Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 132


__ADS_3

Sebuah mobil masuk ke pekarangan kediaman Pak Hadi. Cukup lama mobil itu terparkir,namun tak ada tanda-tanda si pemilik kendaraan itu akan turun.


"Nug....ayo turunlah. Kamu harus temui Rose....pasti dia akan senang dengan kehadiranmu. Coba....sudah berapa lama kamu tak bertemu dengannya. Hampir 3 tahun lho Nug.....!" kata Bu Maria membujuk Nugraha untuk turun.


Namun Nugraha merasa hatinya tak siap untuk mememui Rose saat ini. Tidak seperti beberapa waktu yang lalu sebelum kecelakaan itu terjadi,keinginan menggebu-gebu untuk bisa bertemu dengan Rose.


Kali ini hatinya begitu ciut untuk menemui Rose. Nugraha tak sanggup untuk menatap netra Rose yang pastinya sarat akan luka hati. Dan penyebabnya adalah dirinya.


Nugraha yang telah membangun istana cinta yang bertahta di hati Rose,namun dirinya pula yang menghancurkannya tanpa ampun. Hingga menjadi puing-puing tak berbentuk.


"Kamu harus bisa menghadapi semuanya Nug....mau bagaimanapun juga,kamu harus bisa mengklarifikasi semuanya. Kamu harus bertanggung jawab,atau kamu lebih suka dianggap sebagai pecundang. " sentak Pak Yudha.


Pak Yudha sebenarnya merasa muak dengan tingkah Nugraha yang kekanakan hari ini. Namun pak Yudha juga tidak bisa menyalahkan,mungkin karena rasa bersalah yang berlebihan,sehingga menimbulkan perasaan takut untuk memghadapi semuanya.


"Kamu mau ikut turun atau tidak. Apa mau di dalam mobil saja?" kembali pak Yudha tersulut emosinya.

__ADS_1


"Ayo Mah....kita turun. Supaya urusannya segera rampung ." ajak pak Yudha kepada Bu Maria istrinya.


Sementara di dalam rumah,Rose yang melihat kendaraan keluarga Yudha Permana terparkir di halaman rumahnya pun merasakan gelisah yang sama.


Rose sedang menata pikirannya,bagaimana akan berkomunikasi dengan keluarga Nugraha nantinya. Namun tekadnya sudah sangat bulat,akan memberikan keputusan yang terbaik menurutnya.


"Ayah....Bun.....kelihatannya mereka sudah datang. Kita sambut saja mereka. Bersikaplah sewajarnya. Jangan tunjukkan perasaan apapun yang bersifat emosional." kata Rose meminta.


"Iya Rose....karena kita adalah pihak wanita,kita ikuti saja alurnya. Namun kita juga punya hak untuk menolak jika itu berat untuk kita terima." nasihat ayah Hadi.


"Iya Ayah....kita hadapi dengan lapang dada. In sya Allah,akan ada kemudahan untuk kita semua." jawab Rose menguatkan hatinya sendiri.


" Permisi pak Hadi....bu Hadi ....." kata pak Yudha memberi salam kepada keluarga calon besannya.


"Monggo-monggo pak Yudha...bu Yudha...." sambut pak Hadi.

__ADS_1


Mereka saling bersalaman dan saling berpelukan satu sama lain,terutama Bu Maria dan Bu Rahayu. Ada cengkerama hangat diantara mereka seakan tak ada masalah besar yang tengah di hadapi.


Rose menyajikan minuman dan camilan yang telah di buatnya.


"Pah.....Mah......sehat -sehat semuanya?" tanya Rose sembari menyalami kedua orang tua Nugraha.


"Puji Tuhan Rose......papa mama sehat." jawab pak Yudha sembari mengelus puncak kepala Rose.


Sedangkan Bu Maria hanya mampu menangis sembari memeluk calon menantunya. Tak ada kata terucap,hanya derai air mata yang tak berhenti mengalir membasahi pundak Rose,yang saat ini menjadi sandaran kepala bu Maria.


"Sudah Mah......jangan menagis. Semuanya tak akan rampung hanya dengan tangisan." kata Rose kepada Bu Maria. Perkataan yang sedikit menoreh hati Bu Maria,namun di sadarinya,jika kesalahan ada di pihaknya.


"Jemput Nugraha di mobil Rose.....dia takut untuk menemuimu ." pinta pak Yudha.


"Nug......apakah dia pulang Pah.....?" tanya Rose tak percaya.

__ADS_1


"Iya.... Dia mendapat ijin 1 minggu untuk menyelesaikan semua masalahnya." jawab Pak Yudha.


" Rose ijin menjemput Nug sebentar ." kata Rose sambil berlalu. Langkahnya begitu yakin. Seyakin keputusan yang telah di pilihnya.


__ADS_2