Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 94


__ADS_3

Perjalanan 2 jam menggunakan pesawat terbang,sampailah pak Yudha dan Bu Maria di bandara AS di pulau jawa. Keduanya turun dan sudah di sambut pak Tris,sopir keluarga pak Yudha.


" Alkhamdulillah bapak dan ibu sudah sampai. Lancar penerbangannya Pak...." tanya pak Tris sambil menggamit tas yang di bawa pak Yudha. Sementara tangan Bu Maria menggandeng pengan pak Yudha.


"Puji Tuhan lancar....mas Tris udah menunggu lama ya....?" tanya pak Yudha.


"Nggak koq Pak.....cukup buat istirahat tadi." jawab pak Tris.


"Arya nggak ikut mas Tris.....selama kami tinggal aman kan....?" tanya Bu Maria.


"Mas Arya alkhamdulillah aman Bu.....ini tadi ada acara belajar kelompok di rumah,makanya nggak ikut. Minta oleh-oleh saja yang enak katanya Bu...." jawab pak Tris sekaligus menyampaikan pesan Arya untuk Mamanya.

__ADS_1


"Ada-ada saja itu anak...." jawab Bu Maria terkekeh.


Keluar dari area parkir bandara pak Yudha memerintahkan pak Tris untuk mampir ke asrama Rose.


" Mas Tris...kita mampir ke asrama Rose ya,kami pingin ketemu. Sudah lama kami nggak melihat keadaannya..." intruksi pak Yudha kepada pak Tris.


"Nggeh Pak....sudah kangen dengan calon mantu ya Pak....?" tanya pak Tris sambil tersenyum.


" Iya mas Tris....sekalian menyampaikan pesan dari Nug buat Rose." jawab pak Yudha.


"Sudah baik mas....bahkan sudah bekerja kembali..kondisinya baik-baik saja,hanya lecet-lecet dan patah tulang di tangan kanan. Tapi sekarang sudah sembuh" jawab pak Yudha. Beliau berusaha menutupi kebenaran yang terjadi menimpa putranya.

__ADS_1


Namun pak Tris sedikit curiga,karena semenjak turun dari pesawat,Bu Maria nampak murung. Bahkan terlihat matanya berkaca-kaca manakala pak Yudha memintanya untuk mampir ke asrama Rose. Padahal pak Tris sangat tahu,jika majikan nyonya type seorang yang ceria.


Tak beberapa lama pka Yudha dan Bu Maria sudah sampai di asrama putri Rose. Pak Tris menghentikan mobilnya di depan pintu gerbqng asrama putri,dan kemudian menuju ke pos satpam. Pak Tris nampak berbincang sebentar dengan satpam asrama yang akhirnya beberapa saat berikutnya pintu gerbang di buka.


Pak Tris memarkirakan kendaraannya di area parkir asrama putri. Tak berapa lama pintu ruang tamu rumah dinas Bu Ati terbuka,dan munculah bu Ati menyambut orang tua Nugraha sebagai tamu Rose.


Beliau berdua di persilahkan masuk di ruang tamu rumah dinas bu Ati,karena memang belum jam kunjung. Namun karena tahu yang datang adalah orang tua Nugraha calon mertua Rose,maka bu Ati bersedia menerima kunjungan mereka.


Sembari menunggu Rose turun,bu Ati mengajak keduanya berbincang-bincang. Membicarakan kondisi Rose selama ini dan intensitas Nugraha berkomunikasi dengan Rose lewat telephon. Orang tua Nugraha juga menyampaikan jika mereka berdua baru saja pulang menjenguk Nugraha yang kecelakaan dan saat ini mereka ingin mengabarkan kondisi Nugraha kepada calon menantunya. Mereka nampak akrab walaupun baru pertama kali bertemu.


Tak selang berapa lama Rose datang. Dengan masih menggunakan seragam perawat,Rose menemui calon mertuanya.

__ADS_1


"Pah....Mah.....bagaimana perjalanannya,lancar ?"tanya Rose sambil menyalami dqn mencium punggung tangan pak Yudha dan selanjutnya di sambut pelukan oleh Bu Maria. Saking terharunya dan memendam rasa bersalah pada Rose,Bu Maria menangis sesenggukan dalam pelukan Rose. Tubuh Rose yang lebih tinggi dari Bu Maria membiarkan kepala calon mertuanya larut dalam tangisnya di dada Rose.


"Sudah Mah.....jangan nangis dulu,nanti Rose malah jadi mikir macam-macam." kata pak Yudha sembari mengelus punggung istrinya. Sebuah tanya dalam hati Rose muncul,firasatnya mengatakan jika ada sesuatu yang terjadi.


__ADS_2