
"Rose.....mau gantian bonceng aku nggak,sebentar lagi kita jalan lagi." kata Bima menawari Rose.
" Makasih Mas....aku ikut Satya saja. Kan dari awal berangkat tadi aku sudah barwng Satya." jawab Rose. Rose merasa lebih nyaman dan aman bareng Satya. Karena selama ini Rose juga hampir tidak pernah berkomunikasi dengan Bima,kecuali saat pengemalan kampus dulu.
Satya mendengar jawaban Rose kepada Bima merasa sangat bahagia. Itu artinya Rose akan selalu bersamanya selama perjalanan nanti. Satya akan membuat nyaman Rose,selama berada dalam boncengannya.
Akhirnya mereka kembali melakukan perjalanan setelah menikmati pemandangan di bukit cinta, menuju tempat tinggal Budi. Masih dengan formasi yang sama. Mereka berangkat beriringan dengan pasangan boncengan masing-masing seperti awal keberangkatan.
"Pakai helemnya mba....!" kata Satya sambil memasangkan helm di kepala Rose. Dan Rose terbelalak kaget dengan tindakan spontan Satya mengenakan helm di kepalanya.
"Aku kan bisa pakai helm sendiri Sat....." kata Rose sambil memukul kecil tangan Satya sambil tersenyum. Tangan Rose akan mambantu mengkancingkan helm,namun tangan Satya masih di dagu Rose,sehingga tangan mereka saling bersentuhan. Dan keduanya sama-sama tersipu menyadari tindakan mereka.
__ADS_1
Rose heran dengan hatinya,karena tiba-tiba menghangat dan kerja jantungnya bekerja leboh cepat.
Tak kalah dengan hati Satya. Bersama Rose dirinya merasakan ada ribuan kupu-kupu ya berterbangan di kulit perutnya. Berasa merinding dan gelenyar aneh menggelitik hatinya.
Jalan yang berkelok-kelok acap kali membuat keduanya bersinggungan badan. Rose sesekali memegang pinggang Satya. Jika di lihat orang lain,layaknya mereka mempunyai hubungan spesial.
Hampir jam 8 malam akhirnya mereka sampai di kediaman Budi. Angin pantai di rasakan begitu dingin. Bunyi deburan ombak terdengar begitu jelas dari rumah Budi.
Ada 2 rumah berjejer di pekarangan rumah Budi. Halaman yang luas dan di tumbuhi pohon buah-buahan nan rindang menambah suasana damai.
"Nanti untuk cowok-cowoknya tidur di rumah ini. Nanti kalian bisa pakai kasur-kasur itu untuk alas tidur. Dan untuk yang perempuan,kalian tidur di rumah yang sebelah selatan ya....
__ADS_1
"Untuk cowok tidak ada yang boleh menyelinap ke rumah selatan. Untuk selanjutnya kalian silahkan makan dan iatirahat. Bapak sama ibu ijin tidak bisa menemani kalian. Kami mau istirahat dulu." kata pak Yusup mengakhiri perkataannya dan berlalu meninggalkan ruangan itu.
" Makasih Pak....Bu...kedatangan kami merepotkan Bapak Ibu di sini. " jawab Adi mewakili kami.
"Tuch Vid.....denegrin. Kamu nggak boleh cari Ima malam nanti saat tidur." ceplos Bima.
Dan David bersama Ima hanya cengengesan menanggapi seloroh Bima.
"Yuk kita makan dulu. Mari teman-teman !" ajak Budi. Sebagai tuan rumah mengajak semuanya untuk menyantap hidangan yang sudah di sediakan orang tua Budi.
Rumah yang tadinya sepi,kini terasa begitu ramai. Kehadiran kami ber 24 orang mampu merubah suasana di kediaman Budi. Setelah makan para cewek mencuci piring dan membersihkan tempat makan tadi. Sebagian ada yang mandi,ada yang masih bercengkerama. Ada juga yang bermain musik. Sementara 8 cewek yang ikut di acara ini segera menuju rumah bagian sebelah selatan,tempat yqng di sediakan untuk beristirahat. Termasuk Rose,Janti,Tya,Ima dan lainnya.
__ADS_1