Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga
Kejahatan selalu kalah


__ADS_3

Sofia begitu lelah menjalani kehidupannya tanpa David. Tapi dia tidak boleh menyerah jalan membebaskan suaminya tinggal selangkah lagi. Sofia pun menyerahkan semua pada kuasa hukumnya.


Keesokan harinya Beni ditangkap polisi atas tuduhan penggelapan uang dan investasi bodong. Berita penangkapannya diliput oleh stasiun televisi secara langsung.


"Bagaimana anda menanggapi tuduhan yang dilayangkan kepada anda, Pak?" tanya salah seorang reporter yang mewawancarai.


"Ini semua hanya jebakan. Saya tidak pernah melakukan penggelapan uang seperti yang mereka tuduhkan," jawab Beni.


Setelah itu polisi memasukkan dia ke dalam mobil. Beni ditahan sementara waktu. Kini dia berada di dalam tahanan yang sama dengan David. David masih menunggu sidang putusan hakim tapi statusnya sudah menjadi tersangka jadi dia tidak bisa keluar sebelum ada keputusan. Bahkan dia tidak bisa keluar hanya dengan jaminan.


Beni menyeringai ketika melihat David memakai baju tahanan. "Aku tidak menyangka aku bisa di sini bersamamu," kata Beni.


David belum tahu dalang di balik kasus yang dia alami adalah Beni. Sofia tidak menceritakan tentang itu. Dia hanya bilang akan membebaskan David segera. "Pak Beni?"


David terkejut ketika melihat ayah Dena ditahan. "Atas kasus apa anda masuk ke sini?" tanya David penasaran.


Beni tersenyum sinis. "Kamu tidak usah pura-pura. Ini semua rencana ayahmu dan kamu pasti tahu itu?" tuduh Beni.


David tak mengerti apa yang diomongkan oleh Beni. Tapi dia menduga ini adalah salah satu rencana istrinya. "Mungkinkah dia adalah orang di balik semua kejadian yang menimpaku?" tebak David dalam hati. Dia tak lagi menghiraukan Beni.


Pengacara Sofia membuat sidang Beni dipercepat. Dia berusaha sekuat tenaga agar Beni bisa terbukti bersalah sebelum sidang David digelar.


"Saudara Beni, anda tidak hanya dituduh dengan kasus penggelapan uang dan investasi bodong tapi anda juga dituduh sebagai dalang atas kasus kematian yang dialami oleh pasien di sebuah rumah sakit," kata jaksa saat membacakan deretan kesalahan Beni.


Deg


Beni tidak menyangka dia bisa ketahuan. Padahal dia tahu Wina sudah pindah keluar kota. Tapi Beni berusaha menyembunyikan kegugupannya. "Itu semua tidak benar," sangkalnya.


"Yang Mulia kami akan menghadirkan saksi kunci di persidangan ini," ucap pengacara keluarga Sofia.


"Silakan!"


Kemudian Wina memasuki rumah persidangan. Beni mencengkeram erat kursi yang dia duduki. "Bagaimana bisa wanita itu muncul di persidangan. Padahal aku sudah membayar mahal waktu itu," geram Beni.

__ADS_1


"Saudara Wina, apakah anda mengenal laki-laki itu?" tunjuk pengacara Sofia pada Beni.


Wina ragu menjawab. Dia sudah berjanji pada Beni tidak akan mengingkari janji karena Wina telah menggunakan uang yang didapat dari Beni. Namun, rupanya Sofia sudah menyiapkan diri agar Wina mau buka mulut. Sofia mendatangkan suami Wina.


Laki-laki itu belum tahu kejahatan yang telah dilakukan oleh istrinya. Sofia saat itu menemui suami Wina secara diam-diam. Awalnya tidak percaya kalau istrinya melakukan perbuatan kriminal, tapi Sofia telah menunjukkan rekaman pembicaraan saat Wina mengaku kalau dirinya lah yang telah menyuntikkan obat penenang hingga pasien itu mengalami gagal jantung.


Wina melihat ke arah suaminya. Wanita itu merasa bersalah lalu menangis. Dia mengangguk dengan posisi kepala menunduk tajam. Wina mengakui kalau dia mengenal Beni.


"Saudara Wina, ceritakan pada kami apa yang dia perintahkan pada anda?" pinta pengacara Sofia.


"Keberatan Yang Mulia," sela pengacara Beni.


"Keberatan ditolak," jawab Hakim. "Saudara Wina silakan jawab pertanyaan dari pengacara!" perintah hakim dengan tegas.


Wina melihat ke arah suaminya. Laki-laki itu menganggukkan kepala seolah meminta istrinya untuk jujur dipersidangan. "Saya dibayar untuk membuat kesalahan fatal agar Dokter David bisa masuk penjara," ungkap Wina dengan jujur.


Beni yang tak terima pun berdiri. "Bohong!" teriaknya.


"Saudara Beni harap tenang!"


"Saya tidak tahu. Saya juga tidak tahu nama laki-laki itu sebelumnya."


"Anda tidak tahu tapi mau melakukan perintah orang asing. Berapa anda dibayar oleh saudara Beni?" Pengacara itu semakin menyudutkan Wina.


"Keberatan Yang Mulia." Pengacara Beni kembali protes. Dia tidak ingin Wina mengungkap lebih dalam.


Wina menjawab semua pertanyaan dari pengacara Sofia. Setelah itu hakim memutuskan kalau Beni akan dipenjara selama seumur hidup karena telah menjari otak pembunuhan berencana.


Sedangkan Wina yang telah bersaksi juga dihukum karena telah menghilangkan nyawa orang lain serta melindungi pihak yang bersalah. Dia pun dikurung dan akan menjalani sidang sebulan lagi.


Setelah Beni dinyatakan bersalah David dibebaskan karena terbukti difitnah. Dia tidak jadi menjalani sidang lanjutan karena tuntunannya dicabut.


Sofia meminta bantuan ayahnya agar mengundang wartawan untuk meliput kebebasan David. Sofia ingin publik tahu kalau suaminya tidak bersalah. Dengan begitu namanya bisa dibersihkan. Aksa pun tidak akan mengalami pembulian di sekolahnya lagi.

__ADS_1


...Kemenangan paling hakiki adalah hasil dari melewati proses yang keras. Karena kepuasan tidak terletak pada hasil, tapi usaha....


Sofia dan Aksa menyambut David di luar lapas. Aksa langsung berlari ke pelukan laki-laki itu. "Alhamdulillah ayah sudah bebas," kata Aksa sambil mendongak.


Sofia mendekat. "Selamat kembali pada keluarga kita suamiku," kata Sofia dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih sayang. Kamu telah berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan aku." David mencium kening istrinya.


"Ayo kita rayakan kebebasanmu di rumah. Aku akan masak banyak hari ini." David mengangguk setuju.


Mereka pun kembali ke rumah mereka. David menghirup udara dalam-dalam ketika turun dari mobil. "Alhamdulillah akhirnya aku kembali ke rumahku yang nyaman."


Aksa menarik tangan ayahnya agar segera masuk. Dia memberikan buket bunga yang disiapkan untuk David. "Terima kasih, nak."


Sambil menunggu istrinya memasak. David membersihkan diri. Sedangkan Aksa bermain di kamarnya. Usai mandi David menyusul istrinya di dapur. Dia memeluk Sofia dari belakang.


"Apa kamu tidak capek?" tanya David. Dia tahu kondisi istrinya yang sedang hamil muda pastilah mudah capek.


"Tidak, meskipun aku capek akan aku tahan. Aku sudah janji akan memasak sesuatu yang spesial untuk suamiku."


David mengeratkan pelukannya. "Kehamilan kamu sudah jalan berapa Minggu sayang?" tanya David. Tentu dia sangat perhatian pada istrinya terlebih dia adalah dokter kandungan.


"Perkiraanku jalan sepuluh minggu, Mas," jawab Sofia.


"Baiklah, kapan-kapan kita periksa dengan alat USG," ucapnya sambil mengusap perut istrinya yang masih rata.


Sofia meletakkan alat penggorengannya. Lalu dia berbalik. "Aku bahagia Mas sudah kembali ke rumah," kata Sofia.


"Aku pun bahagia sayang. Apalagi bisa mendampingi kamu selama hamil. Terima kasih sayang karena usahamu aku bebas." Sofia mengangguk.


...Hasil yang baik adalah buah kesabaran dari seseorang yang tidak pernah menyerah pada proses....


...♥️♥️♥️♥️...

__ADS_1



__ADS_2