
"Sapa yang bisik-bisik....curigaan banget jadi orang......" kata Janti.
"Eh....tapi kalau aku lihat-lihat koq kalian serasi banget sich.....saling melengkapi satu sama lain." kata Janti lagi.
"Mba Janti mau di lengkapi juga apa.....?" tanya Satya mengalihkan pembicaraan. Satya tak ingin Rose terganggu dengan ucapan Janti dan mengingat kembali pahit yang kemarin dialami. Satya sudah cukup merasa senang dengan senyum Rose yang selalu berkembang.
"Apa pula kalian nich.....aku ngomong beneran juga....!" jawab Janti sambil bersungut-sungut.
"Udah sana cuci tangan dulu. Habis makan juga. Kering tuch nanti bekas makanan di tangan." usir Rose sebelum pembicaraan Janti ngelantur.
"Tadi tahu kamu mau naik ke sini aku titip bawain buku ya Sat....butuh tambahan referensi buat bikin laporan nich." kata Rose. Sedikit banyak kehadiran Satya sangat membantu tugas-tugasnya. Ada kalanya Satya membantu mengetik makalah Rose untuk laporan tugas.
"Di butuhin untuk kapan mba....?" tanya Satya.
"Ya secepetnya sich....supaya laporan segera kelar. Kalau udah selesai dan konsul acc kan udah tenang aku." kata Rose. Saat ini fokus kuliah begitu membara di hati Rose. Hari-harinya juga berasa semakin hidup.
__ADS_1
Bayangan wisuda terpampang nyata,dengan membayangkan di dampingi orang tuanya saat wisuda membuat Rose semakin semangat belajar. Cita-citanya untuk membuat kedua orang tuanya bangga adalah impian hidupnya.
"Besok selepas jaga pagi aku naik mba.....
" Selain buku mba Rose butuh apa lagi supaya aku bawakan sekalian besok ?" tanya Satya lagi.
" Nggak usah lah.....kasihan kamu naik tiap hari. Capek nanti. Titipin aja ke temenku kalau kamu lihat ada yang turun." jawab Rose tak mau terlalu merepotkan Satya.
"Mana ada capek.....yang ada kalau akunhabis ketemu kamu jadi semangat mba....."jawab Satya terus terang.
"Jangan mulai lho ya....." sungut Rose menanggapi komentar Satya.
"Terserah kamu saja.....selagi kamu nggak merasa terpaksa lakukanlah.....tapi ingat.....jangam menuntut lebih dariku. Kita jalani seperti ini saja." jawab Rose kembali mengingatkan Satya.
"Iya.....aku nggak pernah akan menuntut apapun dari kamu. Biarkan mengalir seperti air. Kalau kita kelak berjodoh ya biarkan saja berjalan sewajarnya." jawab Satya sembari mengelus pucuk kepala Rose dengan lembut.
__ADS_1
Di salurkannya perasaan hatinya dengan perbuatan dan kasih sayang. Tapi tanpa menuntut balasan dari gadis pujaannya.
"Makasih kamu selalu mengerti aku. Semoga kelak kamu akan mendapatkan gadis yang bener-bener tulus dalam mencintaimu Sat...." kata Rose. Saat ini benar-benar hatinya belum memikirkan hal lain selain kuliahnya. Hal cintanya sementara di tanggalkannya. Nugraha pun tak lagi di pikirkannya. Semuanya sudah di pasrahkan kepada kuasa Allah untuk masalah hubungannya dengan Nugraha.
"Aamiin.....aku juga berharap kelak kita akan di pertemukan dengan perasaan yang sama." jawab Satya. Dan spontanitas di sambut dengan pandangan mata Rose yang menajam.
" Ish....katanya nggak pakai perasaan. Kan aku bebas menjawab dong mbakku sayang......itu doa. Di amini saja knapa..." jawab Satya sambil menggoda Rose.
Tak ayal yang di goda meluncurkan jurus mencubit pinggang Satya. Sebenarnya sangat sakit di rasa,namun tindakan Rose di rasa sangat manis untuk Satya.
" Makasih bekal yang harus aku bawa pulang. Cubitan sayang darimu mbakku......." kata Satya sembari meremas tangan Rose yang masih bertengger di pinggang Satya dengan cubitan kecilnya.
Seketika wajah Rose berubah merah. Tangannya segera di tariknya dari genggaman tangan Satya. Hatinya menghangat. Dan ada desir aneh yang menggelitik hatinya.
"Tak boleh seperti ini,pasti semua ini karena aku kesepian jauh dari Nugraha.." batin Rose berkata.
__ADS_1
"Pulanglah....sebelum semakin malam. Kalau besok mau naik,jangan lupa bawa buku yang aku minta." kata Rose untuk melepas kepergian Satya. Dirinya tak mau berlama-lama ada di dekat Satya malam ini,walaupun di sudut hati kecilnya merasa senang atas perhatian Satya,namun egonya berkata beda.
"Aku pulang....besok aku ke sini lagi. Istirahtalah." kata Satya berpamitan sambil mengelus puncak kepala Rose.