
Ternyata gadis ini tak menakutkan seperti yang temen-temenku bilang. Malah enak untuk diajak diskusi. Ngobrol santai juga enak. Dan ternyata di balik sikap dinginnya ada kehangatan hati yang aku rasakan. Dan senyumnya itu sangat-sangat menawan. Pandangan matanya juga terasa banget menghujam ke hatiku,anehnya aku bisa merasakan deg-degan setiap kali bersitatap dan berdekatan dengannya.
Satya memandangi wajah Rose,yang saat ini tengah bersandar di kursi. Kepalany sedikit terkulai karena menahan kantuk. Bersyukur aku berjaga berasama gadia ini. Selama ini Satya hanya mampu mengagumi dari jauh,dan tak berani menyapa. Dari cerita teman-temannya sedikit membuatnya canggung untuk sekedar menyapa.
Melihat kepala Rose yang berkali-kali jatuh dan tegak kembali berjaga, karena menahan kantuk,Satya tak tega. Kursi yang di dudukinya perlahan di geser mendekati kursi Rose sehingga tubuhnya berhimpit namun masih ada jarak. Di raihnya kepala Rose dan di letakkannya di pundaknya. Harum wangi sampho dari rambut Rose menguar tercium oleh Satya.
"Koq aku tiba-tiba bisa merasa sangat bahagia ya.....hanya berdekatan dengannya saja aku bisa merasa sesenang ini,apa aku jatuh cinta ya....." monolog Satya dalam hati. Tak terasa keduanya sama-sama memejamkan mata dalam posisi duduknya.
__ADS_1
Rose tersadar dari tidurnya. Dia agak kaget karena ternyata kepalanya tersandar di pundak Satya. Buru-buru dia angkat kepalanya dan sedikit menjauh dari Satya. Diamatinya wajah Satya ternyata tertidur juga. "Untung dia tertidur,jadi nggak tahu aku nyender di pundaknya,kalau dia tahu...mau di taruh mana mukaku." hati Rose berkata. Ada rasa malu di hatinya.
Sedangkan Satya sebenarnya terbangun juga manakala Rose mengangkat kepala dari pundaknya. Hanya saja Satya pura-pura tertidur untuk menjaga perasaan Rose supaya tidak malu. Selain itu Satya juga takut kalau Rose tahu,jika yang memindahkan kepalanya adalah Satya.
"Dek....bangun...." kata Rose mengguncang tangan Satya yang bersedekap dalam posisi tidurnya.
"Eh....iya mba....kenapa?" jawab Satya pura-pura tergagap.
__ADS_1
Pagi itu mereka berkutat dengan tugas-tugas yang akan di capainya. Hingga berakhir saat shift jaga dan berganti dengan jadwal pagi team selanjutnya.
" Mba.....makasih ya udah bantuin aku dapat perasat. Sebagai hadiahnya bagaimana kalau aku traktir bubur ayam di dekat Gardenia swalayan." ajak Satya yang saat itu berjalan bersisian dengan Rose di koridor rumah sakit. Mereka akan pulanv ke asrama masing-masing.
"Hayuk.....sapa takut. Tapi kamu traktir beneran ya....." kata Rose dengan senyumannya.
"Hahaha.....ok mba Rose....hari ini aku yang traktir,besok gantian ya mba......" goda Satya. Hari ini Satya benar-benar bahagia karena berhasil mengajak Rose untuk sarapan bersamannya.
__ADS_1
"Nanti malam masih jaga malam mba.....?" tanya Satya
"Masih.....kamu sudah off apa masih jamal juga?" tanya balik Rose. Saat ini keduanya akan menyeberang jalan. Mereka memperhatikan kanan kiri jalan yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan. Maklum masih jam-jam sibuk orang-orang berangkat kerja. Begitu agak senggang,di raihnya tangan Rose untuk mengikutinya menyeberang jalan. Tanpa di sadari Rose,mereka bergandengan tangan sampai tempat penjual bubur ayam.