Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 110


__ADS_3

Tiga bulan berlalu pasca kecelakaan yang di alami Nugraha. Karena tugas yang di embannya sebagai abdi negara,mengharuskan dirinya fokus dan profesional dalam bekerja. Kini Nugraha sudah di libatkan kembali untuk penugasan di luar daerah.


Keinginannya untuk mencari tahu sosok yang di katakan telah bertunangan dengannya pun pupus sudah. Waktunya terfokus untuk kedinasannya. Bahkan hari-harinya telah sarat dengan limpahan kasih sayang dan perhatian dari Ana,sehingga perjalanan cinta mereka semakin jauh melangkah.


"Kak......sepulang dinas dari daerah konflik,papa ingin membicarakan tentang hubungan kita berdua,aku harap kakak sudah menyiapkan jawaban kelak. Dan aku juga berharap kakak tak lagi banyak alasan ." tekan Ana kepada Nugraha.


"Aku harus kasih jawaban apa. Selama ini kamu yang selalu pancing aku. Kamu tahu sendiri kondisiku saat ini dalam situasi bingung. Dan aku percaya,nggak mungkin kamu nggak tahu statusku sebelum terjadi kecelakaan,kelihatannya kamu memang sengaja memanfaatkan kondisiku saat ini. "jawab Nugraha datar dan penuh penekanan. Ekspresi wajahnya sudah menampilkan aura kebencian.

__ADS_1


"Kamu jahat kak.....selama ini aku mengagumi mu,menyayangimu,merawatmu saat kondisi sakitmu. Dan saat itulah benih-benih cinta kita tumbuh, sampai saat ini cintaku semakin tumbuh besar,dan bahkan langkah kita sudah sangat jauh,kita sampai melanggar norma dengan hubungan terlarang kita. Wajar kalau aku menuntutmu untuk bertanggung jawab !" seru Ana sambil menangis.


"Walaupun aku goda,kalau kakak menolak juga nggak bakal terjadi seperti saat ini.Tapi apa.....bukankah kakak juga menikmatinya.....!" sengit Ana. Pikirnya dia harus segera menekan Nugraha supaya hubungan yang selama ini di impikan tak harus kandas.


Jerat dengan hal yang nista sekalipun dia lakukan untuk mendapatkan cinta Nugraha.


"Ok.....habis aku pulang dinas dari daerah. Kita selesaikan masalah ini. Aku juga bukan type cowok yang lepas tanggung jawab. Walaupun bukan berawal dari aku yang memulai, aku akan bertanggung jawab !" tegaa Nugraha.

__ADS_1


" Nha.....seperti itu kan lebih baik. Kita nggak usah saling marah-marah,kita selesaikan dengan kepala dingin. Lagipula kalau kakak nggak mau tanggung jawab dan mengelak,aku punya bukti perbuatan kakak yang dilakukan ke aku. Pasti akan berimbas buruk ke profesi kakak." jawab Ana penuh ancaman.


Nugraha semakin memendam emosinya. Setelah tahu jika dirinya di jebak. Tapi Nugraha juga berfikir kalau posisinyq sangatlah tidak aman,karena yang menjebaknya adalah putri dari komandannya. Dan sialnya lagi,selama ini Nugraha juga menikmati permainan Ana. Ibarat ikan dirinya bukan hanya terpancing,namun sudah masuk kedalam jaring,dan pastinya akan sangat sulit melepaskan diri.


"Terserah kamu saja. Aku ikuti alur yang kamu buat. Di sinipun aku hanya sebagai wayang,dan kamu adalah dalangnya. Aku nggak bakal mampu juga buat menolak ." jawab Nugraha dengan putus asa. Dia sangat menyesal karena tergoda dengan permainan Ana,namun penyesalan yang dirasakannya sudah tak berarti lagi.


"Kalau kakak seperti ini kan manis....apa yang telah terjadi dengan kita,anggpa saja takdir dari Tuhan. Jangan di sesali tapi cukup kita nikmati saja." jawab Ana dan dengan tiba-tiba mendaratkan bibirnya di pipi Nugraha. Walaupun tak di respon seperti biasanya. Namun Ana merasa kemenangan sudah ada di tangannya.

__ADS_1


" Tak sia-sia aku mensabotase setiap surat yang diberikan perempuan itu untuk kak Nugraha. Bukan aku jahat,tapi demi yang aku inginkan bisa ku pegang,persetan dengan urusan pertunangan mereka sebelumnya. " monolog hati Ana.


__ADS_2