
April selalu rajin bekerja. Meski setiap hari dia harus membanting tulang tapi pelajarannya di sekolah tetap bisa dikejar.
Saat bel istirahat pertama berbunyi April sengaja pergi ke perpustakaan. Dia ingin belajar karena besok ada ulangan Matematika. Pumpung ada kesempatan April menggunakan waktu sebaik-baiknya. Dia takut ketika pulang kerja nanti malam, dia akan lelah dan mengantuk sehingga tak sempat belajar.
Ketika April sedang sibuk mengerjakan soal-soal latihan, Aksa memperhatikan April. "Dia kelewat rajin," pujinya sambil tersenyum.
Kebetulan Aksa akan mengembalikan buku yang habis dia pinjam. Namun, matanya tak sengaja melirik April yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja paling sudut. Gadis itu sengaja memilih meja yang sepi karena dia tak ingin konsentrasinya terganggu.
Aksa membiarkan dia belajar. Sementara itu dia mendapatkan pesan dari ayahnya untuk menjemput Lovely nanti sore. Adiknya itu mengikuti les bimbingan belajar di luar sekolah. Aksa pun memiliki ide.
"Mas Aksa," panggil Lovely yang baru keluar gedung. Gadis yang berkepang dua itu berlari ke arah kakaknya.
"Dik, mau jemput ibu sekalian nggak? Nanti ambil roti brownies kesukaan kmu sekalian," bujuk Aksa.
"Wah, mau mau. Ayo berangkat sekarang!" ajak Lovely bersemangat. Dia sudah tidak sabar ingin memakan roti kesukaannya.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di toko roti milik keluarga ibunya itu. Lovely lebih dulu turun dari mobil. Ketika dia berlari ke dalam dia tak sengaja menabrak seseorang. "Kamu tidak apa-apa?" tanya April yang sengaja berjongkok lalu membantu Lovely bangun.
Lovely terpesona ketika melihat wajah April yang cantik alami tanpa polesan. "Aku nggak apa-apa. Kakak siapa?" tanya Lovely.
"April," gadis itu mengulurkan tangannya. Lovely dengan senang hati menyambut tangan gadis itu.
"Lovely," jawabnya menyebutkan namanya.
"Wah punya teman baru ya?" seru Aksa.
"Ini adikku," ucap Aksa memberi tahu pada April.
"Kalau begitu aku tinggal dulu ya," pamit April. Dia pun berlalu meninggalkan Aksa dan adiknya.
"Nanti kalau aku sudah besar aku mau kaya Kak April. Cantik alami tanpa polesan," puji Lovely.
"Cantik ya, kalau kak April jadi kakak kamu mau nggak?" goda Aksa.
Lovely pun bertanya-tanya. "Emang bisa ya?" ucapnya polos.
"Bisa dong. Bisa banget," jawab Aksa sambil tertawa.
"Lovely," panggil Sofia. Lovely pun berlari ke pelukan ibunya.
__ADS_1
"Bu, Mas Aksa bilang kalau Kak April bisa jadi kakak Lovely gimana caranya?" tanya Lovely pada ibunya. Sofia melirik ke arah Aksa.
"Oh ya? Mas Aksa nggak bilang bagaimana caranya?" tanya Sofia pada anak bungsunya. Lovely menggeleng.
"Lovely pengen punya kakak cewek?" tanya Sofia lagi. Lovely mengangguk.
"Panggil aja Kakak pada Kak April, gampang kan?"
"Gitu doang? Jadi semua cewek yang baru Lovely kenal kalau Lovely panggil kakak otomatis jadi kakak perempuan Lovely?" Lovely balik bertanya.
"Nggak gitu konsepnya, Dek. Kalau sekarang kamu belum ngerti. Nanti aja kalau sudah besar pasti ngerti," sahut Aksa. Sofia memandang curiga pada perkataan anak sulungnya. Dia tersenyum tipis melihat anaknya sudah semakin dewasa.
"Bu, mau brownies," rengek Lovely.
"Tapi dikit aja ya. Kaya dokter kamu diminta buat kurangin makan makanan manis biar giginya gak cepet ompong," kata Sofia memberi nasehat pada anak kecil itu. Lovely mengangguk setuju.
"Aku mau Kak April yang ambilkan," rengeknya lagi. Sofia pun meminta April membawakan brownies kesukaan Lovely ke ruangannya.
Tok tok tok
Aksa membuka pintu ketika mendengar April mengetuk pintu. "Rotinya." April menunjukkan nampan berisi roti pesanan Lovely.
"Nggak apa-apa, Pril. Temani aja Lovely dulu. Kerjaan kamu udah beres kan?" tanya Sofia.
"Sudah, Bu," jawab April. Setelah itu dia duduk di depan Lovely.
"Kak April a..." Lovely menyodorkan sendok potongan brownies pertamanya untuk April. April merasa tidak enak.
"Udah makan aja," perintah Aksa. April pun menurut. Lovely bahagia karena April mau menerima suapan darinya.
"Mulai sekarang kak April resmi jadi kakakku," ucapnya setelah itu memeluk April. April terlonjak kaget. Dia bingung dengan kelakuan Lovely.
"Lovely jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu Pril," ungkap Sofia sambil terkekeh melihat tingkah gadis kecilnya itu.
April merasa terharu ada orang yang begitu tulus menyampaikan rasa sayangnya meski baru pertama kali bertemu. "Kakak nggak suka ya?" tanya Lovely sambil mengurai pelukannya.
"Bukan, Dek. Kakak hanya bingung. Terima kasih ya sudah menganggap kakak ini sebagai keluarga kamu. Kakak jadi punya adik perempuan sekarang," balas April sambil tersenyum manis.
Aksa tak sengaja memperhatikan senyuman April. Jantungnya berdegup kencang ketika melihatnya. "Kenapa dia semanis itu sih?" gumam Aksa di dalam hatinya.
__ADS_1
Sejak saat itu Lovely selalu meminta diantar ke toko setelah pulang sekolah. Dia akan bermain dengan April ketika sedang tidak melayani pelanggan.
"Gila anak baru itu pakai ilmu pelet dari dukun mana sih? Anak bos aja bisa sampai selengket itu sama dia?" tanya Tuti yang selalu iri pada April.
"Ya ampun Mbak Tuti nggak boleh kaya gitu. April itu sama aja kaya lagi jadi baby sitternya Lovely. Dia kerja double tapi gajinya gak dikasih double. Mbak Tuti nggak ingat gimana manjanya Lovely. Cuma April yang bisa jinakin dia. Harusnya kita berterima kasih. Jadi Lovely nggak ganggu kita yang lagi kerja," ucap Mbak Ros yang memberi pendapat lain.
"Iya juga sih." Tuti juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Ros.
"Mbak Tuti," panggil Lovely.
"Mampus dia manggil," gerutu Tuti.
"Ya, Non," jawab Tuti sambil mendekat.
"Tolong ambilkan roti lapis dong, buat aku satu buat Kak April satu ya."
"Eh kakak nggak usah, Dek," sahut April yang merasa tidak enak.
"Dih, sok munafik. Pakai acara pura-pura nolak segala lagi. Dasar penjilat," umpat Tuti di dalam hati.
"Nggak apa-apa. Kak April pasti belum makan siang kan?" tebak Lovely. April pun mengangguk. Dia hanya ingin jujur di depan Lovely.
"Mbak Tuti dengar kan? Ambilin roti lapis dua ya."
"Dek, biar kakak aja yang ambilin." April berdiri hendak mengambil roti pesanan Lovely.
"Nggak usah Kak. Kakak duduk aja bantuin aku kerjain PR," tegas Lovely.
"Baik, Non." Tuti menuruti perintah Lovely tapi dia sangat kesal pada April.
"Dih, beruntung bener yang dibelain sama anak Bos. Liat aja aku kerjain kamu biar kamu nyesel udah bikin aku kesel," ucap Tuti.
Kira-kira Tuti mau ngapain ya? Koment yang banyak jangan lupa kembang dan kopinya ya
Ingat poin nggak bisa diuangkan.
♥️♥️♥️
__ADS_1