
Terdengar lenguhan kecil dari mulut Nugraha. Sembari memegang kepalanya yang berasa pusing,Nugraha mengedarkan pandangan matanya ke arah langit-langit kamar.
"Bukan kamarku.....di mana aku. Koq du rumah sakit?" monolog Nugraha setelah menyadari keberadaannya.
Nugraha mencoba bangkit dan menggeser tubuhnya dan menyandarkannya di bagian kepala tempat tidur. Di kumpulkan ingatannya untuk mencari jawaban,kenapa dirinya sampai berada di rumah sakit. Bayangan dirinya di tempeleng papanya kembali hadir.
"Mengapa papa menempelengku.....sampai di usia hampir seperempat abad,belum pernah sekalipun papa menempelengku seperti tadi. Kenapa papa begitu marah.?" pandangan matanya menyapu ruangan itu,dan menemukan papa dan mamanya tertidur di sofa.
"Papa......Mama......?" gumam Nugraha. Hingga Bu Maria terbangun mendengar Nugraha menyebutnya,dan berjalan mendekati putra sulungnya
"Kamu udah bangun Nug......apa masih pusing?" tanya Bu Maria kepada Nugraha.
"Sedikit Mah......"jawab Nugraha.
"Papa dan mama apa kabarnya,kenapa menjengukku tak memberi kabar dulu?" tanya Nugraha mengurai rasa penasarannya.
"Iya.....kami datang tergesa-gesa,jadi tak sempat mengabarimu." jawab Bu Maria sembari mengelus puncak kepala putranya.
__ADS_1
"Rose dan Arya apa kabarnya mah......kenapa nggak diajak serta?" tanya Nugraha. Ia teringat kembali akan gadis pujaannya.
"Nug.......kamu sudah bisa mengingatnya......mengingat tunanganmu......?" tanya Bu Maria penuh dengan suka cita.
"Akhirnya kamu mengingatnya Nug.......sejak kapan kamu mengingat Rose lagi ?" tanya Bu Maria. Nugraha merasa kebingungan dengan pertanyaan mamanya.
"Koq mama bertanya seperti itu......mana mungkin aku melupakannya mah......dia gadis yang sangat aku cintai,gadis yang akan mendampingiku sampai menua nanti ." jawab Nugraha meyakinkan mamanya.
"Omong kosong apa lagi ini......sampai berani-beraninya kamu menyebut Rose gadis yang sangat kamu cintai. Kemana saja kamu hampir setengah tahun ini,sampai dengan teganya menyelingkuhi Rose dengan gadis lain !" hardik pak Yudha yang ikut terbangun karena mendengar percakapan istri dan putranya.
" Nggak usah pura-pura bodoh kamu Nug......hubunganmu dengan Rose lebih baik di batalkan. Dan bertanggung jawablah kepada gadis yang telah kamu gauli selama ini. Sangat -sangat memalukan. !" seru pak Yudha.
Emosinya kembali tersulut mendengar perkataan putranya. Rasa malunya kepada komandan Nugraha begitu kuat mencengkeram pikirannya. Dan saat ini justru keselamatan Nugraha yang sedang di pikirkannya.
Sementara Bu Maria hanya mampu menangis tersedu-sedu menyaksikan emosi suaminya yang dilampiaskan kepada putra sulungnya.
"Jelaskan semuanya kepadaku pah......mah......!"
__ADS_1
"Aku tak pernah berbuat sehina itu.....sekalipun kepada Rose tunanganku......"seru Nugraha menahan emosi.
"Tapi kenyataannya kamu sudah melakukan hal yang memalukan itu Nug.....
"Kenapa papa dan mama jauh-jauh sampai datang ke sini. Itu semua karena ulahmu yang bikin malu nama keluarga."
"Kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatanmu yang sudah melampaui batas norma. Komandanmu memanggil kami untuk minta pertanggung jawaban perbuatanmu." seru pak Yudha.
"Pertanggung jawaban apa yang di maksud papa....apa yang harus aku pertanggung jawabkan ?" tanya Nugraha. Dirinya benar-benar tidak menyadari apa yang telah terjadi.
"Nug.....papa dan mama minta kejujuranmu. Siapa yang mau kamu pilih antara Ana dan Rose."
"Kamu telah bertunangan dengan Rose,bahkan sudah memintanya untuk mengurus kelengkapan surat pengajuan nikah kantor,dan relah di turuti oleh Rose,tapi kenyataannya kamu di sini malah selingkuh dengan Ana,putri komandanmu." kata pak Yudha mencoba mengingatkan Nugraha.
"Mana mungkin pah.....selama ini Ana memang mengejarku,makanya aku mensegerakan Rose untuk mengajukan permohonan menikah. Supaya Ana tak lagi menggodaku.!" seru Nugraha. Kepalanya kembali terasa pusing,di rangkum wajahnya dengan kedua tangannya.
Matanya terpejam,keplanya kembali merasakan pusing. Sekelebat bayangan saat dirinya mengalami kecelakaan waktu itu kembali berputar,sampai kedekatannya dengan Ana,dan perbuatan m*s*m yang dilakukan dirinya dan Ana terpampang nyata.
__ADS_1