
" Ayah....Ibu.....maafkan Rose. Dengan kejadian ini,Rose yakin jika nantinya keluarga kita akan di gunjing oleh saudara dan tetangga. Tapi Rose berjanji kepada Ayah dan Ibu,akan tetap menjaga kehormatan Rose dan kehormatan keluarga kita." kata Rose sembari tertunduk.
Sesak di dadanya tiba-tiba membuncah,hatinya begitu sakit. Cinta yang selama ini di simpannya dan di jaganya,selayaknya menjaga harta karun yang tak ternilai hargany,ternyata akan berakhir dengan kehancuran.
Setelah keluarga Yudha Permana meninggalkan kediaman keluarga Hadi,mereka masih duduk bersama di ruang keluarga. Ketegangan yang tadi sempat tercipta,kini kembali membaik,dan terkesan sunyi. Sesunyi hati dan perasaan Rose
"Ibu sangat tahu dan paham dengan perasaanmu Nduk......Ibu juga bisa merasakan perihnya hatimu. Tapi Rose tidak boleh lemah. Masa depanmu kamu yang ciptakan. Dan masa depanmu bukan bersama Nugraha. Harus sabar ya Nduk....." kata Bu Rahayu sembari memeluk Rose. Di elusnya rambut hitam panjang Rose yang tergerai. Tangisnya tak bersuara dalam pelukan Ibunya.
"Masa depanmu masih panjang Nduk......percayalah,Allah telah menyiapkan jodoh terbaikmu di kemudian hari. Jangan menyesali keputusan yang telah kamu ambil. Allah sudah punya rencana dalam setiap perjalanan umat-Nya." kata pak Hadi menasehati putrinya.
__ADS_1
"Ayah benar-benar bangga dan juga salut dengan keputusan yang kamu ambil Rose. Ternyata putri Ayah sangat-sangat dewasa. Menurut Ayah,kamu sudah mengambil keputusan yang sangat tepat Nduk....."kata pak Hadi
"Walau itu sangat menyakitkan Ayah......tapi Rose tidak bisa bertahan. Ini semua Rose lakukan untuk karir Nugraha. Kehidupannya ada di sana. Rose takut jika Nugraha menolak menikahi putri komandannya,keselamatan Nugraha akan terancam. Hanya dengan cara seperti ini Rose bisa membantunya. Rose tidak mau egois Ayah....."kata Rose.
"Semoga kelak kamu akan mendapatkan jodoh yang penuh tanggung jawab dan menyayangimu." katq pak Hadi. Dan di aminkan oleh mereka.
"Nggak mengapa Nduk.....tuch si Mario juga kemarin menanyakanmu. Bukankah dia pernah memintamu menjadi pacarnya ya...." goda Bu Rahayu kepada putrinya.
Pak Hadi dan Bu Rahayu tertawa berderai mendengar jawaban putrinya. Tujuaannya menghibur putrinya,dan benar saja,wajah Rose sudah bisa sedikit melunak dengan rajuknya.
__ADS_1
"Ayo kita makan lah Yah......ibu tiba-tiba laper. Udah kelewat makan siang juga. Kamu mau makan apa nggak Rose....... ." tanya Bu Rahayu. Beliau mencoba menetralisir suasana rumah supaya tidak terlalu berlarut dalam kesedihan.
"Rose makannya nanti saja Bun.....Rose pingin tidur dulu. Lelah rasanya ." jawab Rose.
"Kita sholat Dzuhur berjamaah dulu. Hampir habis kan waktunya....ayok...."kata Pak Hadi sembari merangkul pundak putrinya.
Mereka melakukan ibadah sholat Dzuhur berjamaah. Kali ini Rose masih terpekur dalam doanya. Memohon pengampunan kepada sang penguasa . Memasrahkan segala kehidupan dan penghidupannya kepada Allah. Memohon kekuatan dan perlindungan dalam setiap langkahnya. Rose juga tak lupa menyelipkan doa untuk kebahagiaan Nugraha .
Air mata Rose menetes,menganak sungai membasahi pipi mulusnya. Tak di pungkiri, rasa cinta Rose untuk Nugraha masih begitu kuat. Namun kali ini Rose harus bersahabat dengan hatinya sendiri,untuk bisa melupakan jalinan kasih yang ia rajut bersama Nugraha.
__ADS_1
"Ya Allah.....bantu aku melupakannya.....ikhlaskan hatiku untuk melepasnya. Bahagiakan dia di kehidupan barunya,Aamiin🤲🤲🤲 " sebait doa yang Rose pinta kepada Allah sang penguasa.