Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga
Musibah


__ADS_3

Hari ini Sofia menemani Willa dan adiknya bermain di rumah ibunya. David sengaja meninggalkan sang istri di rumah orang tuanya agar jika dia melahirkan sewaktu-waktu ada yang menolong Sofia.


Benar saja, menjelang siang perut Sofia tiba-tiba mulas. "Bibi, kenapa?" tanya Willa.


"Nenek, bibi kesakitan," adunya.


Raina pun cepat-cepat berjalan mendekat ke arah Sofia. Dia melihat Sofia sudah terduduk di lantai sambil memegangi perutnya yang sakit. "Sofia, Ya Allah kamu kenapa, nak? Apa kamu akan melahirkan?". tanya Raina panik.


"Telepon Mas David, Ma," pinta Sofia pada ibunya.


Raina pun menghubungi Noor telepon David. "Dave, istriku akan melahirkan tolong dia. Tolong kamu jemput dia, mama tidak bisa mengantarnya karena menjaga anak-anak."


"Baik, Ma. Tunggu di sana, Ma. Aku akan menjemput istriku."


David melepas jas kedokterannya. "Tolong tangani sisanya, saya harus menjemput istri saya di rumah," ucapnya pada perawat yang menjadi asistennya.


"Baik, Dok."


David pun berlari ke area parkir. Ketika dia akan menaiki mobil David melihat salah satu ban depannya bocor. "Kenapa harus sekarang?" ucapnya kesal.


Lalu dia melihat mobil ayahnya terparkir di sana. David berlari pun menuju ke ruangan ayahnya. "Pa, pinjam mobil istriku akan melahirkan." David menyahut kunci mobil dari tangan ayahnya.


"Mobilku bocor, tolong bawa ke bengkel," perintah David pada ayahnya.


"Dasar anak kurang ajar. Beraninya dia memerintahku," gerutu Yudha sambil menggelengkan kepala.


Sementara itu Julian sengaja pulang cepat karena dia merasakan perasaan yang tidak enak hari ini. "Aku sudah mengira kalau ada yang perlu dicemaskan. Ayo kita ke rumah sakit." Julian menggendong Sofia masuk ke dalam mobil.


"Mama akan sampaikan pada David jika dia tiba di sini," kata Raina mencoba mengurangi kecemasan putrinya. Sofia mengangguk paham. Setelah itu, mereka segera berangkat ke rumah sakit.


Di tempat lain David mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat dia akan mengurangi kecepatan, remnya tidak berfungsi.

__ADS_1


Dena mengutus orang untuk memutus label rem mobil yang akan dikendarai oleh calon suami ibunya. Jika Yudha meninggal maka dirinya tak perlu menjadi saudara David. Yang jelas Dena akan menyingkirkan orang yang dianggap penghalang baginya. Sayangnya rencananya tak berjalan mulus. Mobil yang seharusnya dikendarai Yudha malah dipinjam David karena alasan mendesak.


"Ada apa ini?" David mencoba menginjak rem tapi hasilnya nihil. Kecepatannya tidak berkurang sama sekali. Padahal di depan ada mobil yang akan menyalip. Akhirnya David membanting setir hingga jatuh dari atas jembatan. Mobilnya tenggelam di sungai. Kejadian itu tidak luput dari pengamatan warga sekitar.


Lokasi kejadian David jatuh menjadi ramai. Orang-orang melihat ke bawah di mana mobilnya mengambang. "Kasian sekali dia." Para warga hanya bisa menunggu polisi karena sungai tidak bisa dijangkau.


Saat itu, Julian juga melewati tempat kejadian di mana David mengalami kecelakaan. "Kenapa macet sekali?" Dia menekan klakson mobilnya beberapa kali agar orang lain tidak menghalangi jalannya.


Karena tak sabar, Julian pun membuka kaca jendelanya. "Tolong minggir beri jalan ada yang mau melahirkan," teriaknya pada orang-orang di luar.


Akhirnya dia bisa melewati kerumunan tersebut. Keduanya sampai di rumah sakit tempat waktu.


Safa tak sengaja melihat ayah mertuanya itu di rumah sakit. "Pa, siapa yang sakit?" tanya Safa.


"Sofia akan melahirkan. Di mana Dave kenapa dia tidak ada saat istrinya sedang berjuang?" tanya Julian.


"Apa? David belum sampai di rumah? Padahal dia sudah pergi setengah jam yang lalu," terang Yudha yang juga ada di sana.


Zidan segera datang ke rumah sakit setelah memerintahkan anak buahnya mencari keberadaan David. Sementara menunggu kabar dari Leo, Zidan menunggu kelahiran keponakannya.


Setelah kurang lebih dua jam berada di luar rumah bersalin, Sofia akhirnya melahirkan anak laki-laki.


Di tempat lain Leo mendapatkan kabar dari orang suruhannya kalau sebuah mobil jatuh ke sungai. Untuk memastikan dia datang sendiri ke lokasi. "Di mana orang yang mengendarai mobil ini?" tanya Leo pada pihak kepolisian.


"Kami sedang mencarinya. Ngomong-ngomong anda siapa?" tanya salah seorang polisi tersebut.


"Saya hanya tanya, Pak. Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan korban," ungkapnya.


Leo memberi tahu pada Zidan. Dia juga mencatat plat nomor mobil yang baru saja diangkat dari sungai. "Itu plat mobilku," sahut Yudha. Dia terduduk lemas mendapatkan kenyataan jika David mengalami kecelakaan mobil.


Safa pingsan tapi untungnya Zidan sigap menangkap tubuh istrinya. Julian juga sedih karena cucunya harus lahir tanpa ayah. "Aku akan mengazani cucuku terlebih dulu."

__ADS_1


Julian masuk ke ruang bayi dan mulai mengazani cucunya. Setelah itu dia menemui Sofia. "Papa sendirian? Mana yang lainnya? Mas David mana?" cedar Sofia.


"Dia belum datang," jawab Julian. Dia bingung bagaimana menyampaikan kabar buruk itu pada putrinya yang baru saja melahirkan.


Sofia merasa aneh. Padahal ibunya tadi telah menghubungi suaminya tapi dia sama sekali tidak melihat batang hidung David. "Pa, apa terjadi sesuatu pada suamiku?" tanya Sofia.


Julian menaikkan selimut anaknya. Dia akan mengatakan kebenarannya jika Sofia sudah pulih. "Istirahatlah dulu. Jangan menunggu suamimu."


Sofia terkejut mendengar ucapan ayahnya. "Kenapa aku tidak boleh menunggu suamiku?" tanya Sofia heran. Apakah ayahnya itu masih membenci suaminya, pikir Sofia.


"Akan aku kabari jika dia datang. Sekarang tidurlah dulu. Anakmu ada di ruangan bayi."


Julian meninggalkan Sofia agar putrinya itu bisa beristirahat. "Ya Allah lindungilah suamiku di mana pun dia berada." Sofia berdoa dalam hatinya. Dia berharap David tidak mengalami sesuatu yang buruk.


Dena mendapatkan laporan dari anak buahnya jika mobil yang dikendarai itu masuk ke sungai. "Tapi yang mengendarai bukan target kita, Bu," lapor anak buah Dena.


Dena terkejut mendengar penuturan anak buahnya. "Lalu siapa?" Dena belum tahu jika Davidlah orang yang jatuh ke sungai itu.


"Kamu tidak tahu," jawab pria itu.


Dena merasa khawatir. Dia takut jika mobil itu dikendarai oleh David. "Semoga bukan kamu, Mas," harapnya cemas.


Apakah David akan ditemukan?


...♥️♥️♥️...


Curcol sedikit ya, othor sedang bad mood gegara penilaian entun yang tidak bisa ditebak. Harusnya tahun ini sudah ganti lencana tapi tiba-tiba poin penilaian terhempas begitu jauh ke dasar jurang.


Othor pengen nangis karena pendapatan juga terpengaruh. Kita udah usaha semaksimal mungkin. Makanya buat para pembacaku ajakin teman-temannya buat baca karya othor ya.


Terima kasih buat yang setia mengikuti ceritaku ini. Semoga rejeki kalian semakin bertambah 🙏

__ADS_1


__ADS_2