Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 45


__ADS_3

Waktu terus berjalan. Kesibukan Rose sebagai seorang mahasiswa semakin padat. Untuk membantu pembiayaan kuliahnya Rose menjadi asisten dokter praktek di luar rumah sakit. Kehiduannya hanya sekitar kampus,asrama,rumah sakit dan tempat praktek dokter. Tak ada waktu untuk sekedar bermain bersama teman-temannya.


"Hari ini ada berapa pasien yang sudah daftar Rose ? tanya dokter Satmoko kepada Rose.


"Sudah ada 23 pasien Dok....yang sudah datang ada 17. Sisanya belum terkonfirmasi" jawab Rose


"Ok....masih ada waktu 10 menit lagi sampai jam praktek di mulai,semua status pasien tolong di siapkan?" perintah dokter Satmoko kepada Rose.


"Baik Dok....data pasien sudah saya siapkan di meja dokter,nanti mba Ami yang akan asisten dokter di dalam. Mau minum jeruk panas apa teh Dok....supaya saya siapkan?" tanya Rose


"Jeruk panas saja Rose,makasih ya....."jawab dokter Satmoko.


Dokter Satmoko seorang dokter senior spesialis dalam. Beliau praktek mandiri di kediamannya. Pribadinya ramah dan selalu menghargai orang lain. Dan Rose ikut menjadi asisten beliau,walaupun hanya sekedar melakukan tensi darah memanggil pasien. Namun demikian Rose bekerja dengan giat. Prinsipnya harus bekeja keras dan banyak belajar untuk mencapai cita-citanya.

__ADS_1


Satu demi satu pasien sudah diperiksa dokter. Saatnya Rose dan seniornya pulang ke asrama.


"Sudah beres semua Rose....?" tanya mba Ami. Seorang perawat senior dan tinggal bersama di asrama. Mba Ami juga salah satu kakak asrama yang bertugas membantu bu Ati.


"Sudah mba....semua status pasien juga sudah masuk ke loker masing-masing sesuai abjad." jawab Rose sambil membereskan tas miliknya.


Bergegas keduanya keluar dari tempat praktek dokter Satmoko.


"Kita cari makan dulu ya Rose....sudah terlalu malam,jatah makan kita di asrama pasti sudah dingin. " ajak mba Ami .


" Mau yang anget-anget aja lah Rose.....apa ya enaknya....?" tanya mba Ami meminta pendapat Rose.


"Soto ayam kali ya mba.....di jalan xx yang biasa kita lewati,ada yang jual soto ayam kampung. Klihatannya enak. Pembelinya sampai antri biasanya." jawab Rose,merekomendasikan tempat makan yang sering dilihatnya ramai pengunjung.

__ADS_1


"Oh iya aku tahu tempatnya. Yuck kita kesana,sebelum kemalaman." jawab mba Ami. Keduanya bergegas ke tempat tujuan.


Suasana warung lumayan ramai pembeli. Untungnya tak terlalu mengantri. Keduanya duduk agak di pojokan warung tersebut. Mereka sedang menunggu makanan yang di pesan.


" Kamu kenapa Rose.....koq sepertinya melamun." tanya mba Ami. Ia melihat Rose terdiam sambil memainkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Rose teringat akan Nugraha. Entah mengapa tiba-tiba hatinya merindukan tunangannya.


"Ech....nggak ada apa-apa koq mba Ami...." jawab Rose tergagap. Rose agak terkejut,karena dirinya ketahuan sedang melamun.


" Jangan sungkan cerita kalau ada masalah. Anggap aku sebagai kakakmu....kita satu asrama,dan aku juga sebagai kakak asrama kalian. Kalau ada masalah,ceritakan saja." pinta mba Ami menasehati Rose.


" Iya mba....Rose hanya teringat ayah dan ibu saja. Sudah hampir 2 bulan nggak pulang." jawab Rose berbohong.


"Kamu termasuk anak asrama yang jarang pulang,kemarin bu Ati sempat berbincang-bincang mau cari kakak asrama lagi. Dan kelihatannya bu Ati tertarik sama kamu." kata mba Ami. Rose memandang mba Ami seniornya. Seakan tidak percaya dengan pendengarannya.

__ADS_1


" Udah makan dulu....pesenan kita sudah datang." kata mba Ami. Dan mereka berdua menikmati soto pesanannya.


__ADS_2