Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 65


__ADS_3

"Arghhhhh......kenapa aku bisa tidak sadar kalau tadi yang aku genggam adalah tangan Ana. Benarkah yang dia katakan, kalau aku yang memaksanya dan aku juga yang tak mau melepaskan tangannya ?" jerit Nugraha geram dengan dirinya. Kepalanya tiba-tiba terasa pusing,dan keringat dingin mengucur di tubuhnya.


Mendengar teriakan Nugraha, sesama teman anggota yang berjaga segera menghampirinya.


"Nug.....knapa Nug.....?" sambil mengguncang tubuh Nugraha.


"Kepalaku berat dan pusing sekali Fan...."Keluh Nugraha. Wajahnya nampak pucat dan tubuhnya teraba dingin. Bripda Irfan segera memencet tombol darurat untuk memanggil dokter. Tak berapa lama perawat dan dokter segera menghampiri dan memeriksa keadaan Nugraha.


"Bagaimana kondisinya Dok...."tanya Bripda Rifan.


"Kondisi sebenarnya tidaklah mengkhawatirkan..hanya saja mungkin sedang memiliki beban pikiran yang cukup berat. Mungkin dengan menghubungi keluarganya atau orang terdekat bisa membantu memberikan support."jawab dr. Harun penanggung jawab perawatan Nugraha.


" Itu yang agak sulit,karena setahu saya Nugraha berasal dari luar pulau. Jika menghubungi keluarganya untuk datang,pasti memakan waktu." kata Irfan menjelaskan.

__ADS_1


"Bisa dengan telephon,nanti kalau kondisinya sudah lebih stabil bisa menggunakan fasilitas telephon rumah sakit. Antar saja ke ruangan saya ,jika menghendaki menggunakan telephon untuk sambungan luar kota ." kata dr. Harun menyarankan.


"Baik Dok....terima kasih perhatian dan perawatannya." kata Irfan sembari mengantarkan dr. Harun keluar ruang perawatan. Di tutupnha pintu kamar perawatan Nugraha dan di dekatinya sahabatnya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.


"Nug....bagaimana keadaanmu sekarang,sudah enakan?" tanya Irfan sahabatnya.


"Masih pusing Fan....." jawab Nugraha. Matanya terpejam namun nampak sekali wajahnya menahan beban pikiran.


"Kamu mikir apa sebenarnya Nug.....ceritalah kalau ada yang kamu pikirkan."kata Irfan.


"Kamu sudah bertunangan Nug....?" tanya Irfan kaget.


" Kapan itu....bukankah kita belum pernah kembali ke kampung halaman kita selama ini ?" tanya Irfan. Dirinya terkejut mendengar pengakuan Nugraha. Dan Nugraha menceritakan semuanya tentang pertunangannya dengan Rose.

__ADS_1


"Apa kamu mau bicara dengan tunanganmu Nug....tadi dr. Harun menyampaikan,jika kamu mau menghubungi keluargamu,bisa lewat telephon di ruang dr. Harun." jelas Irfan.


"Aku ingin bicara dengan Rose....hatiku nggak tenang Fan....." kata Nugraha.


"Masih pusing tidak, apa mau aku antar ke ruang dr. Harun,supaya kamu bisa bicara langsung dengan tunanganmu."kata Irfan menyarankan.


" Apa tidak mengapa Fan....?" jawab Nugraha gamang.


"Kalau kamu merasa itu bisa membuatmu lebih baik kenapa nggak,supaya hatimu bisa lebih tenang. Dan kamu bisa lebih cepat sehat. Berarti sakitnya karena malarindu ya....?" kata Irfan dengan meninju lengan Nugraha.


"Antarkan aku ke ruang dr. Harun Fan.....!" pinta Nugraha kepada temannya. Entah kekuatan dari mana,begitu mendengar di ijinkan memghubingi keluarganya,semangat Nugraha tiba-tiba muncul. Dan kesehatannya nampak lebih membaik.


"Hahahaha......luar biasa kamu Nug....

__ADS_1


" Ternyata kekuatan cinta bisa menyembuhkan sakit. Dokter tidak perlu lagi memberikan resep obat untuk pasiennya. Lama-lama nggak usah ada dokter. Pabrik obat juga baiknya tutup saja kalau seperti itu." goda Irfan. Ia merasa senang bisa menggoda Nugraha kali ini.


"Berisik sekali kamu itu....jadi mau antar aku ke ruang dr. Harun atau tidak?" kata Nugraha dengan ketidak sabarnya.


__ADS_2