
"Plakk....."
Tamparan keras mendarat di kepala Nugraha. Pak Yudha begitu emosi dengan putranya. Pak Yudha merasa tidak mampu mendidik putranya dengan baik.
"Papah......kenapa papah pukul aku. Ada apa mama dan papa datang dan kenapa tidak mengabari dulu.?" sentak Nugraha. Kepalanya tiba-tiba merasa sangat pusing mendapat pukulan dari pak Yudha. Matanya sedikit berkunang-kunang.
Bu Maria yang kaget dengan tindakan pak Yudha hanya mampu menjerit dan seketika merangkul melindungi kepala Nugraha masuk dalam pelukannya.
Sedangkan Ana dan Nugraha yang saat itu berada di rumah dinas Nugraha,tak menyadari kehadiran orang tua Nugraha. Keduanya sedang asyik bercumbu sehingga tak menyadari ada orang lain yang masuk ke dalam rumah.
Ana yang tak menduga akan kedatangan orang tua Nugraha,terkejut bukan kepalang. Apalagi dengan tiba-tiba mengamuk kepada putranya.
"Bagus sekali kelakuan kamu ya Nug......papa tidak pernah mengajarkan kamu menjadi seorang ba****an seperti ini. Apa kamu sudah tak punya Tuhan.....sehingga kamu melakukan hal tercela seperti ini ?" semprot pak Yudha sembari menujuk muka Nugraha.
__ADS_1
"Maksud papa apa.....kenapa datang tiba-tiba dan langsung marah-marah ke aku.....?" tanya Nugraha sengit.
"Apa yang kamu lakukan kepada nak Ana,jadi seperti ini kelakuanmu selama ini hah....?" hardik pak Yudha lagi. Tangannya terkepal dan hendak memukul Nugraha lagi. Namun Nugraha mampu mengelak dan menepis tangan pak Yudha.
"Ana......kenapa Ana ada di sini.....?" tanya Nugraha antara kaget dan heran.
"Kak.....kenapa bilang seperti itu. Bukankah setiap harinya aku selalu datang kesini dan menemanimu?" tanya Rose merasa heran dengan pertanyaan Nugraha.
Kepala Nugraha terasa semakin pusing melihat kehadiran Ana di rumah dinasnya. Keringat dingin tiba-tiba menjalari seluruh tubuhnya. Badannya limbung dan akhirnya Nugraha terkulai pingsan.
"Nug....bangun Nug......jangan bikin mama takut....." ratap BU Maria.
Pak Yudha terkejut dengan kondisi Nugraha yang tiba-tiba pingsan. Dengan bantuan penghuni perumahan dinas,Nugraha di larikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
__ADS_1
Ana yang saat itu ada di lokasi rumah dinas Nugraha merasa bingung dan takut untuk mendekat. Pasalnya tadi Nugraha sempat menunjukkan reaksi tidak suka akan kehadirannya sebelum jatuh pingsan.
Di rumah sakit, Nugraha mendapat perawatan dan pemeriksaan lengkap. Pak Yudha merasa sangat bersalah,karena emosi yang tak terkendali, tindakannya menyebabkan Nugraha pingsan.
"Bagaimana kondisi anak saya Dok.....?" tanya pak Yudha kepada dokter Burhan yang saat ini menangani kondisi Nugraha.
"Kondisi sebenarnya baik. Mungkin karena tadi mendapat trauma yang cukup keras,membuat saudara Nugraha pusing tiba-tiba dan mengakibatkan syock. Nanti jika sudah istirahat pasti akan lebih baik. Sementara jangan di ganggu dulu sampai pasien terbangun nanti." kata dokter Burhan lagi.
"Apa kami boleh menungguinya di dalam dok....?" tanya Bu Maria.
"Boleh Bu....dengan catatan jangan mengganggu pasien. Ini tadi sudah kami beri injeksi dan pasien sekarang tidur,mohon bantuannya supaya pasien bisa istirahat ." jelas dokter Burhan,sembari pamit meninggalkan ruang inap Nugraha.
"Pah....bagaimana ini. Mamah bingung harus mengatakan apa kepada Rose dan keluarganya ?" tanya Bu Maria dengan sedikit berbisik. Keduanya duduk di sofa yang berada di ruang inap Nugraha.
__ADS_1
"Aku juga masih bingung Mah.....tapi apapun yang terjadi kita harus menyampaikan hal ini kepada mereka. Semoga mereka mengerti keadaan dan kondisi kita." jawab pak Yudha.
"Apa baiknya Nugraha tetap kita nikahkan dengan Rose di desa nanti. Tapi Nugraha juga harus bertanggung jawab dengan perbuatannya di sini. Toh mereka nggak akan tahu,yang terpenting kita harus menjaga rahasia ini." usul Bu Maria. Pikirannya buntu untuk menanggung beban yang tengah terjadi.