Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga
Masa lalu David


__ADS_3

"Maafkan aku." Sofia tahu Leo sudah menyadari kalau Sofia mengetahui perselingkuhannya.


"Sudahlah, Mas. Aku rasa tidak perlu lagi minta maaf. Aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf. Sekarang sudah tidak ada lagi urusan di antara kita." Sofia berbalik badan.


Namun, Leo menarik tangan Sofia. "Tidak bisakah kita kembali seperti dulu?" Mohon Leo dengan lembut.


Perlahan Sofia melepas tangan Leo. "Carilah wanita yang sesuai dengan tipemu, Mas. Carilah yang bisa lebih memperhatikan kamu. Aku menyadari kalau selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku," ucap Sofia dengan nada bergetar.


Berat rasanya untuk melepas lelaki yang pernah mengisi hatinya tapi melepas Leo adalah pilihannya saat ini. Sofia yakin akan datang jodoh yang lebih baik dari pada Leo.


"Apa ini semua karena David?" tuduh Leo.


"Tidak ada hubungannya dengan dia," sanggah Leo.


"Lalu apakah tidak ada lagi tempatku di hatimu?" tanya Leo. "Beri aku kesempatan. Aku berjanji akan memperbaiki diri."


"Jangan berubah karena aku. Kesempatan itu selalu ada tapi sayangnya bukan diriku. Aku pergi. Assalamualaikum." Sofia masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan Leo.


Leo sangat menyesal tidak bisa lagi bersama dengan Sofia seperti dulu. Meski setiap hari bisa bertemu tapi mereka tidak bisa seakrab dulu.


Sofia meneteskan air mata. Dadanya terasa sesak saat berpisah dari Leo. Meskipun di hadapan laki-laki itu dia bersikap tegar tapi sebenarnya dia menahan air matanya agar tidak tumpah.


Setahun lebih menjalin hubungan dengan Leo hampir tak ada pertengkaran di antara mereka. Tapi Leo tiba-tiba ketahuan selingkuh membuat hati Sofia tak bisa menerimanya. Yang disayangkan adalah sikap Leo yang tak juga menghalalkan dirinya jika memang dia ingin melakukan hubungan suami istri. Leo malah mencari perempuan lain untuk memenuhi hasrat kelakuannya.


Sofia mengusap air matanya yang jatuh. Dia harus ke panti asuhan untuk memberikan sumbangan uang. Tak lama kemudian dia sampai. Belum sampai menghentikan mobil, Sofia melihat sebuah mobil berwarna putih yang dia kenal terparkir di sana.


Sofia pun turun untuk memastikan. Benar saja, lagi-lagi dia bertemu David. David menoleh dan menyunggingkan senyum. "Bukankah ini yang namanya jodoh? Kita selalu bertemu di manapun."


Sofia mengangkat bahunya. "Apakah saya juga berjodoh dengan nyamuk atau lalat jika setiap saya berada selalu ada mereka?"


David tertawa keras. "Jangan menganggap saya lalat. Lalat ini tidak menjilati kotoran tapi memakan makanan manis seperti anda," ledek David.


"Assalamualaikum," sapa pengurus panti.


"Waalaikumsalam, saya Sofia. Kedatangan saya kemari bermaksud ingin memberikan sedikit sumbangan kepada panti ini. Harap diterima meskipun jumlahnya tidak seberapa." Sofia memberikan amplop cokelat yang dia pegang.

__ADS_1


"Terima kasih banyak semoga Allah memberikan banyak rejeki dan apabila belum menikah dimudahkan jodohnya apabila sudah menikah semoga rumah tangganya sakinah mawadah warahmah."


"Aamiin." David dan Sofia menjawab secara bersamaan. Lalu keduanya saling bertukar pandang. Sofia cepat-cepat membuang pandangannya.


"Apa kalian saling kenal?" tanya pengurus panti asuhan tersebut. Keduanya saling mengangguk.


"Wah dunia memang sempit ya, Pak David ini penyumbang tetap di panti asuhan ini," terang pengurus panti itu.


"MasyaAllah," batin Sofia bangga.


"Kalian kenal di mana?"


"Dia teman kerja saya, Bu," jawab David.


Sofia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Maaf, saya tidak bisa berlama-lama karena sebentar lagi waktu Maghrib tiba," pamit Sofia.


Pengurus itu mengantar sampai ke depan. "Hati-hati mbak Sofia." Sofia mengangguk. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mobil David mengikuti mobil Sofia dari belakang. Dia ingin memastikan gadis itu pulang ke rumah dengan selamat.


Setelah mengantar Sofia diam-diam David kembali ke rumah. "Kamu dari mana? Tumben jam segini baru pulang?" tanya sang Ayah.


"Dari panti asuhan, Pa," jawab David sambil berlalu.


"Kamu masih mengunjunginya?" tanya Yudha.


"Aku merindukan tempat asalku," jawab David dengan nada dingin. Yudha merasa sedih tiap kali David mengingat masa kecilnya.


Sekilas tentang David, dia adalah anak dari Yudha tapi dari istri mudanya. Yudha menikah lagi tanpa sepengetahuan istri pertamanya.


Waktu itu, Yudha ditugaskan di luar kota selama berbulan-bulan karena sedang berada di tempat yang mengalami bencana. Dari sana dia mengenal seseorang yang bernama Amanda. Dia adalah salah satu relawan yang ikut untuk membantu korban bencana alam.


Awalnya Amanda adalah korban bencana yang kehilangan seluruh keluarganya. Tak memiliki tujuan hidup yang jelas maka dia mengabdikan dirinya untuk menjadi relawan.

__ADS_1


Saat itu Yudha merasa kesepian karena jauh dengan istrinya. Dia juga tidak bisa menghubungi istrinya lewat telepon karena lokasi bencana berada di sebuah desa terpencil. Jadi tak ada akses jaringan sama sekali.


Ketika hatinya kosong, Amanda gadis ceria itu masuk ke dalam kehidupan Yudha. Mereka selalu bersama di setiap kesempatan sehingga benih-benih asmara itu pun tumbuh.


Suatu hari mereka melakukan hubungan suami istri. Setelah sebulan Amanda hamil. Namun, Yudha tidak siap untuk menikahi Amanda karena dia sudah beristri.


"Bagiamana dengan anak ini?" Amanda mengelus perutnya yang masih rata.


"Aku akan menikahimu tapi aku tidak bisa tinggal bersamamu karena aku memiliki keluarga."


Ucapan Yudha sungguh membuat Amanda bersedih. Dia seperti habis manis sepah dibuang. Tapi Amanda tidak punya pilihan lain. Yang penting anaknya tidak dihina sebagai anak haram nantinya.


"Baiklah mas aku setuju." Amanda menerima dengan pasrah.


Sebulan kemudian Yudha pamit pada Amanda. "Aku minta maaf, tapi aku berjanji akan mengirim uang setiap bulannya."


Nyatanya Yudha melupakan janjinya pada Amanda. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan keluarganya. Hari berganti hari Minggu berganti Minggu waktu kelahiran anak yang dikandung Amanda semakin dekat. Namun, Yudha tak memberikan kabar sama sekali.


Amanda kerja serabutan untuk menghidupi dirinya sendiri. Lalu wanita itu nekad untuk mencari alamat rumah suaminya. Sayangnya di tengah pencariannya berhari-hari Amanda tak menemukan hasil. Dia pun tak memiliki tempat tinggal yang tetap.


Lalu seorang wanita berbaik hati menampungnya. Orang itu tak lain adalah pengurus panti asuhan yang biasa dikunjungi David. Amanda sangat berterima kasih. Dia pun mengabdikan diri untuk panti asuhan tersebut. Setelah beberapa hari tinggal di sana, Amanda melahirkan. Dia melahirkan di rumah sakit.


Saat Amanda masuk ke ruang persalinan, dia tak sengaja melihat suaminya. Dia yakin sekali kalau itu suaminya, Yudha. Ingin sekali dia berteriak memanggil namanya. Namun, tenaganya tak kuat. Dia harus berjuang untuk melahirkan anaknya seorang diri.


Selain menangis karena merasakan sakit yang luar biasa karena proses melahirkan dia juga menahan sakit hati karena tak ada kerabat atau suami yang menemani.


Ibu panti yang diketahui bernama Asih itu membawa pulang Amanda setelah melahirkan. Amanda sudah merasa hidupnya tak lama lagi. Maka dia pun berpesan pada ibu panti untuk mempertemukan anak yang belum dinamainya itu pada ayahnya.


"Dia masih memiliki ayah. Ini fotonya." Amanda memberikan sebuah foto laki-laki pada Bu Asih.


"Kenapa dia tidak ada di sampingmu?"


"Kami terpisah jarak yang sangat jauh. Tolong pertemukan anak ini pada ayahnya. Dia bekerja di rumah sakit tempat aku melahirkan."


Sesaat kemudian anda menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah itu, Bu Asih menemui Yudha dan menceritakan semua tentang Amanda. Yudha tidak bisa mengambil anaknya karena istri pertamanya pasti tidak akan menyetujui.

__ADS_1


"Tolong jaga anak ini. Aku janji akan membiayai semua kebutuhannya. Berikan dia yang terbaik." Setelah mencium kening anak laki-laki yang dinamainya David itu, Yudha meninggalkannya. Sampai usia tujuh belas tahun Yudha baru mengajak David ke rumah besarnya itupun karena istrinya mengetahui kalau suaminya punya anak dari perempuan lain. Awalnya dia mengira kalau istrinya tidak setuju. Tapi dia salah, ternyata hati istrinya itu bagai terbuat dari batu mulia. Dia menerima David masuk ke dalam keluarganya.


__ADS_2