Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 102


__ADS_3

Sambil menunggu giliran untuk bermain di wahana flying fox,Rose dan Satya sedang di siapkan oleh team pemandu wahana. Alat-alat sudah mulai terpasang di tubuh masing-masing. Semua di lakukan dengan teliti dan sangat hati-hati. Arahan juga di sampaikan oleh pemandu,jika alat yang di gunakan adalah untuk keamanan. Dan himbauan untuk tidak cemas juga di sampaikan.


"Bagaimana mba....beneran berani nggak!" tanya Satya.


"Siap dong.....masa gini aja nggak berani....!" jawab Rose dengan gaya sombong. Di tepuknya dada kirinya dengan telapak tangan. Seakan-akan dirinya seorang yang kuat.


"Oke baiklah.....tak aku ragukan. Mba Rose memang wanita kuat. Nggak boleh menyerah .....semangat.....!" jawab Satya sambil mengepalkan tangannya,sehingga otot-otot di lengannya menyembul.


"Giliran mba dan masnya....silahkan naik ke rumah pohon dulu untuk persiapan.!" intruksi pemandu wahana.


Keduanya naik ke atas rumah pohon sebagai tempat start permainan. Mereka di persiapkan untuk segera di luncurkan. Satya telah siap terlebih dahulu,sementara Rose masih belum selesai.


"Masnya luncur dulu,nanti gantian mbaknya." intruksi pemandu.


"Nggak mba Rose dulu nich mas.....masa cowok duluan?" nada Satya protes.

__ADS_1


"Nggak apa-apa Sat....kamu duluan.....sebentar aku susul,ini udah mau selesai. Tunggu aku di ujung sana ya....!" kata Rose.


"Ok....aku kabulkan. Asal kau bahagia mba....."jawab Satya menggoda Rose. Tawa renyahnya berderai.


Satya segera di lucurkan. Biasanya orang menjerit karena terpacu adrenalinnya,namun beda dengan yang di serukan Satya.


"Mba Rose......aku menunggumu dan akan selalu menunggumu tanpa batas waktu......!" jerit Satya.


"Cah gendeng...." kata Rose dalam hati.


"Oke...siap mba....?" tanya pemandu wahana.


Begitu tubuh Rose sudah meluncur mendekat ke area finish,Satya masih menunggu di sana.


"Percaya kan mba....kalau aku masih menunggumu....!" goda Satya sambil menangkup pinggang ramping Rose yang masih sedikit berayun di tali pengamannya.

__ADS_1


Satya membantu melepas helm pengaman yang bertengger di kepala Rose,dan merapihkan anak rambut yang menjuntai di kening Rose.


"Awas aja kalau nggak mau menungguku. Akan aku katakan rahasia kita pada May....biar kamu di kejar-kejar lagi sama dia ." jawab Rose terkekeh. Bukan berarti Rose tidak merasakan perhatian Satya. Namun hatinya benar-benar masih milik Nugraha. Satya dianggapnya sebagai adik dan sahabat yang bisa mengerti dan memahami leadaannya.


"Ampun dong mba......apa nggak kasihan nich sama aku. Nantiba Rose merindu lho....kalau aku sampai keluar dari kuliah..." rajuk Satya.


"Emang gue pikirin....?" jawab Rose guyonan.


Rose juga masih punya misi untuk membantu Satya terlepas dari May. Dan akan di akhirinya jika memang sudah benar-benar aman untuk Satya.


Sebenarnya bukan untuk Satya,namun Rose mengingat kedua orang tuanya akan kecew jika ia gagal. Maka saat ini Rose menempatkan hatinya di posisi Satya.


Keduanya berjalan beriringan untuk wahana berikutnya. Dan di wahana titian dengan seutas tali ini,Satya bisa menilai jika Rose adalah type orang yang hati-hati,teliti dan tidak mudah emosi. Dengan tenangnya berjalan di atas titian,keseimbangannya bisa di acungi jempol.


Selepas sholat ashar,keduanya kembali ke asrama. Ada perasaan lega diantara keduanya. Namun kelegaan yang mereka rasakan dalam rasa berbeda.

__ADS_1


Rose merasa lega karena beban perasaan yang menghimpitnya sedikit terburai. Dan dirinya siap menerima kenyataan sepahit apapun nantinya.


Satya merasa lega,karena dia telah mengungkapkan perasaannya,walaupun diri ya tak yakin apakah akan bersambut atau hanya bertepuk sebelah tangan. Yang pasti dirinya tak mau menuntut,segalanya ia serahkan kepada Allah. Dan keyakinannya akan kuasa Allah yang maha mampu membolak-balikkan perasaan umat-Nya.


__ADS_2