
"Kamu nggak salah Sat......terimakasih untuk cinta dan sayangmu untukku. Tapi maaf.......aku nggak bisa membalas perasaanmu dengan perasaan yang sama. Hatiku telah di miliki orang lain,walau aku juga nggak tahu, apakah hatinya masih ada untukku."tiba-tiba Rose tergugu dalam tangisnya. Hatinya terasa sangat perih bagaikan tersayat sembilu.
"Sabar mba......jika Allah telah menjodohkan kalian,in sya Allah akan di pertemuakan kembali. Mungkin saat ini tunangan mba sedang sibuk,jadi belum bisa menghubungi mba Rose. Nanti kalau sudah saatnya,pasti akan segera berkabar ." jawab Satya menenangkan kegundahan Rose.
" Apa ini juga ujianku ya Sat......Allah mungkin tengah memperingatkanku dengan cara-Nya,karena keyakinan kami berbeda."tangis Rose. Dirinya merasa mendapat teguran dan peringatan dari Allah untuk jalan yang ditempuh saat ini.
"Tak ada ujian yang di berikan Allah yang melebihi batas kemampuan kita mba......percayalah. Akan ada jalan terbaik yang akan mba tempuh untuk semua ini. Jangan menyesali apa yang pernah kita lakukan,tapi perbaiki diri untuk menuju kebenaran ." nasihat Satya. Kata-kata Satya berasa semakin menghujam perasaan Rose saat ini.
"Apa yang harus aku lakukan Sat.....apakah aku harus menyusul Nug,dan meminta kejelasan kepadanya ?" tanya Rose. Hatinya saat ini bemar-benar bimbang.
"Menurutku jangan terlalu ambil resiko mba....apalagi sebentar lagi mba Rose ada peaktek lapangan,fokus dulu untuk kuliah,sambil menunggu jawaban dari tunangan mba....coba lakukan sholat istiqoroh,meminta petunjuk-Nya mba.......!" saran Satya kepad Rose. Sesulit apapan kebidupan yang di hadapi,akan mendapat kemudahan jika kita selalu ingat akan kuasa-Nya.
Rose terpekur mendengar nasihat Satya. "Mengapa diriku lupa dengan-Nya....harusnya semua perkara aku serahkan kepada kuasa-Nya" batin Rose.
__ADS_1
"Satya......maafkan aku ya.....aku telah merepotkanmu,telah menjadikanmu tempat curhatanku." kata Rose sambil tersenyum getir.Perasaannya sedikit merasa lega,karena ada orang lain yang mampu mengerti akan kondisinya,dan menguatkan denga nasihat-nasihatnya.
"Kita sesama umat-Nya harus saling membantu mba....nggak ada salahnya aku membantu pemikiran untuk mba Rose. Bukankah selama ini mba juga sudah dengan tulus menolongku." jawab Satya. Walaupun Rose tidak membalas perasaannya,namun persahabatan yang tercipta di keduanya, sudah mampu mewakilkan kedekatan mereka.
"Aku hanya meminta mba Rose.....jangan pernah takut atau malu berbicara padaku,aku siap mendengar keluh kesahmu. Mari hadapi bersama masalah-masalah yang kita temui ." pinta Satya.
"Kamu sudah tahu rahasiaku Sat.....dan kamu sudah paham masalahku. Aku minta.....jadikan ini rahasia kita berdua. Makasih banget untuk semuanya....°pinta Rose kepada Satya.
"Aku akan menemanimu dalam kondisi apapun Rose....aku nggak mau kamu jatuh dan terpuruk sendiri tanpa ada seorang teman." monolog hati Satya.
"Kita kembali ke tujuan awal kita mba.....
Orang tua kita sudah mempercayakan kepada kita untuk menjadi yang terbaik. Saatnya kita fokus ke pendidikan kita. Tunjukkan kepada siapapun kalau kita pantas dan berhak untuk succes dan bahagia. ." motivasi Satya.
__ADS_1
..."Pasrahkan kepada kuasa-Nya,bahwa hidup dan mati kita,jodoh,rejeki sudah diatur-Nya. Kita hanya...
butuh berusaha untuk mewujudkan impian kita mba."kata Satya lagi.
"Iya Sat.....aku nggak boleh berlarut-larut dalam masalah ini. Biar kuasa-Nya saja yang bekerja.." jawab Rose. Nampak di wajahnya juga sudah tak lagi mendung.
"Aku itu udah sangat lelah Sat.....lelah berpura-pura baik-baik saja.....lelah berpura-pura kuat. Aku mau kembali menjadi diriku sendiri seperti dulu." jawab Rose sambil terkekeh.
"Jadilah sahabatku yang bisa saling mendukung namun jangan pernah menuntut ." kata Rose sambil menjabat tangan Satya. Satya terbengong dengan tindakan Rose.
"Mau kemana mba.....?" tanya Satya yang melihat Rose tiba-tiba bangun dari duduknya dan melangkah menjauh.
"Pulanglah.....apa kamu mau nginep disini buat santapan nyamuk?" jawab Rose. Perkataannya terdengar ringan tiada beban.
__ADS_1
"Aku suka kamu yang seperti ini Rose.....tersenyumlah dan berbahagialah. Aku akan tetap mencintaimu walaupun tak ada tempat di hatimu." batin Satya.