Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 56


__ADS_3

Di tempat tidur Ana tak bisa memejamkan matanya. Beberapa kali tubuhnya berguling-guling,kadang terduduk,kadang juga rebahan. Setiap kali berusaha memejamkan matanya,selalu terbayang sosok dalam foto yang diakui Nugraha sebagai tunangannya.


"Apa aku salah jika jatuh cinta kepada seseorang yang sudah bertunangan. Ach........kak Nug kan baru bertunangan. Orang yang sudah menikah saja bisa bercerai." pikir Ana.


"Tapi kak Nugraha nampak begitu memcintai gadis itu. Dengan melihat foto gadis itu,kak Nugraha bisa tersenyum begitu lembut,namun dengan diriku yang berdandan totalitas dan pakaian yang menantang,sama sekali tak tergoda. Bahkan dia bisa begitu dingin dan selalu berusaha menghindariku,dan begitu halus cara menghindariku."monolog Ana dalam hatinya.


"Aku harus bisa mendapatkannya dengan pelan-pelan. Kalau saat ini aku bersikap agresif dia menghindat,mungkin aku akan coba tarik ulur untuk mendapatkan perhatiannya." kata hatinya lagi. Akhirnya Ana mampu memejamkan matanya dengan ide yang telah di dapatkannya.


Sementara itu....di pulau lain. Seorang gadis berpakaian perawat tengah berkeliling ruang rawat inap untuk mengontrol kondisi pasien. Malam semakin larut,namun tugasnya berjaga hari ini mengharuskan dirinya untuk siaga. Seringkali bunyi bel kamar pasien memanggilnya,dan dengan cekatan Rose melayani dan merawat pasien yang sakit.


Untuk mengisi waktu dan mengusir kantuknya,Rose seringkali menuliskan cerita pendek. Iseng-iseng cerpennya Rose kirim ke redaksi majalah remaja.Jika beruntung Rose akan mendapat royalti apabila cerpennya di muat di majalah itu.


"Bikin apa mba Rose....cerpen lagi?" tanya salah satu adik tingkat bernama Satya yang bertugas jaga malam bareng Rose saat itu.

__ADS_1


"Iya Dek....supaya nggak ngantuk." kata sambil tersenyum.


"Udah banyak karyanya ya mba....?" tanya Satya lagi.


"Nggak juga.....wong cuma buat iseng-iseng aja." jawab Rose.


"Mba Rose....aku pertama lihat mba Rose takut lho....


Teman-temanku yang di asrama putri juga cerita,takut kalau ketemu mba Rose. Tapi ternyata mba Rose enak diajak ngobrol." kata Satya.


"Memang kenapa mereka takut sama aku,dikiranya aku mau gigit apa?" tanya Rose penasaran.


"Katanya takut kalau di tatap mba Rose....maaf." jawab Satya bergumam. Namun suaranya masih bisa terdengar di telinga Rose.

__ADS_1


" Apa mataku seperti mata setan?" kata Rose sambil memelototkan matanya mendekat ke arah Satya.


"Ich....mba Rose....kaget aku mba....."jawab Satya terkejut. Tidak menyangka jika kakak tingkatnya bisa berperilaku kocak juga. Selama ini sikapnya selalu dingin dan cenderung cuek dan pelit senyum.


Rose terkikik geli melihat kekagetan adik tingkatnya. Di pukulnya lengan Satya. "Kamu itu lucu ya....?" tawa Rose berderai tertahan melihat tingkah adik tingkatnya. Kembali Rose berkutat dengan tulisannya. Komentar adik tingkatnya tiba-tiba meningkatkan moodnya untuk menulis lagi. Seakan ada inspirasi yang muncul begitu saja.


Sementara Satya masih mengamati wajah ayu Rose,hatinya berdesir,bagaikan ada yang menggelitik di relung hatinya paling dalam. Satya memuji dan mengagumi Rose dalam hati. Melihat bibir Rose yang masih tersungging senyum bibir ranum tanpa polesan gincu namun begitu menggoda. Satya ingin sekali menyentuh bibir itu dengan tangannya,namun di tahannya dengan sekuat hati. Takut si pemilik marah.


"Mba Rose nggak ngantuk apa ?" tanya Satya.


"Hem.....ngantuklah....kan kita manusia. Yang kodratnya kalau malam harus tidur. Tapi kan kita lagi berjaga,ngantuknya harus di tahan." kata Rose sambil mengerucutkan bibirnya.


"Mba Rose coba pejemin mata aja dulu. Biar aku yang berjaga ." kata Satya. Tidurnya perawat saat berjaga bukanlah dengan posisi berbaring. Namun dengan posisi duduk dengan kepala tertunduk diatas meja. Atau dengan hanya menyandarkan kepala di dinding,di belakang kursi yang di dudukinya.

__ADS_1


"Iya...sebentar kalau aku udah ngantuk. Kamu ajq yang tidur duluan. Sini duduk di sini yang deket tembok,supaya bisa bersandar." kata Rose sambil menggeser kursi si sebelahnya agak memberi jarak dengan kursinya. Dan Satya pun pindah posisi duduknya di samping Rose.


__ADS_2