
Nugraha menjalankan kendaraannya dengan tenang. Pandangan lurus ke depan fokus pada jalanan. Sementara Ana sesekali melirik Nugraha dari sudut ekor matanya. Akan memulai bicara namun seakan kelu,karena beberapa kali merasa Nugraha menghindarinya.
" Kak Nug......." Ana mencoba memecah kebisuan perjalanan mereka.
"Ya dek......"jawab Nugraha,masih tetap fokus melihat jalan.
"Kak Nugraha marah ya ke Ana?" pertanyaan Ana merasa tidak enak.
"Tidak " jawab Nugraha lagi. Hatinya mulai kesal. Namun berusaha untuk biasa-biasa saja.
"Kak.....?" panggil Ana sembari memegang tangan kiri Nugraha.
"Ada apa?" jawab Nugraha sambil melirik tangan Ana yang berada di lengannya. Ana merasa kikuk,dan akhirnya melepaskan pegangan tangannya.
"Kak Nugraha sudah punya pacar ya.....?" tanya Ana sambil memperhatikan wajah Nugraha. Dan tanpa kontak mata sedikitpun,Nugraha tetap memjalankan kendaraannya.
"Tidak punya pacar Dek....." jawab Nugraha singkat.
"Benarkah.....benar kak Nugraha masih sendiri dan belum punya pacar?" pekik Ana nampak gembira. Di pandanginya Nugraha. Ada binar-binar bahagia di rona wajah Ana.
"Kenapa....?" tanya Nugraha.
"Eh....nggak Kak....kaget aja,orang seganteng kakak masa belum punya pacar..." jawab Ana malu-malu.
__ADS_1
"Berarti ada kesempatan besar aku mendekatinya." batin Ana dalam hati.
"Sudah sampai Dek....!" kata Nugraha menepikan mobil yang di kendarainya dan berhenti di sebuah komplek perumahan elit. Dan memarkirkan kendaraannya di sebelah mobil-mobil yang lain.
Nugraha memposisikan jok mobil yang di pakainya sedikit landai. Sambil meregangkan tangannya Nugraha menggeliat dan menyebut nama "Rose" sambil tersenyum dan menyandarkan tubunya di jok mobil. Ada perasaan sedikit lega,karena merasa sementara waktu terbebas dari Ana.
"Kak......!" sapa Ana. Agak terkejut dirinya,karena Nugraha menyebut kata Rose,ada tanda tanya besar di hatinya.
"Eh iya.....ada apa?" jawab Nugraha terjenggit. Dia baru sadar ternyata Ana di sampingnya.
"Kenapa tidak turun Dek.....silahkan masuk ke pesta. Aku tunggu di sini sampai selesai." kata Nugraha mempersilahkan Ana untuk masuk le ruang pesta.
"Apa Kak Nug nggak mau turun menemaniku.....?"tanya Ana berharap Nugraha menemaninya ke dalam pesta.
"Tidak Dek....saya di luar saja. Tugas saya mengantar bukan menemani Dek Ana ke pesta." kata Nugraha menjelaskan tugasnya.
"Kan ini pesta temanya dek Ana,berarti di dalam banyak teman-teman dek Ana. Sekarang masuklah....aku menunggu di sini." kata Nugraha lagi.
"Tapi kan......!" kata-kata Ana menggantung,karenq sebelum menyelesaikan kata-katanya,Nugraha sudah menyahut
"Maaf tidak bisa menemani," sambil menangkupkan tangannya di depan dada sebagai permohonan maaf.
"Baiklah....." keluar dari dalam mobil dengan wajah kecewa. "Gagal dech.....nggak bisa pamer kak Nug ke temen-temen" gerutunya dalam hati.
__ADS_1
"Ana......koq baru muncul.....aku pikir nggak datang!" pekik Mona sahabat Ana.
"HBD say.....mana mungkin nggak datang ke ultahmu,nich....buat kamu." kata Ana memeluk dan mencium pipi kanan kiri sahabatnya,dan mengangsurkan kotak hadiah untuk Mona.
"Sendiri.....tumben boleh keluar malam." kata Mona
"Ada doi di luar....cuma nggak mau masuk." kata Ana sedikit merajuk manja.
"Beneran.....mana-mana......kenalin dong......!"Suara Mona heboh.
"Nggak ah....nanti kamu naksir lagi......" jawab Ana sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ish.....nggak lah....nanti kamu marah......" sambil menoel pipi Ana.
"Tapi kenapa nggak mau masuk,masa pacarnya di biarkan di pesta sendiri. Nanti kalau kamu di gangguin cowok lain bagaimana.....?" kata Mona lagi.
"Belum pacar....aku yang suka sama dia,tapi orangnya cuek.....bete kan aku jadinya." sungut Ana lagi.
" Mungkin dia udah punya pacar Na.....?" tebak Mona.
"Katanya sich belum....tapi nggak tahu juga!" jawab Ana gamang.
"Mungkin memang sifatnya seperti itu....nyatanya doi mau anter ke sini,kalau nggak ada hati,mana mau dia...." komentar Mona.
__ADS_1
"Udah yuk...gabung sama temen-temen..." ajak Mona untuk menikmati pestanya.
Mereka berbaur melewati semua proses acara dan di lanjutkan makan. Kegembiraan nampak diantara mereka. Terdengar musik menggema di ruangan itu.