Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 83


__ADS_3

Sore itu Rose bergegas keluar asrama dan ijin kepada Bu Ati untuk foto coppy tugas. Berkas-berkas laporan kuliah dibawanya dengan totebag. celana kulot dan kaos lengan panjang membalut tubuhnya yang sintal. Rose berjalan menyusuri lorong penghubung asrama putra dan putri. Di tengah perjalanan Adi memanggilnya dan menghentikan langkah Rose.


"Ada apa pakdhe....."tanya Rose kepada Adi dengan sebutan pakdhe. Karena usia Adi yang sudah di atas Rose jauh, dan juga untuk bentuk penghormatan, karena Adi sudah berkeluarga.


"Mampir dulu ke asrama putra,Satya lagi ada masalah sama May." jelas Adi kepada Rose.


"Apa hubungannya sama aku. Biarkan saja Satya menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia kan cowok. Apalagi kalau urusan asmara mereka,aku nggak mau ikut campur pakdhe...." jawab Rose tegas.


" Aku tahu itu urusan Satya. Hanya masalah itu muncul setelah kita pergi kemarin. Dan setelah acara itu kan muncul gosip kedekatanmu dan Satya. May sekarang ngamuk di asrama putra." jelas Adi.


"Apa Satya pacarnya May...dan keberangkatan kita kemarin membuatnya cemburu karena aku di bonceng Satya?" tanya Rose menelisik.


" May yang ngejar-ngejar Satya. Tapi Satya nggak ada perasaan apapun. Sampai-sampai Satya pingin keluar dari kuliah karena ulah May." jelas Adi.


"Wah...luar biasa si May itu. Bisa bikin cowok ketakutan." kata Rose.


"Tapi biarkan saja,itu urusan mereka juga. May pastinya nggak akan marah-marah juga kan pakdhe. Kalau dari awal memang nggak ada hubungan apapun. Kenapa juga harus marah kalau keluarga bukan.....pacar juga bukan." jawab Rose santai seperti tidak ada beban.


"Aku minta maaf sebelumnya Rose....kemarin aku sengaja menseting kamu boncengan sama Satya. Karena aku punya tujuan supaya May menjauhi Satya. Yang aku dengar selama ini ,anak-anak warga asrama putri takut dan segan sama kamu. Makanya aku diam-diam mendekatkan kamu dengan Satya,siapa tahu bisa mengakhiri kegilaan may kejar-kejar Satya. Karena selama ini yang dekat sama Satya pasti langsung di labrak May, sampai cewek-cewek nggak ada yang berani deketin Satya,walaupun sekedar mengerjakan tugas kelompok. Karena May pasti langsung masuk ke kelompok Satya." cerita Adi panjang lebar.

__ADS_1


Rose terkekeh mendengar cerita itu. Rose merasa May terlalu posesif kepada Satya,sekalipun Satya bukan siapa-siapanya. Rose jadi teringat sebelum keberangkatan refresing kemarin,pada awalnya Rose mengabaikan kekonyolan May. Tapi dengan cerita Adi hari ini,membuat Rose bisa menarik garis benang merah permasalahan Satya dan May dengan kejadian kemarin.


"Dengan kata lain aku di umpankan untuk memanas-manasi May.......begitu pakdhe....?" tanya Rose sambil melihat manik mata Adi. Rose tidak pernah gentar dengan siapapun,sekalipun usianya berada di atasnya.


" Iya Rose....maaf kalau membuatmu nggak berkenan." jawab Adi dengan mengalihkan pandangannya. Walaupun usianya lebih tua dari Rose, namun melihat tatap mata Rose yang tajam membuatnya bergidik juga.


"Kenapa nggak cerita dari awal. Kalau mau buat sandiwara,pemerannya harus di kasih tahu skenarionya. Hayuk.....kita mainkan dengan skenarioku sendiri." kata Rose sambil mendorong punggung Adi supaya berjalan terlebih dahulu.


"Apa Rose.....yakin kamu mau bantu Satya." tanya Adi tak percaya dengan jawaban Rose.


"Udah ayokkk......serius nggak sich....katanya aku mau pakdhe jadikan artis. Kalau nggak jadi ya udah. Aku mau ketempat foto coppy aja....." kata Rose sambil berlalu meninggalkan Adi.


"Pakdhe putar aja ke dalam kamar Satya,pasti nanti dia akan bingung dengan kedatanganku. Arahkan dia,kalau terlihat ragu saat aku bereaksi nanti." jawab Rose.


"Ok....kita mainkan. Makasih Rose...!" jawab Adi. Dan di jawab Rose dengan tanda ok,jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf O.


Sementara itu, di taman kecil depan teras kamar Satya,terjadi perbincangan sengit antara Satya dan May.


"Pokoknya aku nggak mau tau ya Sat....kamu nggak boleh deket dengan perempuan manapun,tingkat berapapun. Sekalipun si Rose yang jutek itu. Kamu harus sama aku." kata May sambil menghentak-hentakkan kakinya mencari perhatian Satya yang kala itu malah asyik membaca modul.

__ADS_1


"Satya.....dengerin aku nggak sich....aku itu sayang sama kamu !" kata May sambil mendorong lengan Satya. May emosi karena Satya sama sekali tidak menggubris omongan May. Tapi Satya tetap berada di luar kamar,karena jika dia masuk ke dalam kamar pasti akan di ikuti May sampai ke dalam. Satya tidak mau ambil resiko nantinya di marahi dan mendapat sangsi dari kepala asrama.


"Kamu bisa diam nggak. Aku tuch lagi belajar. Kalau kamu menggangguku terus mana bisa aku belajar. Capek tahu....!" jawab Satya.


"Makanya dengerin aku ya....aku nggak mau ganggu kamu,asal kamu ikuti mauku."jawab May masih ketus juga.


"Emang kamu siapaku....saudara bukan apa-apa bukan. Bisa-bisanya maksa-maksa. Apa kamu nggak waras hah...."kata Satya sudah mulai tersulut emosi. Matanya memerah,dan pandangan matanya tersirat kemarahan yang besar yang selama ini terpendam. Kedua tangannya sudah terkepal. Dan Satya bangkit dari duduknya. Tangannya mengayun mau menampar May.


Rose yang sedari tadi ada di dekat mereka dan tanpa di sadari kehadirannya oleh mereka,segera maju menghalangi tindakan Satya. Rose memeluk Satya dan mengelus rahang Satya dengan lembut.


" Udah Sat.....tahan emosimu. ." Rose memandang manik mata Satya dengan lembut. Wajah Rose sedikit mendongak,karen postur tubuh Satya lebih tinggi darinya. Satya memandang wajah Rose. Emosinya berangsur melemah. Dirinya tidak percaya dengan yang di alami sekarang. Gadis yang selama ini di impikannya kini sedang memeluknya. Tangan Satya perlahan merengkuh pinggang Rose. Melihat reaksi Satya,Rose berjinjit dan berbisik di telinga Satya. "Aku hanya membantumu" kemudian Rose melepaskan pelukannya dan tersenyum ke arah Satya.


Satya terasadar. Matanya mengerjap beberapa kali menetralisir perasaannya dan berusaha menyadarkan pikirannya. Netranya menangkap bayangan Adi di balik korden kamarnya dan mengacungkan jempolnya. Satya sadar,ini pasti bagian skenario Adi,sahabatnya.


May terkejut dengan adegan di depannya. Amarahnya kembali muncul. " Mba Rose ngapain peluk-peluk pacarku. Apa nggak malu hah......berani-beraninya peluk pacar orang?" jerit May. Nafasnya naik turun. Emosinya meluap-luap. Mulutnya tak henti-hentinya memaki Rose.


"Sejak kapan Satya menjadi pacarmu. Kamu yang merasa kalau Satya pacarmu atau sebenarnya kalian sudah resmi pacaran. Koq aku tadi dengar Satya bilang, kalau kamu bukan siapa-siapanya. Aku harus percaya pacarku apa percaya omonganmu." jawab Rose. Pandangannya menghujam manik mata May. Pandangan yang penuh intimidasi.


" Katakan....katakan kebenarannya kepadaku. Apa hubungamu sengan Satya yang sebenarnya. Kalau kamu memang ada hubungan di belakangku,aku akan merelakan Satya menjadi milikmu,tapi kalau kata-katamu tadi adalah halusinaaimu,segeralah periksa ke ahli jiwa. Supaya kamu sehat pikirannya." jawab Rose masih sambil memandang May dengan tatapan dinginnya. Rose menyandarkan punggungnya di dada Satya dan menarik tangan Satya supaya melingkar memeluk pinggangnya.

__ADS_1


Melihat kemesraan Satya dan Rose terasa sangat memukul hati May. Dirinya merasa kalah. Hatinya hancur. Selama ini May banyak menaklukan hati cowok untuk kepuasannya. Namun tak berlaku untuk Satya. Dari cara halus sampai kasar,dirinya tetap tidak bisa menaklukkan hati Satya. Dengan perasaan malu juga jengkel,May berlalu dari hadapan Rose dan Satya.


__ADS_2