Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 44


__ADS_3

Geliat kecil di rumah Rose. Pak Hadi ayah Rose sedang merapihkan halaman dan ruang tamu. Sedangkan Bu Rahayu dan mba Ginah sedang memepersiapkan bahan-bahan menu untuk nanti sore. Hari ini Rose akan di lamar keluarga Yudha Permana untuk putra sulungnya Nugraha.


"Rose.....untuk isian lemper ayamnya nanti, kamu bikinike dulu. Ibu kadang kurang pd kalau bikin isian lemper ayam. Nggak segurih bikinanmu!" perintah Bu Rahayu kepada putri semata wayangnya.


"Ya Bu....ini aku buat adonan lapisnya dulu, supaya nanti tinggal di kukus mba Ginah. Untuk browniesnya bikin 3 loyang cukup kan Bu....?" tanya Rose kepada ibunya.


Rose memang pintar membuat aneka kue dan makanan tradisional.


"Cukup Rose....kata keluarga Nugraha yang datang hanya keluarga inti saja dan tetua dari sana. Dan kita juga hanya keluarga inti, tetua lingkungan saja. Risolesnya udah jadi Rose.....?" tanya bu Rahayu memastikan.


"Sudah Bu.....tinggal goreng saja." jawab Rose.


"Kalau sudah selesai kamu istirahat dulu Rose....


Jangan terlalu capek. "kata bu Rahayu sambil mengelus rambut putrinya.


"Iya mba Rose.....istirahat aja dulu. Masa calon mantennya malah yang sibuk sendiri." kata mba Ginah sambil terkekeh.


" Nggak apa-apa mba.....nggak tiap hari juga." jawab Rose sambil beranjak dan menghampiri oven tempat memanggang kue.


"Mba Rose pinter bikin makanan. Tapi koq malah pilih jadi perawat." komentar mba Ginah.


"Besok kalau sudah pensiun kan bisa buka warung makan mba....," jawab Rose terkekeh.

__ADS_1


" Mba Ginah.....kalau ibu cari,Rose ijin istirahat sebentar di kamar ya.....ngantuk....." kata Rose sambil berlalu dan di iyakan oleh mba Ginah.


Mwnjelang sore, ruang tamu sudah tertata rapi. Persiapan untuk snack dan makanpun sudah selesai.


"Bu.....apa yang harus Rose bantu?" tanya Rose. Ia sudah nampak cantik dengan gamis warna abu-abu dan jilbab putih yang bertengger di kepalanya.


"Nggak ada Rose....semuanya sudah selesai. Kue-kue yang nantinya akan di bawakan sebagai oleh-oleh juga sudah di siapkan." jawab bu Rahayu.


Sementara di ruang tamu nampak pak Hadi dan tetua lingkungan berdiri dan berjalan keluar,nampaknya keluarga Yudha Permana sudah datang.


"Assalamuallaikum......"ucap salam pak Yudha Permana dan si ikuti oleh keluarga yang lain


"Waalaikumusallam......monggo Bapak Ibun.....pinarak masuk." jawab pak Hadi dan Bu Rahayu menyambut tamunya. Sambil bersalaman dan mengarahkan para tamu untuk masuk kedalam ruangan yang sudah di siapkan.


" Assalamuallaikum Pak Hadi dan Bu Rahayu beserta keluarga,dan juga para sesepuh lingkungan desa. Saya dan keluarga beserta sanak sanak saudara kami,datang ke kediaman pak Hadi punya maksud dan tujuan." kata pak Yudha mengawali acara hari ini.


"Saya Yudha Permana dan ini istri saya Maria,anak ke dua saya Arya,beserta tetua lingkungan kami,datang ke sini untuk meminta ijin kepada keluarga pak Hadi,untuk meminang putrinya bernama Rose,untuk kami lamar dan kami jodohkan dengan anak pertama saya,Nugraha." lanjut pak Yudha. Keluarga pak Hadi hanya diam hikmad mendengarkan perkataan pak Yudha.


"Namun mohon maaf dengan sangat,anak perrama saya tidak bisa datang. Tidak mengurangi rasa hormat kami,karena anak kami Nugraha saat ini sedang bertugas di pulau Sulawesi." lanjut pak Yudha menjelaskan.


"Untuk itu kami mewakili anak kami menyampaikan permohonan maaf,karena kondisi yang menyebabkan anak kami tidak bisa hadir. Namun jangan khawatir,lamaran ini juga atas keinginan dan permintaan anak kami,dan kami sebagai orang tua sangat setuju dan mendukung keinginan anak kami. Sekiranya keluarga pak Hadi mau menerima lamaran kami." kata pak Yudha mengakhiri perkataannya.


"Assalamuallaikum warah matullahi wabarokatuh....

__ADS_1


Saya Hadi dan istri saya Rahayu beserta anak semata wayang kami Rose...


Terimakasih sekali atas kehadiran pak Yudha,bu Maria,nak Arya dan segenap keluarga,yang sudah sudi datangvke gubug kami hari ini. Mohon maaf jika dalam penyambutan kurang berkenan,karena di desa, jadi hanya seadanya." jawab pak Hadi mengawali pembicaraannya.


"Saya beserta keluarga tidak bisa menjawab apapun perihal lamaran untuk anak saya. Karena yang mempunyai hak penuh menjawab adalah anak saya. Namun demikian sebelumnya saya sampaikan,bahwasanya anak saya masih sekolah bapak ibu.....Jika nanti anak saya menerima,saya hanya minta syarat,supaya kelanjutannya di selesaikan setelah anak saya selesai sekolah." kata pak Hadi menyampaikan permintaanya.


"Untuk selanjutnya saya serahkan kepada Rose untuk mwnjawab lamaran pak Yudha untuk mas Nugraha." jawab pak Hadi sambil pandangannya mengarah kepada Rose.


" Bagaimana Rose......?" tanya pak Hadi. Pandangan para tamu tertuju semua pada Rose. Mereka seakan menuntut jawaban dari Rose.


"Iya.....saya terima....." jawab Rose sambil tertunduk malu. Wajahnya yang hanya tersapu make up minimalis tak mampu menutupi rona merah di wajahnya. Ada rasa bahagia dan bercampur malu karena berhadapan dengan banyak orang.


"Alkhamdulillah........"serempak para hadirin yang berada di ruang tamu itu mengucap syukur.


"Mah.....tugasmu untuk memasangkan cincin pengikat!" kata pak Yudha kepada bu Maria. Prosesi penyematan cincin pun di lakukan.


" Terimakasih ya Rose.....sudah mau menjadi calon mantu kami.....berarti mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi bagian keluarga kami,jangan pernah sungkan ya......" kata Bu Maria setelah memasangkan cincin,si peluknya Rose dengan erat dan di hujani pula dengan banyak ciuman.


" Sudah ciumnya jangan banyak-banyak. Besok Nugraha tidak kebagian" kata pak Yudha menggoda istrinya. Dan di tanggapi dengan gelak tawa para hadirin semua..


Acara ramah tamah dan makan bersama tampak begitu hangat. Rose sudah resmi menjadi tunangan Nugraha. Walaupun tanpa kehadiran Nugraha.


"Semoga kamu baik-baik saja dan selalu dalam lindungan-Nya Nug......kini aku telah kau ikat. Dan ikatan ini tak akan aku lepaskan jika bukan kamu sendiri yang melepaskan. Berjanjilah untuk setia padaku,dan aku akan setia menunggumu menghalalkanku." monolog Rose dalam hati,sambil memutar-mutarkan cincin pertunangannya di jari manisnya.

__ADS_1


__ADS_2