Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD extra part 10


__ADS_3

Rose tengah menghadapi ujian akhir kuliahnya. Banyak tugas yang harus di kerjakannya. Dan itu semua tak luput dari pantauan Satya yang selalu siap sedia membantu mengerjakan tugas-tugasnya.


Hubungan Rose dan Satya jiga semakin dekat,walaupun belum ada kesepakatan jika mereka berpacaran,namun keakraban mereka terkadang membuat iri orang-orang di sekitarnya. Mereka selalu ada dan selalu bersama.


"Udah selesai semua Sat....tinggal di gandakan dan di jilid. Rasanya sangat lega......tugas-tugasnya sudah selesai. Dan tinggal menunggu saatnya wisuda nanti. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran sampai waktunya nanti ." kata Rose sambil menimang-nimang hasil penelitian dan karya tulisnya.


"Masih ada yang belum selesai ya......ingat.....kamu masih punya hutang jawaban kepadaku ." kata Satya sembari tersenyum menggoda Rose.


"Ich.....kamu itu.....selalu saja menagih. Lama-lama kaya depcolector yang kejar nasabahnya buat nagih utang." jawab Rose sembari mengerucutkan bibirnya.


Satya sangat suka melihat Rose jika cemberut. Bibir sensual dengan warna merah muda alami selalu menggodanya.


"Jangan cemberut seperti itu.....aku jadi pingin gigit bibirmu lho....." bisik Satya di telinga Rose.


" Ish....apaan sich......?" jawab Rose sembari memiringkan kepalanya menjauhi Satya yang sangat dekat dengannya.


Jantung Rose bertalu-talu mendengar candaan Satya. Dan jantung Rose selalu seperti itu jika berada di dekat Satya,namun Rose berusaha menutupi perasaannya. Rose benar-benar masih trauma untuk membuka hatinya.


Satya yang melihat wajah Rose memerah dan sedikit malu-malu merasa sangat senang. Pikirnya " tinggal tunggu waktu sampai aku benar-benar menggenggam hatimu."


"Mba Rose.....ada tamu mencari. Sekarang menunggu di ruang tamu." kata Dyah adik tingkat Rose yang tengah berjaga di kantor asrama.


"Oh ya....makasih Dyah...." jawab Rose.

__ADS_1


Pandangan matanya mengarah ke Satya. Seakan dirinya bertanya siapa tamunya saat ini. Satya yang tahu maksud pandangan mata Rose menjawab " temui saja,aku tunggu di sini." . Dan jawaban Satya di angguki oleh Rose.


"Nug......?" gumam Rose begitu melihat tamu yang menemuinya sore ini.


" Rose......." seru Nugraha sembari mendekat dan hendak memeluk Rose.


Namun tiba-tiba Satya telah merengkuh pundak Rose kedalam pelukannya. Rupanya Satya penasaran dengan tamu yang mendatangi Rose sore ini. Dan begitu mendengar Rose menyebut nama seseorang di masa lalunya,Satya berusaha melindungi Rose.


" Maaf mas.....perkenalkan nama saya Satya,calon suami Rose. Silahkan duduk. " kata Satya mempersilahkan Nugraha untuk kembali ke tempat semula.


"Saya Nugraha tunangan Rose....." kata Nugraha dengan pandangan mata yang begitu tajam menghujam manik mata Satya.


Namun Satya dengan tenangnya mengajak Nugraha untuk duduk dan memberikan senyum ramahnya. Satya duduk di samping Rose berhadapan dengan Nugraha.


"Oh....ini yang bernama mas Nugraha. Mantan tunangan Rose ya.....ada perlu apa ya,menemui Rose di asrama ?" tanya Satya penuh penekanan.


"Nama saya Satya.....saya calon suami Rose." tegas Satya menimpali perkataan Nugraha.


"Tidak mungkin.....Rose tidak mungkin akan menikah denganmu Satya....karena Rose masih masih tunangan saya ." jawab Nugraha penuh emosi. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal.


"Oh....benarkah seperti itu sayang......?" jawab Satya sembari melihat ke arah Rose dan genggaman tangannya semakin mengerat dibtangan Rose.


" Maaf......aku mohon jangan ada keributan di sini. Kita bicara dengan baik-baìk dan dengan kepala dingin." jawab Rose sembari meloloskan tangannya dari genggaman tangan Satya.

__ADS_1


Pandangan matanya mengarah ke manik Satya seakan menghiba supaya tenang. Dan Satya memahami arti tatapan mata Rose. Satya tersenyum dan mengelus puncak kepala Rose dengan lembut.


Sedangkan Nugraha yang melihat adegan itu,hatinya begitu bergemuruh. Nugraha tak rela melihat kemesraan yang Satya tunjukkan kepada Rose. Nugraha terbakar cemburu. Nafasnya terdengar memburu.


"Nug.....apa kabarmu. Kenapa kamu datang ke asramaku?" tanya Rose lembut.


Seketika raut wajah kemarahan Nugraha melunak. Dan senyum menghiasi bibirnya.


"Aku merindukanmu Rose.....bukankah kamu pernah bilang kalau kamu menungguku untuk menjemputmu. Sekarang aku penuhi janjiku untuk menjemputmu ." kata Nugraha. Ada sorot kerinduan yang begitu dalam terpancar dari netranya.


" Nug.....itu dulu. Dulu sekali.......Di saat dirimu pergi untuk mengikuti pendidikan. Jika sekarang,kamu sudah memiliki pasangan yang sah....aku telah menggugurkan permintaanku untuk kamu jemput. Aku sudah memiliki hidupku sendiri. Sama seperti kamu yang sudah memiliki Ana. Dia yang harus kamu jemput dan dia yang harus kamu sayangi dan lindungi. " jawab Rose kepada Nugraha.


" Maafkan aku Rose.....aku telah salah. Tapi aku sudah memutuskan akan menceraikan Ana setelah anak yang di kandungnya lahir nanti." jawab Nugraha dengan berapi-api.


"Selamat ya Nug.....kamu mau jadi seorang Bapak. Jadilah Bapak yang bertanggung jawab. Menyayangi anak-anaknya dan juga pasangannya."kata Rose dengan lembut.


" Tapi Rose.....aku maunya kamu. Kamu yang menjadi ibu dari anak-anakku kelak !" seru Nugraha.


" Nug.....sadarlah. Semuanya sudah tidak mungkin lagi. Aku juga ingin bahagia bersama pilihanku. Orang yang mencintaiku dengan segala kekuranganku. Ingat Nug....hubungan kita tepah berakhir." jawab Rose.


"Bukankah kita berjanji akan bersahabat selamanya.....sahabat tak akan saling menyakiti Nug.....sahabat akan saling mendukung satu sama lain." jawab Rose masih dengan pelan. Rose benar-benar takut akan terjadi keributan di asramanya.


" Benarkah kamu sudah benar-benar melupakanku dan tak lagi mencintaiku Rose.....?" tanya Nugraha dengan wajah sendunya.

__ADS_1


"Bukankah sudah aku katakan. Hubungan kita telah berakhir. Dan kali ini aku tegaskan lagi Nug....kalau diantara kita sudah tidak ada hubungan apapun. Berbahagialah dengan istrimu. Allah telah mentakdirkan kalian. Sama halnya aku dengan Satya yang di takdirkan untuk bersama setelah hubungan kita gagal." jawab Rose panjang lebar.


Percakapan mengalir diantara mereka. Akhirnya Nugraha menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepad Rose sebelum berpamitan untuk kembali ke pulau dimana Nugraha bertugas.


__ADS_2