Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
Episode 32


__ADS_3

"Sayang, Daddy berangkat kekantor lagi yah kamu sehat-sehat didalam sini. Daddy sama Mommy nunggu kamu, i love you" ucap Barkah lalu ia berdiri dan mencium kening Fitri, lalu Fitri menyalami tangan Barkah.


"Mas pergi dulu yah, Assalamualaikum" ucapnya


"Iya mas hati-hati yah, Waalaikumsalam"


Fitri kembali masuk kedalam rumah, ia sekarang sedang membaca novel kesukaannya dan beberapa jam kemudian tiba-tiba poto Barkah yang terpajang di atas meja pecah Fitri kaget dan ia mulai merasakan hal yang tak enak, tapi kemudian ia hiraukan mungkin itu kebetulan saja pikirnya dan ia lanjut membaca novelnya.


Kring Kring Kring


"Hallo" ucap Fitri


"Hallo kami dari rumah sakit xxx, kami ingin memberitahukan bahwa Bapak Barkah mengalami kecelakaan dan sekarang sedang ditangani oleh dokter, jika anda pihak keluarganya dimohon untuk segera datang ke rumah sakit"


Fitri mendengar penuturan dari pihak rumah sakit itu seketika diam membisu, ia menjatuhkan handphone yang di pegangnya ia lalu terduduk di sofa dengan pandangan yang sulit diartikan, ia masih teringat dengan ucapan suaminya yang akan mengajaknya untuk membeli keperluan hamil untuk dirinya ketika suaminya sudah pulang, dan sekarang ia mendapat kabar bahwa suaminya kecelakaan dan sekarang berada dirumah sakit.


Fitri menangis ia buru-buru ke rumah sakit yang disebut oleh pihak rumah sakit dengan mobilnya..

__ADS_1


Sesampainya ia langsung menanyakan ruangan Barkah dimana dan ia dengan cepat menuju ruangan yang diberi tahu suster. Fitri melihat dikaca pintu, Barkah sedang berbaring lemah dengan satu orang dokter dan suster yang sedang memeriksanya.


Beberapa menit kemudian pintu itu terbuka dan Fitri langsung menoleh ke arah itu, lalu ia buru-buru menanyakan keadaan suaminya.


"Pak gimana keadaan suami saya, suami saya baik-baik saja kan?" tanyanya dengan nada tergesa-gesa.


"Ibu keluarganya Bapak Barkah?" tanya sang dokter


"Iya saya istrinya" jawabnya dengan cepat


"Baik ikut keruangan saya bu" jawab dokter


"Terimakasih dokter sudah menangani suami saya" ucap Fitri


"Sudah menjadi kewajiban semua dokter bu" jawabnya


"Baik pak, sekali lagi saya terimakasih dan permisi pamit" ucap Fitri sambil menganggukkan kepalanya dan lalu pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


Fitri bergegas dengan langkah lebar untuk menemui suaminya yang sedang terbaring lemah.


"Assalamualaikum"


Fitri masuk langsung menghampiri suaminya, Barkah sedang tidur karna obat bius yang diberikan dokter tadi.


"Mas kenapa bisa kaya gini, mas lagi ada masalah?" ucapnya meskipun tak ada satupun kata jawaban dari Barkah.


Fitri menggenggam erat tangan Barkah, Fitri melamun baru saja ia mendapatkan kebahagiaan yang sangat sangat membuat ia selalu tersenyum tapi takdir selalu punya cara lain, musibah yang menimpanya sekarang sangat membuat hati Fitri terluka ia terlalu takut jika mendengar kecelakaan.


Pagi hari Fitri terbangun, ia kekamar mandi yang ada didalam ruangan. Setelah selesai ia menghampiri lagi suaminya, tiba-tiba Dania melihat jari telunjuk suaminya bergerak dan perlahan membuka matanya.


"Mas, mas?" ucap Fitri


"Air.. air" kata itu yang pertama kali terucap oleh Barkah


Fitri langsung memberikan minumnya, dan ia menatap Barkah dengan pandangan sedih.

__ADS_1


"Mas?"


"Mas, baik-baik aja sayang maap yah bikin kamu khawatir. Musibah kan gak ada yang tau kapan datengnya, udah jangan sedih, jangan nangis mas gapapa kok sayang" ucap Barkah dengan senyum merekahnya.


__ADS_2