Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 131


__ADS_3

" Empat bulan nggak pulang koq badanmu semakin habis Nduk.....perasaan terakhir pulang kemarin masih berisi badane ya.....?" kata Bi Rahayu yang saat ini tengah meracik bahan masakan di dapur.


"Mungkin karena terlalu capek Bun......banyak kegiatan praktek dan ujian-ujian yang memang memforsir tenaga juga pikiran." jawab Rose dengan senyumannya.


Liburan semester ganjil di perkuliahan tingkat 3 sudah berlangsung. Saat ini Rose kembali ke desanya untuk bertemu keluarganya. Selain ada maksud lain yang akan di sampaikan kepada keluarganya,yang berkaitan dengan hubungan pertunangannya dengan Nugraha.


"Kuliahnya lancar nduk.....nggak penah pulang,nggak pernah minta uang tambahan. Ayah dan Ibu sebenarnya khawatir uang kuliah tidak cukup. Apalagi saat ini kamu kelihatan sangat kurus. " kata Bu Rahayu.


Sebenarnya beliau merasakan jika putri semata wayangnya tengah banyak pikiran. Namun beliau tidak berani berkata apapun sebelum putrinya membuka diri untuk berkata.


Bu Rahayu sangat paham kepada putrinya,yang tak pernah mau jika di paksa untuk memyampaikan sesuatu sebelum itu keluar dari niat hatinya sendiri.


"Sabar ya Bun.....nanti kalau Rose sudah istirahat,sudah enak suasananya,Rose pasti akan cerita. Sekarang Rose mau perbaikan gizi dulu,dengan makan makanan masakan Ibun.....biar nggak kurus lagi. ." jawab Rose sambil terkekeh.


" Iya....harus itu. Anak gadis terlalu kurus juga nggak baik. Makan yang banyak. In sya Allah semoga dalam waktu satu minggu bisa pulih lagi ." jawab Bu Rahayu sembari tertawa.


"Rose kan banyak kegiatan Bun.....Rose juga ikut peaktek dokter. Jadi masalah uang tidak usah khawatir. Jatah uang kuliah yang di kirim ayah sudah cukup. Untuk kebutuhan lainnya Rose biasa meneriama pesanan makanan dan juga jasa dari mengasisteni dokter praktek,juga lumayan bisa menambah uang saku Bun......" jawab Rose untuk menghilangkan kekhawatiran Bundanya.


"Tapi kan tugas utamamu kuliah Nduk......masalah biaya seharusnya kamu ngomong ke ayah ibu jika kurang,lha ini malah kamu sambil kerja. Apa nggak berpengaruh ke kuliahnya Nduk....." tanya Bu Rahayu khawatir.

__ADS_1


"Nggak lah Bun.......malah aku bertambah pengalaman. Aku kerja bukan semata-mata mencari uang. Tapi pengalaman itu yang terpenting. Jadi nanti setelah Rose lulus san masuk ke dunia kerja,kita sudah tak bingung lagi." jawab Rose.


"Alkhamdulillah. Semoga cita-citamu tercapai dan selalu di lancarkan oleh Allah. Aamiin. " doa Bu Rahayu untuk putrinya.


"Aamiin......Makasih Bun......atas dukungan dan doanya yang selalu terlimpah buat Rose. " jawab Rose sembari memeluk bundanya.


Sore hari selepas Ashar keluarga pak Hadi tengah berkumpul di ruang tengah sambil menikmati camilan yang Rose buat siang tadi.


"Ayah....Bunda.....Rose mau ngomong sesuatu. Sekiranya Ayah Bunda jangan terkejut dan jangan marah. " kata Rose mengawali pembicaraan mereka. Rose sudah memutuskan lebih baik mencerirakan lebih awal dan dari mulutnya sendiri,dari pada nanti kedua orang tuanya akan kaget dengan kedatangan oeang tua Nugraha.


Di jelaskan semuanya tentang hubungannya dengan Nugraha,sama persis seperti yang di alaminya selama ini dan cerita menurut versinya Arya kepadanya. Di ceritakan tak ada satupun yang terlewatkan.


Pak Hadi nampak berkaca-kaca mendengarkan cerita putrinya. Beliau tak menyangka Nugraha yang di kenalnya baik,telah mengkhianati putrinya.


"Keputusanmu apa Nduk....dengan kejadian ini. " tanya Pak Hadi kepada putrinya.


"Rose bingung Yah.....harus berbuat apa. Menurut ayah ibu,apa yang harus Rose lakukan ?" tanya Rose minta pendapat ayah ibunya.


"Apa kamu masih mencintai Nugraha Nduk......?" tanya bu Rahayu sembari mengelus-elus rambut Rose yang saat ini di biarkan tergerai.

__ADS_1


"Rose nggak paham dengan perasaan Rose saat ini Bun.....apakah masih mencintainya atau hanya sekedar kasihan karena Nugraha adalah sahabatku." jawab Rose. Hatinya benar-benar gamang saat ini.


"Ber Istikharah Nduk.....minta petunjuk-Nya. Ini bukan lagi hal mudah. Kamu harus ambil keputusan yang tepat,untuk kebahagiaan semuanya." saran pak Hadi. Sebagai orang tua pak Hadi tidak ingin putrinya menjadi seseorang yang egois.


"Iya Ayah.....sudah Rose lakukan akhir-akhir ini,karena Rose sangat bingung. Dan nggak tahu harus mengadu ke siapa,selain kepada Allah sang pemberi ketetapan." jawab Rose. Wajahnya nampak semakin sendu.


"Dua hari lagi kedua orang tua Nugraha akan datang kesini Ayah.....Ibu...... "


"Rose yang memintanya. Rose ingin mereka bertanggung jawab kepada kita. Mereka dulu yang meminta,mereka pula yang harus menjelaskan semuanya. Akan di bawa kemana tujuan hidup ini. Mau lanjut atau berakhir." kata Rose lagi.


"Kalau mereka menghendaki berlanjut,kamu bagaimana Nduk......" tanya pqk Hadi.


"Kita lihat nanti saja ayah.....Rose nggak mau berandai-andai. Apalagi ini masalah besar yang tidak hanya sehari dua hari akan Rose jalani. Pastinya Rose tidak ingin menyakiti perasaan siapapun nantinya." jawab Rose lugas.


"Apapun keputusanmu....ambilah yang terbaik Nduk....ayah tak akan memaksakan apapun,karena kamu yang akan menjalaninya ." saran pak Hadi kepada putrinya.


"Iya Ayah......" jawab Rose.


Ketiganya nampak larut dalam pemikiran masing-masing,terdiam dalam lamunan yang tak bisa di jabarkan .

__ADS_1


__ADS_2