
Andai cermin dalam kamar Ana bisa bicara,mungkin akan mengatakan. "Sudah....aku capek. Apapun yang kamu pakai sama saja"
Kembali Ana mematut diri. Riasan wajah totalitas yang di pakainya sekarang ini. Dengan gaun berwarna merah dengan bentuk leher V, nampaklah gundukan bagian tubuhnya, dan gaunnya yang melekat sempurna menampilkan lekuk tubuhnya.
Sambil bersenandung riang Ana keluar dari kamarnya dan menuju teras depan.
"Ck....koq belum datang sich....!"sambil melongokkan kepalanya melihat jalan menuju rumahnya.
"Sabar dulu knapa......undangannya kan jam 8 malam. Ini masih belum jam 7 juga. Perjalanan kan nggak lama, 1/2 jam sampai,kenapa terburu-buru?" kata bu Fitria kepada putrinya.
" Mamah....." kata Ana sambil bergelayut manja di lengan mamanya.
"Itu dandanan kenapa menor banget,tumbenan sich.....gaunnya juga knapa pakai yang terbuka seperti itu. Pakai cardigan supaya ketutup. Apa nggak malu,tuch.....kelihatan gunungnya?" seru bu Fitria lagi mengomentari cara berpakaian putrinya.
"Knapa sich Mah.....nggak papa juga,kan nanti aku bareng kak Nug...nggak bakal ada yang gangguin juga." jawab Ana sewot.
__ADS_1
"Justru kamu harusnya malu sama Nugraha. Berpakaian koq mengundang sahwat laki-laki. Ganti sana dengan yang lebih tertutup. Malu Ana....!" bu Fitria merasa jengah dengan gaya putrinya.
" Udah gini aja,nanti aku kasih outer supaya ketutup."jawab Ana sambil berlalu kedalam kamar dan mengambil outer transparan senada dengan warna gaunnya.
Nugraha sampai di kediaman komandannya jam 19.15 WITA. Bersamaan dengan Ana yang keluar dari dalam rumah.
"Kak Nug....koq lama....aku udah nunggu dari tadi lho......" katq Ana merajuk manja. Tangannya langsung meraih lengan Nugraha dan bergelayut manja.
"Maaf dek Ana....kalau terlambat."jawab Nugraha sembari merapihkan krah jaketnya. Untuk menghalau tangan Ana dari lengannya. Nugraha merasa risih,namun tetap menjaga perasaan Ana, dan menghindarinya dengan cara halus.
"Yang ada hanya Mama....sebentar aku panggil dulu....kakak duduk dulu."kata Ana sembari ingin meraih lengan Nugraha kembali. Namun cepat-cepat Nugraha meraih kunci mobil yang ada di depannya.
" Ini kunci mobilnya,biar aku panasi dulu," sambil beranjak menuju mobil yang terparkir di halaman kediaman pak Ilyas. "Gila....ini anak agresif sekali."monolog Nugraha dalam hati. Bulu kuduknya sampai merinding,bukan karena terkesima dengan dandanan Ana,namun karena sikap Ana yang berlebihan.
"Kenapa sich kak Nugraha seperti menghindariku,apa aku nggak menarik?" gerutu Ana dalam hati.
__ADS_1
"Nak Nugraha sudah datang?" tanya bu Fitria. Begitu mendengar suara mesin mobil berbunyi Bu Fitria bergegas keluar untuk menyapa Nugraha.
"Nak Nugraha sudah sampai rupanya....."sapa bu Fitria.
"Selamat sore Bu....maaf tidak menyapa ibu dulu barusan." kata Nugraha mengangguk sopan. Dan bergegas menghampiri bu Fitria menyalaminya dan mencium punggung tangan wanita hampir paruh baya istri komandannya.
" Nggak papa Nug....titip putri ibu ya....tolong antar ke pesta temannya. Pulangnya jangan terlalu larut."kata bu Fitria mengingatkan Nugraha.
"Baik Bu.....akan saya antar dek Ana sampai di pesta. Dan akan saya antar pulang sebelum larut." jawab Nugraha.
"Mari dek Ana saya antar" kata Nugraha membuka pintu mobil bagian belakang. Namun Ana meminta duduk di depan berjejer dengan kursi pengemudi
"Aku duduk dekat kak Nug aja di depan. "kata Ana sambil membuka pintu di samping kemudi.
Nugraha menutup kembali pintu bagian belakang dan memutari mobil menuju kursi kemudi.
__ADS_1
Bu Fitria mengantarkan kepergian anaknya dqn Nugraha sampai mobil yang mereka tumpangi hilang dari pandangan.