Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga
Tamat


__ADS_3

Ketika Diva sedang berjalan sendirian dari kantin, Nesya menghadangnya. "Ada apa ini Nes?" tanya Diva gugup.


"Gue mau lo lakuin sesuatu buat gue," perintah Nesya pada Diva.


"Kalau nggak lo mau ngapain?" tantang Diva.


"Jangan lo kira gue nggak tahu kalau bokap lo dipenjara karena kasus suap. Gue bisa sebarin gosip ke anak-anak satu sekolahan ini supaya elo dibully sama semua orang," ancam Nesya.


Diva merasa ketakutan. Akhirnya dia menurut pada Nesya. Nesya membisikkan apa yang harus dikerjakan oleh Diva. Diva sebenarnya keberatan tapi dia melakukan itu dengan terpaksa.


Diva mengambil kotak makan yang ada di laci April kemudian dia membuangnya ke tempat sampah. April waktu itu belum kembali dari ruang guru.


"Kamu nggak lihat kotak makan yang ada di sini?" tanya April pada Diva.


"Enggak Pril, aku nggak lihat," jawab Diva. April merasa bersalah pada Aksa karena telah menghilangkan kotak makannya.


Sementara Diva merasa bersalah pada April karena dia telah menjahati orang yang sangat baik kepadanya.


Usai pulang sekolah Diva melapor pada Nesya kalau dia telah mengerjakan apa yang disuruh olehnya. Tapi tidak ada kejahatan yang tidak terlihat. Imam mengetahui kalau Nesya dan Diva bekerja sama dalam mengerjai April.


"Nggak bisa dibiarin. Aku harus lapor sama Dafi," gumam Imam. Setelah itu dia mendekati Aksa yang akan memasuki mobilnya.


"Daf, tunggu sebentar," seru Imam. Imam pun membisikkan sesuatu ke telinga Aksa. Aksa menduga sepeda April yang hilang juga jangan-jangan kerjaan Nesya.


"Kamu tenang aja. Aku nggak akan membiarkan siapa pun melukai April. Dia sudah banyak menderita," janji Aksa pada Imam.


Keesokan harinya Aksa memberikan bekalnya kepada April dia tidak menyangka kalau April sangat senang mendapatkan bekal darinya.


"Tunggu, Kak." Langkah Aksa terhenti ketika April memanggilnya.


"Aku tidak bisa membalas kebaikan kakak, dengan apapun kecuali doa. Aku doakan kakak selalu sehat dan apa yang kakak cita-citakan bisa terwujud." Ucap April dengan tulus.

__ADS_1


Aksa merasa terharu. Baru pertama kali orang lain mendoakan dirinya seperti itu. "Terima kasih untuk doanya. Semoga kamu pun lebih beruntung dari pada aku," balas Aksa.


Aksa menuju ke kelas bersama para sahabatnya. Setelah itu bel masuk kelas berbunyi. Aksa mengikuti pelajaran seperti biasanya.


Ketika pulang sekolah Aksa tiba-tiba memiliki rencana untuk menjebak Nesya. Dia mengajak Axel untuk melihat CCTV. Satpam tersebut memperbolehkan Aksa dan Axel untuk melihat video di hari ketika April tidak masuk sekolah. Karena saat itulah sepeda April hilang.


Mereka melihat Nesya dan dua orang temannya membawa sepeda April ke sebuah ruangan. "Arahnya ke gudang sekolah, Den," kata Satpam tersebut memberitahu.


Usai menyalin video tersebut, Aksa dan Axel diikuti Satpam membuka gudang sekolah itu. Benar saja mereka menemukan sepeda April berasa di sana. Aksa pun meminta Axel untuk mengeluarkan sepeda tersebut. "Kondisinya udah nggak layak Daf," lapor Axel.


"Mereka pasti merusak sepedanya," gumam Aksa sambil mere*mas udara.


Di tempat lain Nesya sedang berada di kafe usai pulang sekolah bersama teman-temannya. Dia memang suka berfoya-foya menghabiskan uang orang tuanya untuk mentraktir makan dua pengikutnya.


Lalu salah seorang temannya menerima notifikasi di grub sekolah. "Eh liat." Dia memperlihatkan video yang diunggah oleh Aksa sendiri ke grub itu pada Nesya.


Nesya membelalakkan matanya ketika melihat video yang tak lain adalah rekaman CCTV. "Breng*sek si Dafi. Sok kecakepan banget sih. Dia itu pengen gali kuburannya sendiri apa?" geram Nesya.


"Sialan lo. Nggak setia kawan banget sih."


"Setia kawan gimana? Kita udah salah karena waktu itu kita nggak memerhatikan CCTV. Elo sih Na nggak bilang kalau ada CCTV yang terpasang di sana," Ami menyalahkan Diana.


"Pokoknya aku nggak mau tahu ya Nes, lo harus tanggung jawab. Gue nggak mau mereka sampai mengundang orang tua kita ke sekolah. Bisa tamat riwayatku," omel Diana.


"CK, gitu doang. Lo lupa kalau bokap gue punya kuasa." Nesya menyombongkan diri.


"Alah timbang manager doang," ledek Ami.


Nesya menyunggingkan bibir. "Tapi kalian tidak tahu kan kalau kepala sekolah kita tuh adik ipar bokap gue," ungkap Nesya. Senyum lebar pun terbit di wajah kedua temannya. Mereka yakin kalau mereka tidak akan dihukum oleh kepala sekolah mereka.


Keesokan harinya Nesya datang ke sekolah seperti biasa. Kali ini dia disambut dengan sorak mengejek para siswa yang telah melihat videonya kemaren. "Gue nggak nyangka ya Nes, kalau hati lo itu nggak secantik wajah lo," cibir salah seorang siswi.

__ADS_1


"Berisik Lo," sentak Nesya tak terima.


Lalu dia berjalan lagi ke kelasnya. Di kelas semua murid menatapnya tajam. "Apa kalian lihat-lihat? Emang ya kalau orang cantik itu selalu dikagumi," ucap Nesya dengan penuh percaya diri.


Namun, semua siswa malah melempari dirinya dengan kertas. Nesya pun berlari keluar kelas. "Sialan di Dafi. Dia udah buat gue malu kaya gini."


Lalu matanya melihat Aksa yang sedang berjalan dengan santai menuju ke kelas. "Dafi," panggil Nesya tapi Aksa tidak mau menoleh. Dia kenal suara cempreng yang memanggilnya itu.


"Daf tunggu!" Aksa mengentikan langkah ketika Nesya merentangkan tangannya di depan Aksa.


"Minggir aku mau masuk!" perintahnya dengan nada dingin.


"Tega kamu Daf sama aku. Aku ini cewek yang selalu mengejar-ngejar kamu. Selalu mengagumi kamu tapi apa balasan kamu sama aku? Kenapa kamu sengaja mempermalukan aku Daf? Kalau kamu tidak suka dengan sikap aku yang terlalu agresif, fine, aku minta maaf. Tapi jangan hukum aku dengan cara kaya gini," ucap Nesya berlebihan.


Aksa memutar bola matanya malas. "Minta maaflah pada April. Kamu sudah banyak merugikan dia," ucap Aksa dengan dingin lalu dia menerobos masuk ke kelasnya.


Nesya mengepalkan tangan karena saking marahnya. Dia pun berjanji akan membalas perbuatan Aksa. "Aku sudah tidak respek lagi sama kamu Daf. Sorry mulai sekarang kita musuh," gumam Nesya seraya meninggalkan kelas Aksa.


Ketika Nesya akan kembali ke kelasnya, dia berpapasan dengan Diva. "Gue nggak nyangka elo dalang dibalik hilangnya sepeda April. Gara-gara elo April tidak bisa bekerja lagi." Diva menyalahkan Nesya.


Nesya menarik rambut Diva. "Heh cewek udik. Jangan Lo kira gue akan diam saja. Gue akan bilang ke teman Lo itu kalau Lo yang buang kotak makan pemberian Dafi waktu itu."


"Sialan Lo Nes, itu karena gue nurutin perintah Lo," sanggah Diva.


"Gue nggak peduli."


Apakah Nesya akan benar-benar bebas dari hukuman?


♥️♥️♥️


Senin ---> vote, vote, vote 🙏

__ADS_1


__ADS_2