
Suasana pesta dengan hingar bingar musik yang menggema tak terlalu menarik perhatian Ana. Maksud hati memanfaatkan kekuasaan Papanya untuk mengajak Nugraha dalam pesta dirasanya gagal. Saat ini Ana merasa,jika Nugraha hanya berperan sebagai sopir pribadinya. Padahal Ana berharap lebih. Memamerkan kebersamaanya di pesta Mona dengan tampilan riasan yang totalitas,berharap akan mendekatkan hatinya kepada Nugraha. Namun impian tinggal impian. Saat ini sangat jauh expektasinya.
"Mona.....maaf ya,aku tak bisa sampai selesai di pestamu. Tadi mama sudah berpesan tidak boleh pulang sampai larut." kata Ana hendak berpamitan kepada Mona.
"Kamu mau balik Na.....nggak asyik luh.....," kata Mona.
"Maaf Mon......tapi memang aku harus balik,kasihan doi juga di luar menunggu. Doakan usahaku untuk mendekatinya ya...."kata Ana sambil tersenyum penuh arti.
"Iya dech....iya.....sana balik. Selamat berjuang semoga berhasil taklukin doi !" kata Mona menyemangati Ana.
"Frend......aku balik dulu ya.....!" kata Ana sambil melambaikan tangan kepada teman-temannya.
"Aku antar Na....." sahut Johan sambil berdiri hendak mengantar Ana.
"Makasih Jo.....ada kak Nug yang nunggu di depan." jawab Ana.
__ADS_1
Johan adalah teman Ana yang selama ini menaruh hati kepada Ana. Namun akhir-akhir ini Ana agak menghindar karena hatinya ingin mengejar cinta Nugraha.
Sementara itu di dalam mobil,Nugraha masih dalam posisi bersandar di jok mobil. Sambil mendekap selembar foto Rose dalam balutan baju seragam perawat. Nugraha tertidur di dalam mobil dengan posisi jendela setengah terbuka.
Karena takut mengagetkan Nugraha,Ana masuk ke dalam mobil dengan pelan-pelan. Namun naluri Nugraha sigap,dia terbangun namun lupa dengan selembar foto di dekapannya.
"Maaf Dek Ana....aku ketiduran. Sudah selesai pestanya?" pertanyaan Nugraha meluncur dari mulutnya sambil mengembalikan posisi jok mobil dalam posisi duduk. Dan jatuhlah foto Rose di bagian bawah lantai mobil tanpa di sadarinya.
Ana membungkuk dan mengambil foto Rose di lantai mobilnya. Ia amat-amati "Apakah ini foto pacar kak Nug ya.....mengapa tadi bilang belum punya pacar?" pikir Ana.
Nugraha yang melihat Ana sedang memegang foto Rose segera merebutnya dan memasukkan kembali dalam dompetnya.
"Siapa perempuan itu kak Nug....?" tanya Ana penasaran.
"Kita langsung pulang ya. Sudah malam." kata Nugraha sembari menyalakan mesin mobil yang di bawanya. Nugraha tidak merespon pertanyaan Ana. Menurutnya tidak perlu mengklarifikasi apapun. Karena diantara mereka tidak ada hubungan apapun. Saat ini posisinya hanya sebagai driver untuk putri komandannya.
__ADS_1
Perlahan kendaraan itu meninggalkan halaman rumah Mona. Membelah jalanan yang sudah mulai sepi. Hanya dinginnya angin malam yang terasa sedikit menusuk kulitnya.
Mona hanya sesekali melihat wajah Nugraha di sampingnya. Menunggu jawaban pertanyaan yang tadi di lontarkannya. Ada perasaan sakit di ujung hatinya,melihat Nugraha mandangi foto seorang gadis cantik walaupun tanpa riasan make up di wajahnya. Seorang gadis dengan pandangan mata yang tajam, dan raut wajah ayu menenangkan.
Tiba-tiba matanya terasa perih,air mata sedikit mengambang di pelupuk mata Ana. Segera di palingkan wajahnya ke arah luar jendela,mengusir gundah yang tiba-tiba menyeruak di hatinya.
Tanpa ia sadari,hembusan nafas kasar keluar dari mulutnya,berharap gundah dan kegelisahannya ikut terhempas dengan nafas yang di keluarkannya.
Nugraha sedikit tersentak mendengar hembusan nafas kasar Ana. Namun ia kembali fokus ke jalan raya yang sedang di laluinya. Nugraha tak perduli dengan sikap putri komandannya.
"Siapa dia kak....?" tanya Ana mengusir rasa penasarannya.
"Mana ?" Nugraha menjawab sambil mengedarkan pandangan mencari seseorang yang mungkin di lihat Ana barusan.
"Foto gadis perawat yang kakak punya." jawab Ana memperjelas pertanyaanya.
__ADS_1
"Tunangan saya Dek..."
Duarrrr.....bagaikan petir menyambar,mengagetkan Ana.