Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 129


__ADS_3

Setelah kepergian Arya,Rose berjalan tertatih meraih tangan kursi yang ada di sampingnya. Iya terduduk luruh. Pandangan matanya nampak nanar....namun tersirat penuh dengan luka. Kini hatinya tengah hancur berkeping-keping. Kepercayaan yang telah di bangunnya untuk sang pujaan hati,kini tiada berbentuk.


Sebongkah batu berasa seakan tercekat di ulu hatinya. Nafaspun bagaikan terhenti. Setiap kata dan ucap yang barusan di dengar bagaikan gelegar petir menghantam pertahanan hatinya.


Perlahan dicerna dan di olah kata demi kata,kalimat demi kalimat yang Arya sampaikan tadi. Dan Rose menarik kesimpulan kalau Nugraha tidaklah bersalah sepenuhnya. Kondisi yang menyebabkan semuanya seperti itu.


Kali ini terjadi perang batin pada diri Rose. Terlihat dari tubuhnya yang bergetar,bahunya berguncang menahan tangis.


"Yu.....kenapa Yu.....?" tanya Janti. Sambil merengkuh pundak Rose. Tangis Rose pecah. Pertahannya hancur.


"Aku lelah Jan......bawa aku ke kamar. Aku ingin istirahat. ." jawab Rose lemah.


***********


"Sudah hampir jam 8 tapi Rose belum menghubungiku. Apa dia lupa?" monolog hati Satya. Ada kekhawatiran yang tiba-tiba ia rasakan. Namun tidak bisa mencerna karena apa khawatir itu muncul.


Satya bergegas ke arah asrama putri untuk menemui Rose.


"Ning.....mba Rose ada nggak,panggilin dong....." tanya Satya dan meminta adik tingkatnya untuk menghubungi Rose lewat aiphone.

__ADS_1


" Aspi blok 2 hallo.....!"jawab Janti yang menerima aiphone. Suasana asrama putri hari ini lumayan sepi, karena hari Sabtu biasanya di manfaatkan untuk pulang bertemu keluarga.


" Mba....sampaikan mba Rose. Mas Satya menunggu di bawah." kata Aning menyampaikan pesan Satya.


" Bilangin suruh tunggu sebentar." jawab Janti sembari menutup aiphone.


" Yu....Satya menunggumu di bawah. " kata Janti.


" Kamu turunlah.....aku nggak mau menemuinya dalam kondisi seperti ini. " jawab Rose.


Rose merasa malu jika menemui Satya dalam kondisi tidak baik-baik saja. Bukan malu karena penampilannya yang tidak baik,namun Rose tidak mau membuat banyak pertanyaan dari Satya. Dan Rose masih harus menata pikirannya yang sedang kalut.


"Katakan saja aku sudah tidur. Jangan bilang apapun tentang masalah yang udah aku ceritakan padamu tadi." jawab Rose. Suaranya masih terdengar parau. Pundaknya masih nampak bergetar menahan tangis.


"Aku turun dulu. " kata Janti sembari mengusap punggung Rose.


*********


"Hai Sat......ada apa?" tanya Janti berbasa-basi kepada Satya.

__ADS_1


" Rose mana mba Janti.....?" tanya Satya,manakala hanya melihat Janti yang turun dari lantai dua asrama putri.


"Yu Rose udah tidur. Aku nggak berani bangunke." jawab Janti sembari duduk di depan Satya yang berada di ruang diskusi.


"Tumben......padahal tadi janji mau menghubungiku kalau adik iparnya udah pulang." kata Satya merasa heran.


"Aku nggak tahu....tadi habis mandi terus tidur-tiduran. Eh.....barusan aku lihat udah tidur beneran." bohong Janti kepada Satya.


Nampak ada raut kecewa dari wajah Satya. Namun dirinya tak mampu untuk protes. Semoga kekhawatirannya tidak terbukti.


"Mba Janti.....apa mba tahu kalau tadi ada calon adik ipar Rose kesini ?" tanya Satya. Rasa penasarannya menuntunnnya untuk mencari tahu.


"Benarkah......aku nggak tahu,karena sedari tadi aku pergi ." jawab Janti. Dirinya kali ini tidak berbohong. Karena saat calon adik ipar Rose datang,dirinya tidak ada di asrama.


"Benarkah Rose tidur mba.....firasatku mengatakan saat ini Rose tidak baik-baik saja. Tolong jangan bohongi aku mba.....aku nggak ingin sesuatu terjadi dengan Rose ." tegas Satya.


" Aku nggak berani cerita apapun Sat....karena ini memang bukan ranahku. Biarkan Rose saat ini dengan dirinya sendiri. Aku paham kamu khawatir,karena aku tahu kalau kamu menyayanginya. Percayalah.....yu Rose hanya sedang butuh waktu untuk menyendiri saat ini ." jawab Janti.


Karena dia merasa Satya adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab,yang hatinya telah terpaut dengan Rose. Sungguh beruntung Rose,selalu ada laki-laki yang baik yang mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2