Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 98


__ADS_3

Dengan stelan pakaian olah raga celana pendek diatas lutut dan kaos sport Nugraha menyusuri komplek asrama dengan berlari-lari kecil. Pasca kecelakaan yang membuatnya amnesia,Nugraha belum pernah melakukan olah raga fisik. Tubuhnya merasa tidak bugar. Untuk itu hari ini Nugraha mencoba untuk melakukan pemanasan dengan olah raga kecil.


"Hai Bro....udah enak nich.....? " tanya Agus mensejajari lari kecil Nugraha.


" Gus.....ini lumayan baik. Perasaan badan kaya nggak bugar,mungkin hampir satu bulan lebih aku nggak berolah raga. Badan berasa pegel-pegel ." jawab Nugraha sambil berlari beriringan dengan Agus sahabatnya.


" Iya Nug.....terbiasa gerak dan latihan fisik,kalau lama nggak melalukannya malah badan rasanya nggak nyaman."jawab Agus.


Keduanya nampak saling menyapa dengan sesama anggota dan juga penghuni asrama lainnya yang sama-sama melakukan olah raga di pagi itu.


" Bagaimana Nug.....sudah siap beraktifitas lagi ke lapangan?" tanya Agus.


"Siap-siap saja sebenarnya.....menunggu intruksi komandan pastinya,bosen hanya di lokasi. Kepingin lihat dunia luar juga ini." jawab Nugraha.


Keduanya sedang melakukan peregangan di lapangan komplek asrama tersebut.

__ADS_1


"Tidak mengapa Nug.....nanti kalau kondisimu sudah baik pastinya akan kembali ke lapangan juga. Sekarang nikmati waktu istirahatmu dulu."


"Kemarin aku yang antar mama papamu ke bandara lho Nug.....atas perintah komandan pastinya. Sayang tunanganmu nggak ikut datang. Jadi nggak bisa berkenalan langsung dengannya." kata Agus sekaligus melihat sejauh mana amnesia Nugraha. Dirinya sangat penasaran,karena yang ia tahu,Nugraha sangat mencintai tunangannya,namun bisa lupa dan benar-benar tak mengingatnya. Di pandanginya wajah Nugraha mencari reaksi yang muncul di sana.


" Maksudmu tunanganku itu siapa.......?" tanya Nugraha sembari menghentikan kegiatannya. Pandangan matanya menatap Agus penuh dengan tanda tanya.


Belum lagi Agus menjawab pertanyaan Nugraha muncul Ana yang juga sedang berolah raga pagi menghampirinya.


"Hai kak Agus....kak Nugraha.......tumben bisa ketemuan olah raga bareng di sini ?" sapa Ana sambil mendekati keduanya.


" Makasih An....." jawab Nugraha sambil menjawil hidung mancung Ana. Dan Ana tersenyum gembira mendapat perlakuan manis seperti itu dari Nugraha.


"Ini nich.....kalau udah berdua....lupa lah sama temen." seloroh Agus menggoda keduanya.


"Kapan ya...... ada yang anterin aku kasih anduk dan air minum saat olah raga ." kata Agus lagi.

__ADS_1


Ketiganya tertawa berderai mendengar keluhan Agus.


"Cari lah Kak.....supaya ada yang memperhatikan dan melayani kak Agus ." jawab Ana sembari mengambil air mineral ditangan Nugraha untuk di minumnya.


Melihat pemandangan itu Agus merasa sangat kasihan dengan Nugraha. Bagaimana dia akan mengingat tunangannya jika selalu menerima perhatian lebih dari Ana. Agus tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika tunangan Nugraha melihat dan tahu kondisi Nugraha saat ini.


Agus menjadi teringat pesan Bu Maria,mama dari Nugraha,supaya dirinya membantu Nugraha untuk mengingat kembali Rose tunangannya.


"Aku balik dulu Bro.....An......" pamit Agus kepada keduanya. Entah mengapa dirinya tak mampu melihat kemesraan dari temannya. Bukan karena cemburu,namun hatinya merasa miris.


"Kak Nug sudah sarapan....?" tanya Ana.


"Belum lah.....nanti sehabis olah raga aku mau beli bubur di depan komplek. Rasanya aku lagi pingin sarapan bubur itu ." jawab Nugraha.


"Wah iya....aku juga suka beli di sana. Enak kak itu......kita berangkat sekarang mumpung masih lumayan pagi,takut kehabisan." kata Ana sambil tersenyum.manja kepada Nugraha.

__ADS_1


Keduanya berjalan bersisian menuju penjual bubur yang di maksud.


__ADS_2