
"Terima kasih Rose.....kamu bisa menerima Nugraha apa adanya,mau mengerti keadaan Nugraha dan tak pernah menuntut apapun darinya. Mungkin justru Nugraha yang banyak menuntutmu selama ini,membebanimu dengan keinginannya yang berlebihan,dan tidak memikirkan perasaanmu juga kebahagiaanmu."kata pak Yudha.
"Rose tidak mempermasalahkan itu Pah....setiap pemikiran pasti sudah di timbang baik dan buruknya. Yang terpenting bagi Rose adalah saling komunikasi yang terbuka,tak ada yang di sembunyikan antara kami. Jika Rose salah....ya mohon di koreksi,di peringatkan,supaya Rose tahu letak kesalahan Rose."
"Rose memang belum punya hak untuk menuntut apapun dari Nugraha Pah....komitmen awal kan sudah jelas,semuanya akan berlanjut jika Rose selesai kuliah. Kemarin Rose sempat kecewa dengan Nug....karena keinginannya untuk segera kami menikah. Tapi itu sudah berlalu,karena Rose sadar saat itu Nugraha pasti sedang kalut. Justru Rose yang minta maaf,karena belum bisa memenuhi keinginan Nug pah...mah.....!" jelas Rose.
"Iya...kemarin papa dan mama sudah membicarakan ini dengan Nugraha,alangkah baiknya menunggumu selesai kuliah sesuai dengan pembicaraan awal waktu kalian bertunangan. Sekarang ini tugasmu untuk melanjutkan keinginanmu meraih cita-cita. Dan kamu juga punya hak untuk berbahagia Rose." jawab Bu Maria. Hatinya sudah mulai tenang dan menyampaikan unek-uneknya.
" Iya Mah....itu keinginan Rose dari awal." jawab Rose sambil mengelus punggung tangan calon mertuanya. Walaupun hatinya masih merasa mengganjal,namun keyakinannya mengatakan jika semua pasti akan terkuak.
Perbincangan terus mengalir,sampai akhirnya orang tua Nugraha berpamitan untuk melanjutkan perjalanan pulang.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Sementara Nugraha,saat ini sedang di kunjungi Ana. Ia tahu jika orang tua Nugraha sudah kembali ke pulau jawa. Kedatangannya ke rumah dinas Nugraha untuk mengantarkan makan malam.
Tok.....tok.....tok
Pintu rumah dinas Nugraha ada yang mengetuk. Tak berapa lama pintu di buka dan munculah Nugraha.
" Ana.....ada apa ?" tanya Nugraha . Nampak senyum di bibirnya manakala melihat kehadiaran Ana.
" Kak.....makan malam untukmu. Mama dan papamu sudah kembali kan,pastinya sudah tak ada yang menyiapkan makan untukmu." komentar Ana sembari melenggang masuk dan meletakkan makanan di meja.
"Makanlah Kak......mumpung masih hangat. Hari ini aku masak soto khas daerah,cobalah......" sambil menurunkan makanan yang tersusun dalam rantang.
"Hemm.....harum sekali aromanya. Pasti sangat enak ini!" puji Nugraha begitu mencium aroma makanan yang di bawa Ana.
" Bisa aja kamu An....." jawab Nugraha menanggapi komentar Ana.
Ana memandang wajah Nugraha dengan tersenyum. Hatinya sangat bahagia bisa berada di dekat Nugraha dan diterima dengan sangat baik. Sikap Nugraha yang hangat membuatnya semakin mencintai Nugraha.
"Akhirnya aku bisa di dekatmu,memandangmu dan menyentuhmu." monolog Ana dalam hati.
"Kenapa......koq mandangi aku terus. Apakah aku sangat jelek ya.....?" tanya Nugraha. Ada sisa makanan yang menempel di dekat bibir Nugraha. Ana mendekat dan menyekanya dengan tissu.
__ADS_1
"Makannya koq kaya anak kecil...." komentarnya. Tangannya membersihkan sisa makanan di bibir Nugraha.
Di raihnya tangan Ana dan di ciumnya dengan mesra. Ana tersipu. Wajahnya memerah dan tertunduk karena malu.
" Makasih makanannya....sangat enak." komentar Nugraha.
" Kakak suka......tiap hari aku akan masak buat kakak kalau mau." jawab Ana.
"Nanti malah ngerepotin kamu Na.....biar aku jajan saja di kantin kalau pas nggak masak sendiri" jawab Nugraha.
"Aku nggak repot kak....apalagi buat kak Nugraha tersayang." kata Ana sambil mencoba menggoda Ana. Keduanya saling bertatapan. Tiba-tiba Nugraha meraih tengkuk Ana dan membawanya dalam ciuman.
Di lumatnya bibir Ana dengan rakus. Lidah mereka saling berbelit. Nafas keduanya saling memburu dan baru terhenti manakala mereka sama-sama kehabisan nafas.
Kedua insan yang tengah di mabuk cinta itu saling bertatapan penuh arti.
"Pulanglah....nanti kamu keburu habis di sini jika terlalu lama bersamaku." kata Nugraha sambil menepuk bokong Ana.
" Aku ingin segera di habisi Kak.....cepatlah lamar aku." kata Ana sambil bergelayut manja.
" Gadis nakal..... Cepatlah pulang. Nanti aku kena hukuman komandan kalau kamu terus menggodaku." kata Nugraha lagi.
__ADS_1
Mendengar jawaban Nugraha bibir Ana mencebik. Sambil membereskan wadah makanan yang di bawanya,Ana berpamitan pulang. Dan ciuman singkat kembali terjadi.