpaksa. Dena pun memilih pergi untuk menenangkan dirinya. Kini dia kembali ke apartemen yang dia tinggalkan dulu.


Sofia tak mempermasalahkan jika dia tak menjawab pertanyaannya. Wanita yang tengah hamil itu pun melanjutkan ke mini market untuk membeli plester dan minyak goreng yang menjadi tujuannya tadi.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Sofia kembali ke unit apartemennya. Ketika dia baru keluar dari lift, dia melihat suaminya berbincang dengan seseorang wanita. Sofia menyipitkan matanya. Dia ingin memastikan bahwa wanita yang dia lihat itu adalah wanita yang telah menolongnya.


Sesaat kemudian Sofia ingat dia adalah wanita yang pernah jalan dengan suaminya di malam tahun baru. Seketika dada Sofia merasakan sesak. Dia pun mengatur nafasnya kemudian melangkahkan kaki untuk mendekati suaminya.


"Assalamualaikum, Mas," sapanya pada sang suami yang tengah asik mengobrol di luar unit apartemennya.


"Waalaikumsalam, dari mana sayang?" tanya David cemas.


"Habis belanja, Mas." Sofia mengangkat tangannya untuk menunjukkan hasil belanjaannya tadi. Tanpa diduga David melihat tangan istrinya terluka.


"Sayang, kenapa tanganmu bisa begini?" tanya David yang panik.


Melihat kepanikan di wajah laki-laki yang masih menempati hatinya itu, Dena merasa cemburu. Namun, dia mencoba menahan diri.


"Aku hampir tertabrak motor, untung saja ada mbak ini yang telah menolongku," kata Sofia yang tidak menyebut nama Dena karena dia tidak tahu nama wanita yang berdiri di hadapan suaminya.


"Oh, kenalin, dia Dena. Temanku, dulu dia tetanggaku, tiba-tiba dia pergi kemudian dia kembali lagi sekarang." Sofia memperhatikan wajah suaminya yang begitu enteng menjelaskan siapa wanita yang di hadapannya kini.


"Sayang, apa ini sakit sekali? Ayo aku obati." David mengajak istrinya ke dalam.


"Maaf, kami masuk dulu," ucap Sofia yang berpikiran pada Dena. Meskipun dia tidak menyukai Dena karena terlalu dekat dengan suaminya, tapi Sofia bukan orang yang bisa meluapkan amarahnya di depan orang lain. Dia lebih memilih menahannya dari pada menjadikan pertengkaran. Ya, Sofia memang sesabar itu. Kalau othor mah udah labrak aja.


Sofia duduk di ruang tamu, sementara David sedang mengambil obat untuk membersihkan lukanya. "Kenapa tidak meminta tolong padaku saja?" tanya David pada istrinya seraya membersihkan bagian telapak tangan yang kotor.


"Bagaimana aku meminta tolong padamu, Mas. Jika kamu sibuk berolahraga akhir-akhir ini," gumam Sofia di dalam hatinya.


Sofia meringis ketika merasakan nyeri. "Pelan-pelan, Mas."

__ADS_1


"Maaf," jawab David sesat kemudian dia meniup bagian tangan istrinya yang terluka.


"Aku sempat beli plester di mini market tadi, Mas." Sofia menggeledah tas belanjanya kemudian mengambil plester yang dia beli.


David pun membuka plesternya. Setelah itu, dia menempelkan ke telapak tangan sang istri. "Lain kali hati-hati ya. Bagaimana dengan anak kita?" tanya David cemas.


"Alhamdulillah dia tidak apa-apa," jawab Sofia.


"Bagaimana kalau kita lakukan pemeriksaan lanjut besok. Aku takut kenapa-napa," usul David. Sofia hanya bisa menurut.


"Aku siapkan air hangat ya untuk mandi," tawar Sofia.


"Tidak usah sayang. Istirahat saja. Aku bisa melakukannya sendiri," ucap David sambil tersenyum. Sofia pun balas tersenyum.


Sembari menunggu suaminya selesai mandi, Sofia merebahkan diri di atas Sofa. Tanpa terasa matanya pun terpejam.


"Jangan ambil suamiku," teriak Sofia yang melihat David menggandeng tangan Dena.


"Mas apa kamu tega meninggalkan aku dan calon anak kita?" tanya Sofia. Dia ingin menyadarkan suaminya.


"Aku tidak memiliki perasaan apa-apa lagi padamu. Sekarang Denalah yang menempati seluruh isi hatiku. Hanya dia yang kucintai."


Sofia tidak menyangka David tega menduakan dirinya. Sofia pun menangis tersedu-sedu. "Jangan pergi, Mas. Jangan pergi," ucapnya memohon.


David yang selesai mandi melihat ke arah istrinya. Dia yakin Sofia sedang mengigau. David pun membangunkan sang istri dengan pelan. "Sayang, bangunlah!" ucapnya dengan lembut. Dia pun mencium kening istrinya agar segar bangun.


Sofia terbangun. Dia sedang mengumpulkan kesadarannya. "Mas," panggilnya ketika orang pertama yang dia lihat saat membuka mata adalah suaminya.

__ADS_1


David bingung ketika sang istri ketika tiba-tiba menangis sambil memanggil namanya. "Apa kamu mengalami mimpi buruk?" tanya David. Sofia mengangguk.


"Tenanglah ada aku di sini."


__ADS_2